Enjoy Life VII ( Aku dan Ldk 8) - Lifestyle, Passion and Habit

Latest

Menampilkan Lifestle Passion and Habit Penulis

Friday, June 29, 2012

Enjoy Life VII ( Aku dan Ldk 8)


Sejenak kuterkenang
Hakikat perjuangan
Penuh onak dan cabaran
Bersama teman-teman
Harungi kehidupan
Oh, Indahnya Ooo
Syahdunya lagu “selamat berjuang” yang dinyanyikan oleh tim nasyid brothers menemaniku yang sedang menyusun kembali keping-keping semangat memperjuangkan mimpi agar bisa terwujud dan membuktikan bahwa apa yang dilakukan tim keputrian bukanlah hal yang sia-sia, yang hanya menguras tenaga, waktu, dan biaya yang seharusnya bisa digunakan untuk pengoptimalan mahasiswa baru nanti. Kami tidak bermaksud  penyambutan mahasiswa baru itu tidak penting, bahkan itu suatu hal yang sangat  penting, hanya saja mahasiswa lama juga perlu diperhatikan. Sarana dakwah itu kan bermacam-macam, menyesuaikan dengan objek dakwahnya. Selama ini, kajian-kajianlah yang menjadi handalan. Kami hanya ingin mengemas berbeda, kami ingin memfasilitasi pengembangan potensi muslimah, melalui rangkaian acara temu muslimah yang bermuatan lomba-lomba (memasak, cerpen, cerdas cermat,dan  daiyah), seminar kesehatan (pencegahan kanker serviks, dan bedah buku “No Excuse” oleh penulisnya langsung. Rasanya memang berat ketika yang bekerja hanyalah segelintir orang, tetapi kami yakin jika Allah meridhoi semuanya akan mudah dengan bantuan-Nya.
Kring…kring...kring… bunyi nada dering Hpku, tanda ada telpon.
“Assalamu’alaykum”, ucapan salam dari sebrang telepon, suara yang sudah tidak asing lagi di telingaku
“Wa’alaykumussalam,apa kabarnya orang rumah  mba?” jawabku penasaran karena tidak biasanya mbaku menelpon di malam hari.
“Alhamdulillah semuanya yang ada di rumah baik, kamu libur kapan? Pulang apa nggak?” tanya mbaku langsung ke intinya
“ Ini sudah mulai libur, sejak minggu lalu sampai dua bulan ke depan. Sepertinya tidak pulang, aku masih ada agenda dan aku ikut sp. Toh, 3 bulan lagi mudik lebaran. Kenapa?” jawabku seenaknya
“Nggak apa-apa si, Cuma Bapak katanya kangen, pingin ngliat mukamu. Tapi kalau sibuk, yaudah.. nanti disampein. Yaudah  ya, selamat istirahat adikku sayang. Assalamu’alaykum,” ucapan salam pun mengakhiri percakapan kita.
Aku kembali menyibukkan diri menyelesaikan perkerjaan organisasi dan akademikku.
***
Sabtu malam, aku menginap di tempat pak dhe(kakaknya ibu). Beliau menangis melihatku dan mengungkapkan rasa kangennya karena sudah hampir tiga bulan aku tidak datang. Beliau juga memintaku untuk datang sebulan sekali. Terlintas di benak ini, kalau pak dhe saja merasakan kangen, bagaimana dengan bapakku? Wajar saja beliau memintaku pulang. Aku pun berazam untuk pulang walau hanya satu-dua hari. Kususun kembali jadwal satu-dua bulan kedepannya, kucari celah hari  untuk pulang. Dan kudapati, Jum’at sore setelah puncak rangkaian acara sampai hari selasa. Aku tidak ingin menyesal nantinya gara-gara tidak bisa memenuhi keinginan orang tua yang sangat sederhana. Berharap ridho dari mereka dalam setiap aktivitasku agar ringan langkah ini dan  ridho orang tua itu  juga ridho Allah.
***
Dua minggu lagi rangkaian acara temu muslimah akan dilaksanakan, Alhamdulillah pengisi acara bedah buku dan seminar sudah fix, dewan juri dan soal sudah 80%, publikasi sudah tersebar dan peserta pun sudah banyak yang mendaftar. Peminjaman tempat dan peralatan sudah 70%. Namun, bahan untuk lomba memasak belum mendapatkan kepastian dari sponsor dan dana yang diperlukan masih sangat kurang dari yang dibutuhkan. Qorin, salah satu tim keputrian dan ketua dari acara ini,  merelakan uang bayaran kuliahnya untuk dipakai terlebih dahulu. 
***
Satu minggu menjelang hari-H, hanya tempat pelaksanaan  seminar dan bedah buku  yang belum fix karena pihak birokrat sedang sibuk dan keluar kota. Kami yakin akan diizinkan karena waktunya sudah tidak ada perkuliahan, sehingga ruangan kosong. Mencoba membuat alternatif, tetapi mendapatkan izin dan  hanya tempat itu yang cocok karena bisa merasakan esensinya, melaksanakan kegiatan di rumah sendiri, yaitu kampus B. Satu pekan ini pun aku hanya disibukkan dengan masalah ruang, hal teknis lainnya sudah dihandle teman-teman lainnya dan Alhamdulillah rangkaian lomba berjalan dengan lancar,
***
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang  gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi  tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” Az Zumar : 23
Ayat terakhir yang kubaca setelah shalat ashar, kamis sore. Terasa tepat sekali dengan kondisiku saat ini. Hati ini sangat tidak tenang mengingat besok puncak acara temu muslimah, tetapi ruangan belum dapat.
Drtdrtdrtdrt, hpku bergetar tanda sms masuk
“mida, slow ya… ana usahain sore ini  nglobi lagi ke bapaknya, mida banyak do’a aja ya..” Sms menenangkan dari ketua BEM.
Terkait birokrasi, BEM-lah yang bisa maju ke depan, sedangkan Lembaga Dakwah hanya dipandang sebelah mata.
“Assalamu’alaykum, “  terdengar salam dari dua orang bersamaan  dan dilanjutkan uluran tangan.
Qorin, ketua temu muslimah  menyatakan pasrah untuk tempat. Sang kaput pun mencoba untuk tenang meskipun sebenarnya bingung juga. Kami, bertiga membicarakan hari esok, memfixkan apa saja yang diperlukan untuk besok. Lagi-lagi terpentok dengan tempat. Sampai detik ini belum dapat bukan karena kami mengajukan suratnya mepet, jauh-jauh hari sudah diurus ke masing-masing jurusan dan mereka pun meng-acc karena ruangan sudah tidak dipakai, kondisinya sudah selesai  UAS. Administrasi pun telah terpenuhi.Seharusnya tidak ada alasan tidak diizinkan, tetapi hanya satu orang yang tidak mengizinkan dan dengan alasan yang bagiku sangat aneh dan penuh tanda tanya. Ada ruangan lain, namun  ukurannya keci dan  tidak bisa memenuhi kapasitas peserta yang sudah mendaftar.
“Allahu Akbar Allahu Akbar…”
Tidak terasa adzan maghrib telah berkumandang. Yang diharapkan kini hanyalah pertolonga Allah. Dengan keyakinan yang kuat bahwa ini acara yang insya Allah diridhoi Allah dan pasti Allah akan membantu.
Mengingat waktu sudah malam dan esok harus datang pagi, Qorin dan Fika menginap di kosanku. Mereka sama sekali tidak prepare untuk menginap, untung saja bajuku muat di mereka meskipun agak kegedean di  Qorin. Dan karena paksaan, Qorin mengenakan  jilbab untuk kedua kalinya karena biasanya memakai bergo (jilbab langsungan). Di tengah-tengah kecemasan kami, ada tawa kecil melihat penampilan barunya Qorin.
***
Pukul 06.15 kami sampai di kampus dan rasanya masih sangat sepi. Kami duduk-duduk sebentar di masjid dan tidak lama panitia pun berdatangan. Aku menunggu ketua BEM untuk menghadap bersama memohon diizinkan memakai ruangan tersebut.  Rasanya tidak ada usaha kalau aku hanya duduk-duduk saja, dan akhirnya Aku memisahkan diri dari mereka. Kutelusuri ruangan birokrat, siapa tahu ada yang bisa kutemui. Ya, tebakanku benar. Meskipun bukan sasarannya, tetapi setidaknya beliau lebih tinggi jabatannya dibanding yang seharusnya meminta izin. Negosiasi pun berjalan, sungguh alot dan sudah cukup lama , tetapi tidak kudapatkan izin itu. Tanpa sadar, air mata pun mengalir dan tidak lama ketua BEM datang. Rasanya malu menangis dihadapan mereka, tetapi tidak bisa dibendung. Dan Alhamdulillah, beliau menyuruh kami untuk membujuk yang berwenang memberi izin. Ada energi baru mengalir dalam darah ini. Kami pun bergegas menemui bapak bagian sarana dan prasarana. Negosiasi pun sangat alot. Aku pun membuang rasa maluku, aku memohon kepada beliau. Dan hati beliau pun luluh juga. Pukul 08.00 baru diizinkan memakai ruangan, sementara acara seharusnya mulai di jam segitu. Moderator dan peserta sudah berdatangan. Sebagian dari kami ada yang menyiapkan ruangan dan sebagian yang lain mengkondisikan peserta dan moderator.
Rasanya tubuh dan hati ini lelah. Namun semua rasa itu segera sirna karena ada kepuasan tersendiri ketika bisa melakukan untuk orang lain dan mereka senang dengan acaranya. Bahkan, yang tadinya menentang sudah terjawabkan dengan bukti nyata. Banyak peserta yang menginginkan acara ini ada lagi di tahun selanjutnya.
Alhamdulillah, pertolongan Allah selalu  datang dan keyakinan ini semakin kuat setelah melewati semua ini. Allah pasti menolong hamba-Nya yang menolong agama-Nya.
Ku akhiri hari ini di kereta api menuju kampung halaman. Senyum ini pun semakin merekah karena akan bertemu dengan orang-orang yang sangat ku cintai.


Biodata Singkat:
Nama: Hamidatun, Angkatan: 2008,  Jurusan : Fisika,  Fb: Hamida Hamid Hamidatun, twitter: @mard_yah_mid, blog:  pesonasemata.wordpress.com, amanah:  Islamic Learning Center (Sekarang)

No comments:

Post a Comment