Friday, April 4, 2014

Skenario Opini Dunia Terhadap Hilangnya MH370




Hilangnya Pesawat MH370 dan Pembentukan Opini Dunia

Saya tidak heran lagi melihat kejadian hilangnya pesawat MH370 yang hingga saat ini belum menemukan titik terangnya apa penyebab hilangnya tersebut. Berbagai pengamat transportasi, pengamat pesawat dan intelijen memiliki alur berfikir dan kesimpulan yang berbeda beda tentang MH370 sehingga publik khususnya keluaraga yang ditinggalkan menjadi binggung karena sudah mengarah pada aspek non teknis yaitu politis dan kepentingan opini pihak pihak tertentu dalam mengondisikan opini dunia.

Ada 5 peristiwa penting pada saat yang bersamaan yang terjadi dibelahan bumi lain yang tidak kalah pentingnya dibandingkan hilangnya pesawat MH370 yang berkapasitas 200 orang lebih dari Malaysia menuju China. Peristiwa dunia tersebut yang seharusnya tidak luput dari pendengaran dan penglihatan dunia yaitu (1) hukuman mati terhadap 529 orang tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir oleh pemerintahan sementara hasil kudeta, (2) konflik Ukraina dan Unisoviet yang didalamnya AS ikut campur dan merasa terganggu kepentingannya, (3) perang dan konflik internal antara pemerintahan boneka AS suriah dengan penentang pemerintahan,(4) ekspansi Israel terhadap bangsa Palestina melalui pengusaan masjdil Aqsa, bahkan umat islam tidak dibenarkan untuk sholat di masjid tersebut karena diklaim sebagai milik Israel, dan (5) momentum pemilu 2014 di Indonesia. Peristiwa jatuhnya pesawat MH370 ini dimaknai oleh pengamat militer dan politk sebagai bagian dari upaya pihak asing untuk penetrasi ke Indonesia yaitu melalui Presiden SBY. Hal ini semakin nyata dan jelas pada saat hasil analisis menunjukkan arah pesawat MH370 menuju samudera hindia dan melewati Indonesia. Bahkan ada peristiwa yang sebenarnya terjadi tapi tidak dipublish karena kepentingan politik.

Namun dari 5 peristiwa yang menyertai jatuhnya pesawat MH370 tersebut opini dunia didesain untuk mengalihkan peristiwa penting yaitu Mesir dan Palestina agar publik dunia tidak mengutuk AS dan sekutunya atas peritiwa tersebut kalaupun ada yang meprotes tidak menjadi gerakan yang masif dunia.

Kita tunggu saja apa yang akan terjadi berikutnya dari sandiwara jatuhnya pesawat MH370 ini terhadap opini dunia dan khususnya Indonesia.

Korelasi Jatuhnya MH370 tehadap Peristiwa Mesir dan Palestina saat ini

Pertama, Pengadilan Mesir akan menjatuhkan hukuman mati bagi 529 anggota Ikhwanul Muslimin (IM) pendukung presiden terpilih secara demokratis Mohamed Mursi, lewat sebuah proses pengadilan massal tanpa didampingi oleh pengacara atas keinginan kaum tokoh yaitu Asisi yang menurut berbagai sumber proses penjatuhan Mursi tersebut atas dukungan banyak negara yaitu AS dan sekutunya. Demokrasi yang digembor gemborkan negara barat termasuk AS untuk proses politik di Mesir telah dihancurkannya sendiri melalui tangan tangan orang Mesir yaitu militer dan tokoh tokoh sekuler lainya. Nampaknya AS dan sekutunya sangat ketakutan dengan eksisnya Mesir bersama IM baik secara ekonomi, politik dan idiologi, sehingga ditengah siang bolong kudeta menjadi pilihan mereka para pecundang demokrasi. Kemenangan telak Mursi atas pemilu dua tahun yang lalu menjadi bukti sejarah bahwa rakyat Mesir sudah jenuh dengan rezim Mubarak dan ingin keluar dari kungkungan AS dan sekutunya, namun suasana dan angin perubahan yang sudah musali terasa diporak porandakan oleh Asisi atas dukungan AS dan sekutunya. Kini Mesir dalam situasi tidak menentu pasca kudeta.Pemerintahan sementara akan menggelar pemilu lagi dan salah satu calon yang akan maju adalah Asisi. Namun masyarakat Mesir tidak akan mau dipecundangi lagi oleh kepentingan asing dan dipastikan calon dari IM akan menang kembali.

Untuk membendung eksistensi politis IM langkah awal sudah dilakukan, Pertama, dilakukanya kudeta oleh militer dan dunia tidak ada yang mengutuk atas langkah kudeta itu termasuk AS dan sekutunya karena punya kepentingan. Padahal masyarakat Mesir sangat berharap atas perubahan melalui Mursi dan selama Mursi menjabat banyak perubahan perubahan yang terwujud namun opini media membelokkan menjadi keburukkan keburukkan Mursi selama memimpin. Opini dunia tidak melihat obyektivitas Mesir sebagai bagian dari kenyataan politik yang di persembahkan IM untuk rakyat Mesir.

Kedua, setelah melakukan kudeta. Langkah berikutnya adalah melakukan pelarangan terhadap organisasi IM diseluruh Mesir bahkan mengarah pada pembubaran tanpa disertai oleh justifikasi yang jelas dan logis. Padahal rakyat Mesir berdasarkan hasil polling menyatakan sangat puas dan memiliki harapan besar terhadap IM di parlemen dan pemerintahan. Tidak cukup sampai disitu kacung kudeta dan AS beserta sekutunyamengecap IM sebagai TERORIS. Lalu kita berbalik bertanya?siapakah sebenarnya sumber kekacauan didunia?bukankah AS dalam sepanjang sejarah selalu memperkeruh dan menciptakan ketidakstabilan dunia?Lalu kemaanakah sosok PBB. AS sangat lihai dalam memainkan standar ganda dalam upaya menghancurkan negara melalui kepentingan ekonomi dan idiologinya. IM tidak ada sama sekali menggunakan senajata dan kekerasan dalam memenangkan pemilu, namun di cap sebagai teroris karena membela ketertindasan rakyat Mesir dan membantu bangsa palestina yang tergilas oleh Israil dan Yahudinya.

Ketiga, langkah selanjutnya adalah menghilangkan tokoh tokoh terbaik IM dari Mesir melalui pengadilan palsu dan biadab dengan menghukum mati 500 lebih tokoh IM termasuk ketua IM dan ini dipertontonkan di hadapan masyarakat Mesir dan media. Duniapun tertutup rapat atas peristiwa ini seolah bukan masalah yang penting termasuk AS tidak bergeming atas tindakkan ini. AS hanya mengatakan dan mengultimatum “jangan lakukan hukuman mati terhadap tokoh IM’. Mereka diadili dan dihukum mati karena telah sukses menggulingkan Husni Mubarak, padahal jatuhnya Husni Mubaak merupakanbagian terbesar dalam proses demokrasi dan kehendak 80% rakyat Mesir. Sungguh logika hewan telah berlaku kaum kudeta dan penghamba demokrasi. Tidak hanya pada 500 lebih tokoh IM yang dibunuh, ratusan yang lain juga dibunuh oleh tentara Mesir atas izin AS dan sekutunya. Dimanakah mata dunia saat itu?

Jadi peristiwa di Mesir tidak hanya terkait dengan rakyat Mesir, namun menyangkut masa depan Mesir dan masa depan peradaban dunia. Ratusan juta rakyat Mesir mengharapkan perubahan melalui IM setelah sekian ratus tahun dalam ketertindasan dan kelemahan, namun harapan tersebut direbut dan dicabik cabik oleh pecundang demokrasi dan tatanan dunia yaitu AS dan sekutunya melalui Asisi. Peristiwa mesir kemarin,hari ini dan esok bukan berdiri sendiri termasuk di Indonesia.

Kondisi Palestina saat ini juga mengalami hal yang sama sebagaimana kondisi di Mesir namun konteknya beda. Israel melalui yahudi dan zionis ingin mengusai secara teritorial negara Palestina dan peristiwa ini sudah berjalan beratus ratus tahun yang disertai konflik yang telah menelan jiwa yang tidak terhitung. Palestina diciptakan sebagai negara konflik sepanjang sejaran dengan Israel dan anehnya dunia dan PBB serta AS menikmati peritiwa itu.

Misteri Jatuhnya Pesawat dan Sandiwara Pencarian

Harapan keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 untuk mengetahui kejelasan nasib anggota keluarganya kembali kandas.

Pencarian beberapa objek yang sempat terpantau pesawat pencari beberapa hari lalu, ternyata tidak terkait dengan pesawat MH370 yang hilang sejak Sabtu 8 Maret 2014. Objek yang mengapung di permukaan Samudera Hindia itu ternyata hanya sampah.

“Rupanya objek itu merupakan peralatan memancing dan hanya sampah di permukaan lautan,” kata juru bicara AMSA seperti dilansir Channel News Asia.

Pihak Malaysia melalui Pelaksana Menteri Transportasi dan Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein, juga mengkonfirmasi bahwa obyek yang dipungut dari Samudera Hindia bukan bagian pesawat.

Dia menyebut perburuan terhadap puing-puing pesawat jenis Boeing 777-200 ER itu masih belum berbuah positif.

Lokasi pencarian kini diprediksi mencapai 200 ribu persegi mil laut. Sebanyak 20 pesawat dan kapal dikerahkan untuk menyisir area tersebut, termasuk delapan kapal China.

Sementara terkait dengan lebih dari 70 obyek yang dilihat oleh pesawat Angkatan Udara Selandia Baru, Orion, pada Sabtu kemarin, masih perlu untuk diteliti. Kendati, mereka menduga obyek tersebut berasal dari puing pesawat atau kapal.

Namun, hingga obyek tersebut diambil oleh sebuah kapal dan diteliti oleh penyelidik ahli, maka kami belum dapat menentukan dari mana asal obyek itu sebenarnya.

Proses pencarian pesawat MH370, ujar Short, bukan perkara mudah dan membutuhkan kerja keras untuk menyisir seluruh area samudera hanya untuk mencari benda kecil.

Bahkan dengan terbang rendah di atas perairan dengan kecepatan rendah sekalipun, juga membutuhkan konsentrasi penuh.

Untuk masalah penting lainya yaitu Ukraina,Suriah da Pemilu 2014 Indonesia hingga pilpres saya masih melihat dalam proses pematangan desain dan running. Namun jatuhnya pesawat MH370 menurut saya bukan berdiri sendiri, namun ada upaya untuk mengalihkan bahkan mendesain opini dunia terhadap kepentingan AS dan sekutunya, sebagaimana dulu peristiwa meledaknya WTC, Bom Bali, Jatuhnya pesawat Shukoi, Kudeta Mesir dan banyak peristiwa lainya yang berujung pada kepentigan politik, idiologi dan ekonomi.

No comments:

Post a Comment