Pemakaman Unik Ala Masyarakat Desa Trunyan, Kintamani, Bali - Lifestyle, Passion and Habit

Latest

Menampilkan Lifestle Passion and Habit Penulis

Thursday, January 16, 2020

Pemakaman Unik Ala Masyarakat Desa Trunyan, Kintamani, Bali

Kalau denger kata pemakaman pastinya kita sudah kebayang kalau yang akan di lakukan adalah bisa dengan dikubur, atau dibakar (ngaben), nah  ini ni sobat birulangitid ada pemakaman yang unik banget g dikubur dan juga g dibakar. Kebayang g sobat.? Ini termasuk dalam budaya sebenarnya, pada penasarankan lets cekidot.
https://www.birulangit.id/
Pemakaman Uni Ala Masyarakat Desa Trunyan, Kintamani, Bali

Dikutip dari akun twitter @kemendikbud_RI, yang mengaploud sistem pemakaman yang unik ini. pemakaman ini berasal dari bali. 

Indonesia memiliki tradisi pemakaman beragam dan unik, salah satunya di Desa Trunyan, Kintamani, Bali. Di Trunyan, jenazah tidak dikubur atau dibakar (Ngaben), namun jenazah tersebut tidak berbau karena adanya pohon Taru Menyan. bunyi cuitan di @kemendikbud_RI.

Truyan sendiri merupakan nama sebuah desa di kintamani, Bali. Masyarakat Bali Aga di desa ini memiliki ritual khusus bagi masyarakatnya yang meninggal dunia. Disini orang yang sudah meninggal dunia tidak di kubur atau dibakar (ngaben), akan tetapi jenazahnya hanya di letakan diatas tanah.

Bagian wajah dari jenazah tidak ditutup alisa dibiarkan terbuka, dan bagian tubuhnya ditutupi menggunakan kain. Selanjutnya jenazah ditutup dengan menggunakan ancak saji yaitu anyaman bambu berbentu prisma yang berfungsi sebagai pelindung dari binatang liar, jenazah dibiarkan membusuk dan terurai, sampai tersisa hanya tulang kerangkanya.

Nah disini ni uniknya, tidak ada bau yang timbul dari proses pembusukan jenazah dari proses pembusukan jenazah di kawasan pemakaman Truyan. Bau wangi yang dihasilkan dari pohon-pohon taru menyan di area pemakaman diyakini masyarakat setempat sebagai penetral bau busuk ini. Area pemakaman Truyan khususnya area sema wayah, dimana semua jenazah diletakkan begitu saja tanpa dikuburkan memang banyak di tumbuhi pohon Taru Menyan.

Rupanya memang tidak semua orang yang meninggal dapat disemayamkan di sema wayah truyan. Hanya orang-orang yang meninggal secara wajar, telah berumah tangga, masih bujangan dan anak kecil yang gigi susunya sudah tanggal yang bisa dimakamkan di sema wayah. Jika yang meninggal adalah anak-anak atau bayi yang belum tanggal gigi susunya. Jenazahnya akan disemayamkan di sema muda.

Sedangkan orang-orang yang meninggal karena sebab tidak wajar, karena kecelakaan dan bunuh diri, atau meninggal dalam keadaan luka yang belum sembuh, akan disemayamnkan di sema bantas. Tiga jenis tempat pesemayaman tersebut diatur secara adat dan kepercayaan yang dianut masyarakat Truyan.

Waw unik banget kan sobat, ini merupakan tradisi dan budaya yang menjadi kearifan lokal, kalau birulangitid selaku orang kimia penasaran banget sama senyawa apa yang terkandung ditanaman Taru Menyan yang baunya bisa mentralisir bau busuk pada pembusukan jenazah.

No comments:

Post a Comment