8 Pemain Hebat Yang Terlalu Diremehkan - Lifestyle, Passion and Habit

Latest

Menampilkan Lifestle Passion and Habit Penulis

Wednesday, March 26, 2014

8 Pemain Hebat Yang Terlalu Diremehkan

Banyak pesepakbola hebat yang kehadirannya sering diremehkan. Meski memberi kontribusi besar kepada klubnya masing-masing atau memiliki kemampuan di atas rata-rata, 8 pemain ini tetap dipandang sebelah mata. Berikut ini adalah 8 pemain yang terlalu dipandang sebelah mata atau biasa disebut "underrated" seperti dilansir Give Me Sport:

1. Ibrahim Afellay (Barcelona/Belanda)


Afellay sempat diprediksi akan menjadi salah satu winger paling menghibur Belanda saat masih memperkuat PSV Eindhoven. Bahkan, kehebatannya membuat Barcelona kepincut untuk memboyong Afellay pada 2011. Sayangnya, badai cedera membuat kesempatan tampil pemain 27 tahun itu sangat terbatas.

Afellay sempat absen lama karena cedera lutut. Bahkan, ketika dipinjamkan ke Schalke 04 sepanjang musim 2012/2013, Afellay harus absen cukup lama karena cedera hamstring. Musim ini, winger berdarah Maroko itu juga harus absen sekitar 4 bulan karena cedera paha. Afellay baru tampil dua kali di semua kompetisi musim ini.

2. Shinji Kagawa (Manchester United/Jepang)


Sejak didatangkan MU dari Borussia Dortmund pada 2012, Kagawa sempat diharapkan akan menjadi andalan baru The Red Devils di lini tengah. Di musim pertamanya, pemain 25 tahun itu sempat mendapat kepercayaan cukup banyak dari Sir Alex Ferguson, dengan tampil di 26 laga dan mencetak 6 gol di semua kompetisi.

Namun musim ini, Kagawa seperti dipandang sebelah mata oleh manajer David Moyes. Pemain Asia pertama yang mampu mencetak hattrick di Premier League itu baru tampil di 11 pertandingan liga, dengan 3 di antaranya masuk sebagai pemain cadangan.

Total, Kagawa baru bermain selama 692 menit di Premier League. Dengan kondisi tersebut, bukan tidak mungkin mantan pemain Cerezo Osaka itu akan meninggalkan Old Trafford, akhir musim ini.

3. Pablo Zabaleta (Manchester City/Argentina)


Permainannya untuk seorang fullback memang tidak elegan dan eksplosif. Hal itu membuat Zabaleta sering diremehkan. Padahal, bek 29 tahun itu seorang pejuang. Zabaleta memiliki kemampuan bertahan yang impresif, dan akan selalu berusaha membantu serangan meski memiliki kemampuan individu yang pas-pasan.

Zabaleta merupakan salah satu wakil kapten ManCity. Daya juangnya di lapangan dan loyalitas terhadap klub, membuat mantan pemain Espanyol itu menjadi salah satu idola suporter ManCity. Musim lalu, Zabaleta terpilih sebagai pemain terbaik klub pilihan suporter.

4. Antonio Valencia (Manchester United/Ekuador)

Sejak kepergian Cristiano Ronaldo ke Real Madrid pada 2009, beban berat harus ditanggung Valencia. Bahkan, pemain 28 tahun itu sempat mendapat kehormatan mengenakan nomor sakral 7, yang sebelumnya digunakan Eric Cantona, David Beckham dan Ronaldo.

Valencia sebenarnya memiliki kemampuan bermain yang luar biasa. Namun, mantan pemain Wigan Athletic itu sering dipandang sebelah mata karena sering bermain tidak konsisten. Valencia sebenarnya pemain hebat, punya kecepatan di atas rata-rata, kuat, dan memiliki umpan silang yang bagus. Itu dibuktikannya ketika MU mengalahkan Olympiakos di Liga Champions, pekan lalu.

5. Branislav Ivanovic (Chelsea/Serbia)


Satu lagi seorang fullback yang sering dipandang sebelah mata. Permainan Ivanovic yang kaku dan tidak menghibur, membuat kehebatan bek 30 tahun itu jarang dibicarakan. Padahal, Ivanovic merupakan salah satu kunci sukses Chelsea dalam beberapa tahun terakhir. Bersama Ivanovic, The Blues sukses meraih satu gelar Premier League 2010, Liga Champions 2012, dan Liga Europa 2013.

6. Mario Mandzukic (Bayern Munich/Kroasia)


Mandzukic sudah menjadi andalan lini depan Munich sejak musim lalu. Striker 27 tahun itu sukses menyumbang Die Roten 22 gol dari 40 pertandingan musim lalu. Musim ini, Mandzukic bahkan lebih tajam. Mantan pemain WfL Wolfsburg itu sudah mencetak 23 gol dari 37 pertandingan. Namun, tetap saja Mandzukic dianggap sebagai striker kelas dua.

Mandzukic merupakan bagian penting dari sukses Munich meraih treble winners musim lalu. Namun, rumor klub asal Jerman itu akan menjual Mandzukic tetap beredar saat ini. Terakhir, Munich dikabarkan akan melepas Mandzukic ke Chelsea atau Arsenal.

7. Mathieu Flamini (Arsenal/Prancis)


Kuat, ngotot dan tanpa lelah. Itulah gaya permainan Flamini. Orang-orang lebih banyak membicarakan permainan Aaron Ramsey, Jack Wilshere ataupun Mesut Oezil, sebagai bintang lini tengah Arsenal. Tapi, mereka melupakan sosok Flamini yang merupakan pejuang di lini tengah The Gunners.

Flamini memang jarang mencetak gol ataupun assist. Tapi, manajer Arsene Wenger menganggap mantan gelandang AC Milan itu sebagai pemain yang penting. Flamini adalah tembok pertama Arsenal yang harus dilewati pemain lawan.

8.  Fabio Coentrao (Real Madrid/Portugal)


Coentrao memang tidak akan pernah menjadi bintang di Madrid. Bek 26 tahun itu kalah bersaing dengan Marcelo. Padahal, Coentrao merupakan salah satu bek kiri papan atas dunia saat ini. Mantan bek Benfica itu juga termasuk pemain serbabisa, dapat bermain sebagai bek kiri dan winger.

Mantan pemain Benfica itu harus meninggalkan Santiago Bernabeu agar tidak dipandang sebelah mata. Coentrao tidak terlalu dihargai di Madrid, dan banyak klub-klub besar lainnya yang siap mengantre untuk mendapatkan pemain timnas Portugal tersebut.

No comments:

Post a Comment