MARI CINTAI LINGKUNGAN



Oleh : Raynaldi (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau)

Birulangitid-Berdasarkan data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Di antaranya, sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut (sumur).

Sebuah angka yang mengejutkan kan? Itu bukanlah angka yang kecil loh. Kalau dibiarkan, bisa-bisa Indonesia akan tenggelam dalam genangan sampah (termasuk sampah plastik).

Karena itulah, program cinta lingkungan perlu digiatkan lebih lagi. Terutama terkait penggunaan barang sehari-hari yang terbuat dari plastik. Kita harus memberikan edukasi kepada generasi muda pentingnya mencintai lingkungan dengan gerakan mengurangi sampah plastik sejak dini


Bukanlah Hal Mudah Mengenalkan Cinta Lingkungan

Pengenalan program cinta lingkungan pada generasi muda ini bukanlah hal mudah. Tidak jarang, orang Indonesia berpikir masa bodoh untuk hal-hal terkait sampah ini, termasuk sampah plastik.

Mereka tidak peduli terhadap masalah sampah. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebanyak 72% masyarakat Indonesia tidak peduli terhadap masalah ini (berdasarkan laporan indeks "Perilaku Ketidakpedulian Lingkungan Hidup 2018).

Nah, jika mereka - yang juga termasuk golongan orang tua - tidak peduli, bagaimana dengan generasi mudanya? Generasi ini melihat para orang tua sebagai panutan dan mengikuti apa yang dilakukan.

Memang perlu adanya perubahan yang drastis dalam sudut pandang mengenai masalah ini.

Pastinya, tapi bukan hal yang mudah dilakukan.

Peran Orang Tua dalam Edukasi tentang Sampah Plastik Sangat Penting

Sebagai orang tua, kita memiliki peran besar dalam hal edukasi ini. Edukasi kepada anak-anak, generasi penerus, tentang pentingnya mencintai lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik (terutama yang non-degrable) dalam kehidupan sehari-hari.

Orang tua, ayah dan ibu, memiliki peran besar dalam hal ini. Bagaimana mereka menunjukkan bahaya sampah plastik, memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari, akan memberi dampak besar pada anak.

Secara perlahan, anak pun akan menyadari bahaya penggunaan bahan plastik dalam kehidupan. Perlahan namun pasti, asalkan orang tua terus memberi edukasi ini, baik secara lisan maupun aksi langsung.

Bisa dimulai dari hal-hal yang mudah kok.

1. Mengenalkan jenis-jenis sampah dan penanganannya

Sampah organik dan non organik memiliki penanganan yang berbeda. Ada juga sampah B3 (bahan berbahaya dan mengandung racun). Pengenalan ini bisa dilakukan oleh orang tua di lingkungan rumah dengan memisahkan tempat sampah untuk masing-masing jenis sampah di atas. Seperti ajakan dari Pulau Akko, animasi lokal yang mengenalkan program edukasi cinta lingkungan, terutama perihal sampah plastik.

2. Mengurangi penggunaan plastik dalam rumah tangga

Jika ingin mengenalkan program cinta lingkungan pada anak, bisa selalu mulai dengan yang biasa dilakukan di rumah. Misalnya, menggunakan tas bahan jika sedang belanja ke mini market. Mengajak anak untuk menggunakan botol minum untuk di sekolah.

3. Ajak anak aktif dalam kegiataan membersihkan lingkungan

Jika di lingkungan rumah biasa mengadakan kegiatan membersihkan lingkungan bersama, kita bisa mengajak anak untuk aktif dalam kegiatan ini. Agar mereka pun terbiasa dan memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, melalui kegiatan ini pun, kita bisa mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan bersama-sama.

Mulai Sekarang Juga

Namun, sebaik apapun contoh yang disampaikan di atas, akan tidak memberi manfaat jika tidak direalisasikan. Perlu aksi langsung dalam kehidupan sehari-hari.