Wapres Ungkap Strategi Pemerintah Antisipasi Gelombang PHK

Wapres Ungkap Strategi Pemerintah Antisipasi Gelombang PHK

Birulangitid- Ancaman resesi global pada 2023 bakal berdampak kepada pemangkasan jumlah karyawan melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) di banyak perusahaan di seluruh dunia. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan pemerintah terus meningkatkan implementasi program padat karya untuk menyerap tenaga kerja yang bakal terdampak.

Dikutip dari mediacenter.riau.go.id "Pertama memang pemerintah meningkatkan [program] padat karya dari berbagai proyek kita," ujar Wapres saat memberikan keterangan pers usai menghadiri acara Silaturahmi dengan Civitas Akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI), di Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip Minggu, 4 Desember 2022.

Wapres menyebut pemerintah bakal memanfaatkan dana desa. Terutama, untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengatasi pengangguran, dan menghapus kemiskinan ekstrem. 

"Kemudian juga dana desa, 40 persen nya juga (digunakan) dalam rangka (mendukung program) padat karya," ujar Wapres.

Wapres juga menjelaskan pemerintah juga mendorong tumbuhnya usaha lokal seperti UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. "Kita mendorong pertumbuhan ekonomi yang banyak seperti UMKM (dengan) melakukan berbagai pelatihan untuk menumbuhkan usaha-usaha lokal," jelas dia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan beberapa perusahaan tekstil berdasarkan laporan sejumlah asosiasi sedang mengalami kinerja yang melambat. Beberapa perusahaan sudah ada yang memangkas jam kerjanya menjadi 3-4 hari dan banyak tenaga kerja yang juga terdampak PHK. 

"Ini karena sektor ekspor mulai menurun tajam, sementara pasar domestik masih dikuasai oleh barang impor," ujar Muhadjir beberapa waktu lalu.