Wednesday, March 5, 2014

Harapan Politik Terbawa Mimpi

Dalam sebuah aksi solidaritas bersama Umat Islam Bersatu, hadir di stadiun GBK perwakilan seluruh ormas dan gerakan Islam. Hadir dari Muhammadiyah, Prof. Din Syamsudin; NU diwakili KH. Gus Shalah; Persis diwakili Prof. Latif. Sedangkan HTI mengirimkan sang Jubir, PKS diwakili Presiden Partai, FPI dihadiri Habib rizieq, dan Salafy diwakili
Panglima Laskar Jihad.

Satu persatu berorasi.

Salafy: "Kita semua paham. Demokrasi bukan dari Islam. Kita gunakan demokrasi untuk menghancurkan demokrasi. Mari, umat Islam bersatu. Pilih pemimpin yang siap menggantikan demokrasi! Allaahu Akbar!'

Habieb Rizq menjadi orator kedua, "Wahai umat Islam. Sudah bukan waktunya kita meributkan demokrasi. Kita menagkan dulu, baru kemudian kita diskusi panjang lebar tentang demokrasi!"

Ismail Yusanto, jubir HTI lantang berteriak, "Alllahu Akbar! Sisstem Islam yang terbaik adalah Khilafah! Saya serukan semua anggota HTI untuk membebaskan Indonesia dari hegemoni asing. Turun semua di Pemilu. Kita pilih tokoh-tokoh Islam yang komitmen dengan Syariah dan Khilafah. Allaahu Akbar!"

Giliran Ketum Muhammadiyah, Prof. Din, "Bagi kami, sumber daya alam dikuasai asing adalah dosa besar. Haram hukumnya. Maka kita pilih pemimpin dan parpol yang peduli terhadap SDA! Jangan plin-plan. Tentukan sikap!"

Gus Sholah yang santun menegaskan, "Umat dibodohi dengan hanya dijatah BLT. Pesantren-pesantren dimarjinalkan perannya. Semua akibat pemimpin yang korup dan tak tahu diri. Ayo warga NU, penuhi TPS. Pilih pemimpin Asawaja."

Perwakilan Persis giliran orasi, "Kita sedih, Islam dan umatnya terus dihina. Pembangunan masjid kalah sama gereja. Saatnya bangkit bersama. Pilih pemimpin yang cinta agama!"

Giliran PKS, Presiden PKS Anis Matta berorasi, "Mari kita jadikan Indonesia sepenggal firdaus. Kita adalah gelombang ketiga. PKS siap berkolaborasi dengan seluruh elemen umat dalam bingkai Cinta-Kerja-Harmoni. Tegur kami dikala lupa janji. Ingatkan di kala khilaf. Jangan sampai kita menyesal, hanya karena kita lupa bahwa persatuan kita teramat berharga."

Pemilu pun berlangsung. Umat Islam dalam gabungan Parpol Islam memenangkan 49 % suara plus dari PAN-PKB.

"Bi, dah azan Ashar. Bangun...bangun...!"

Ternyata peristiwa tadi hanya mimpi.

nandang burhanudin

No comments:

Post a Comment