Monday, June 25, 2012

Enjoy Life VII (Aku dan LDK 7)


Aku masih termangu didekat Aula kampus. Kebimbangan merasukiku. Ditanganku, menggenggam dua pamplet Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang akan aku pilih. Teater Gabung dan Forum Komunikasi Dakwah Kampus (FKDK). Dua-duanya menarik. Disisi lain aku suka seni, tapi aku juga suka kegiatan keagamaan. Terlintas dalam pikiranku untuk mengambil dua UKM sekaligus, tapi mana bisa. Karena hanya satu yang harus dipilih. Tapi entah kekuatan darimana sehingga aku berjalan menuju stand FKDK. Aku sudah disambut didepan stand dengan  ramah dan santun oleh para pengurus perempuan untuk kemudian aku diarahkan menuju kedalam Masjid. Dengan busana yang sudah lusuh dan kotor, aku duduk mendengarkan profil tentang FKDK. Hari itu aku sedang Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK) yang menginjak hari ke-3. Nah, Di hari ketiga itu adalah sesi pengenalan UKM di Universitas Singaperbangsa Karawang. Aku menatap para pengurus perempuan FKDK satu persatu. Cantik sekali mereka dengan balutan jilbab lebar dan busana yang tertutup dan tidak ketat. Tapi sama sekali belum terpikirkan olehku untuk berpenampilan seperti mereka. Waktu itu penampilanku masih dengan jilbab tipis dan baju yang masih menampakkan lekuk-lekuk tubuhku.
Setelah OSPEK selesai. Aku sering mendapatkan pesan pendek melalui handphone yang berisi pemberitahuan kegiatan-kegiatan FKDK. Dikampusku organisasi extern pun bebas masuk. Dulu aku sempat beberapa kali aktif dalam diskusi-diskusi di salah satu organisasi extern tersebut walau aku belum menjadi anggotanya karena aku belum ikut semacam pelantikan untuk anggota baru. Padahal ketika itu aku sudah terdaftar sebagai anggota di FKDK. Tapi aku juga tidak begitu aktif di FKDK maupun di organisasi extern tersebut karena aku harus mengajar. Sebelum masuk kuliah aku sudah mengajar di Taman Pendidikan Al-qur’an dekat rumahku. Kemudian aku juga harus membantu ibuku berjualan di Rumah Sakit sampai larut malam jadi waktu untuk organisasi sedikit sekali. Tapi walaupun begitu, tidak kemudian membuat aku berhenti total dari organisasi. Semangat berorganisasiku menggebu-gebu karena memang aku dari Sekolah Dasar sudah senang berorganisasi. Dari mulai aktif di organisasi ke-pramukaan dan organisasi olahraga. Beranjak sedikit ke Tsanawiyah, aku aktif di OSIS sebagai Sie. Bidang, tetapi karena menurut pembina OSIS aku aktif maka aku dijadikan pengurus inti, yaitu Sekretaris. Aku juga aktif sebagai bendahara di English Club MTs. Al-Muhtadin, Bekasi. Sebagai Sekretaris kajian ke-Islaman di Tsanwiyah yang sama. Anggota drum band. Aktif pramuka di Saka Bayangkara dan aktif pula dipengajian remaja muslim mushola Al-Barkah, Bekasi. Kemudian naik lagi ketingkat SMK. Alhamdulillah aku terpilih menjadi ketua OSIS. di SMK aku tidak begitu banyak aktif di organisasi karena orangtuaku khususnya ibu tiriku kurang mendukungku. Sewaktu di MTs, ibu tiriku bekerja sehingga memperkerjakan pembantu untuk mengurusi rumah dan adikku. Tapi kemudian ibu tiriku berhenti sehingga tidak memperkerjakan pembantu kembali sehingga aku yang banyak membantunya. Rasa letih dan capai menghampiriku berkali-kali. Belum lagi masalah keluarga. Tapi aku bersyukur karena mampu melewati semuanya dengan baik walau sedikit tertatih-tatih. Pelantikan organisasi extern tersebut beberapa kali dilakukan, tetapi aku selalu saja tidak ikut karena aku harus membantu ibuku. Para senior di organisasi tersebut pun menawari aku posisi yang bagus, tapi mereka menyayangkan karena aku belum juga ikut pelantikan. Karena pelantikan itu adalah salah satu prosedur yang harus diikuti untuk menjadi anggota. Dikelasku pun banyak yang sudah menjadi anggota di organisasi extern tersebut. Setelah lama mereka  aktif di organisasi tersebut. Mereka malah banyak mengeluh karena pemikiran-pemikiran organisasi extern tersebut yang dianggap tidak lazim. Sehingga banyak teman-teman yang vakum dari organisasi extern tersebut. Ada yang pindah ke FKDK. Ada juga yang total tidak berorganisasi sama sekali.
Aku sering memandangi para pengurus perempuan FKDK bila sedang berkumpul denganku. Mereka terlihat nyaman sekali dengan jilbab lebar mereka. Dengan batasan  mereka terhadap laki-laki yang bukan muhrim mereka. Mereka juga membiasakan diri menggunakan bahasa Arab. Tidak pernah mengeluh ataupun menyinggung. Mereka tergolong MAKARIS (Mahasiswa, Karyawan, Aktivis), tetapi semangat mereka setara dengan mahasiswa regular pada umumnya. Setelah sering aktif di FKDK sehingga kemudian aku tahu bahwa FKDK itu berada dibawah naungan Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia, suatu orgainsasi yang mewadahi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia. Pengalaman pertamaku jadi anggota FKDK adalah ketika aku ikut ke Bogor untuk menghadiri kajian kemuslimahan yang diselenggarakan oleh LDK  Bogor. Tepatnya di Akademi Kimia Analisis (AKA) bogor. Aku pergi dengan dua orang. Satu pengurus FKDK dan satu lagi, anggota FKDK sama seperti aku. Setiba disana, aku lihat perempuan-perempuan  luar biasa. Dari awal aku masuk ke FKDK, aku tertarik untuk menatap para perempuan berjilbab lebar karena mereka begitu sangat mengagumkan. Pikiranku terkadang menerawang jauh membayangkan betapa dekatnya mereka dengan Rabb mereka. Menjadi wanita muslimah yang sesungguhnya.
Kajian kemuslimahan akan segera dimulai. Pembicaranya adalah seorang perempuan yang menurutku luar biasa pula. Namanya Halida Fatimah, seorang muslimah yang bekerja sebagai core team & operational SIMPLE, inisiator SD Islam Ibnu Hajar, manajer Litbang & SDM SI Ibnu Hajar. Dan memilki segudang pengalaman training. Tema kajian muslimah tersebut adalah “cantiks”. Yang merupakan kepanjangan dari Cerdas, Aktif, Inovatif, Kreatif dan Sholihah. Pemaparan narasumber tersebut sungguh sangat mengesankan. Aku merasa merinding ketika aku mengingat sosok istri Rasulullah saw, Aisyah r.a. Ia adalah salah seorang al-mukatsirin (orang yang terbanyak meriwayatkan hadis). Jumlah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah dari Rasulullah saw. sebanyak 2210 hadis. Di antaranya, terdapat 297 hadis yang ada di dalam kitab shahihain dan sebanyak 174 hadis yang mencapai derajat muttafaq ‘alaih. Bahkan para ahli hadits menempatkan Aisyah pada urutan kelima dari para penghapal hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas. Kecerdasan Aisyah juga dinyatakan oleh Hisyam bin Urwah yang meriwayatkan hadis dari ayahnya. Dia mengatakan: “Sungguh aku telah banyak belajar dari ‘Aisyah. Belum pernah aku melihat seorang pun yang lebih pandai daripada ‘Aisyah tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah diturunkan, hukum fardhu dan sunnah, syair, permasalahan yang ditanyakan kepadanya, hari-hari yang digunakan di tanah Arab, nasab, hukum, serta pengobatan. Aku bertanya kepadanya: ‘Wahai bibi, dari manakah engkau mengetahui ilmu pengobatan?’ ‘Aisyah menjawab: ‘Aku sakit, lalu aku diobati dengan sesuatu; ada orang lain sakit juga diobati dengan sesuatu; dan aku juga mendengar orang banyak, sebagian mereka mengobati sebagian yang lain, sehingga aku mengetahui dan meng­hafalnya.”. Selain kajian, di AKA aku pun diajari cara menyulam kain panel. Kami dibuat berkelompok-kelompok. Aku tidak satu kelompok dengan pengurus dan anggota FKDK yang satu lagi.
Babak baru untuk kiprahku sebagai Aktivis Dakwah Kampus dimulai dengan diamanahinya aku sebagai Sie. Bidang dalam kepengurusan FKDK periode 2011-2012. Dan saat itu aku pun terdaftar dalam pengurus Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang. Sejak jadi pengurus FKDK, aku menjadi lebih intens berinteraksi dengan teman-teman satu angkatan. Pemakaian jilbab yang tidak tipis dimulai ketika aku akan berangkat ke Universitas Indonesia untuk menghadiri kajian dengan tema “Rekayasa Syiar Islam”. Yang kebetulan hari keberangkatan aku bertepatan dengan acara inagurasi mahasiswa baru Fakultas Agama Islam ke Pangandaran. Sebagai pengurus BLM, aku harusnya ikut. Tetapi aku tidak ikut karena ingin ikut FKDK ke Universitas Indonesia. Aku punya satu jilbab berwarna biru yang lumayan panjang dan tidak tipis. Aku akan berangkat dengan ketua umum FKDK dan Koordinator Keputrian. Setibanya aku dikampus, aku melihat tiga bus yang akan mengantarkan mahasiswa baru Fakultas Agama Islam ke Pangandaran. Aku bergegas menuju Sekretariat  FKDK. Aku hanya menemui Ketua Umum FKDK yang sudah berada di Sekretariat.
“assalamu’alaikum”
“wa alaikum salam. Oh Teh Neneng. Ayo masuk Teh”
“Teh Sisi belum datang, Kang ?”
“belum keluar dari PT-nya Teh. Kan beliau shift malam”
Tiba-tiba dari luar sekretariat FKDK, ketua BLM memanggilku. Aku segera bergegas menghampirinya.
“ada apa A ?”
“Neng, kenapa gak ikut inagurasi ?”
“maaf A Neng gak ikut soalnya mau ke Universitas Indonesia sama FKDK. Emg banyak yang gak ikut a pengurus BLM ?”
“enggak sih. Cuma Neng sama Fauzi aja yang gak ikut”
“oh gitu. Maaf ya A Neng  gak bisa ikut”
“iya gak apa-apa.. sukses ya Neng”
“iya mksh A”
Aku kemudian masuk kembali ke Sekretariat FKDK dan tidak selang beberapa lama teh Sisi datang.

“Assalamu’alaikum”
“wa alaikum salam” Jawabku serempak dengan Ketua Umum
Teh Sisi langsung mendekapku. Terlihat sekali raut mukanya menunjukkan rasa letih karena baru pulang kerja. Beliau pun masih memakai seragam kerja. Sungguh luar biasa kekuatan perempuan yang satu ini. Seolah rasa letih tidak menjadi hambatan untuk berorganisasi. Bayangkan seharian ini Teh Sisi tidak akan tidur karena harus ikut ke Universitas Indonesia untuk menghadiri undangan kajian.
“kamu cantik Neng pakai jilbab seperti ini”
“hehe.. Teh Sisi bisa aja”
“betul lho. Kelihatan lebih anggun” dengan raut muka menunjukkan keseriusan
“hehe.. makasih Teh”
“kamu udah sholat dhuha belum ?”
“udah Teh tadi dirumah”
“Ya sudah ane sholat dulu ya ukh”
Pertama kali mengenakan jilbab tidak tipis dan panjang, ada rasa nyaman hinggap ditubuhku. Aku seperti terlindungi oleh jilbab tersebut. Sejak saat itu aku membeli banyak jilbab yang tidak terlalu transparan. Pakaian yang sangaat pas ditubuhku juga sudah mulai jarang aku pakai keluar rumah. Aku teringat ketika aku pergi menuju AKA. Jilbabku tipis dan pakaianku ketat sekali. Dalam perjalanan panjang ini, aku seperti seseorang yang mencari sesuatu. Dan pada akhirnya aku temukan bahwa aku akan istiqomah di FKDK. insyaAllah. Tiba-tiba handphone-ku berdering. Membuatku tersadar akan lamunan ku. Entah sudah berapa menit pikiranku menerawang ke memori masa lalu. Aku baca pesan pendek yang masuk. Pesannya berisi tentang teknik pendaftaran acara IMSS di ITB.

Bio Data

Neneng Nurhasanah adalah nama gadis kelahiran Bekasi, 28 April 1991 yang sekarang menetap di Karawang untuk melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi. Bergabung dengan FKDK sejak tahun 2010 dan di amanahi sebagai Sie. Bidang Syiar dan Pelayanan Kampus dan kemudian dialihkan untuk mengisi kekosongan perempuan di Sie. Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. Bisa dihubungi di FB dengan nama Nonah Nenkznonkz atau email beliau di neuna.aljumanatulali@gmail.com.

No comments:

Post a Comment