Friday, July 13, 2012

Aku Makin Bahagia


  • Aku Makin Cantik Hari Ini
    Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini!
    Sungguh, aku makin cantik! Lebih cantik dari
    kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-
    kemarinnya lagi. Coba lihat, dahiku tidak berkerut-
    kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari
    yang lalu. Bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan
    dan kemarahan seperti kemarin. Mukaku tidak lagi
    tertekuk penuh beban dan be BeTe an seperti waktu-
    waktu yang lewat. Tubuhku tidak lagi lesu karena
    keputus asaan dan kehilangan harapan.
    Sungguh, aku makin cantik hari ini! Coba perhatikan,
    mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan. Bibirku
    merekah lebar oleh senyum ketulusan. Pipiku merona
    merah oleh semangat pengharapan. Urat-urat
    wajahku santai memancarkan aura kepasrahan. Dan
    semuanya menjadikan wajahku berseri-seri. Sungguh,
    cantiknya aku hari ini!
    Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan
    menyanyi, menikmati hidup ini dan tidak membiarkan
    permasalahan mempengaruhi suasana hati. Ah,
    cantiknya diriku karenanya. Sudah sepekan aku
    berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua
    saudara. Dan itu telah membuatku lebih cantik hari
    ini. Sudah seminggu aku berusaha lebih banyak
    berderma pada sesama. Kini aku merasakan cantik
    sebagai balasannya. Sudah seperempat bulan aku
    berusaha lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi. Dan
    kini kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan
    menjadikanku cantik sekali.
    Bahagianya aku karenanya! Dan bahagia itu,
    kurasakan kian membuatku cantik saja.
    ***
    Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri. Ada
    kalanya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan.
    Ada kalanya kita melakukan kesalahan. Ada kalanya
    kita terpuruk dalam kepedihan. Ada kalanya kita
    tenggelam dalam kesedihan. Ada kalanya kita tak
    mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang
    kita bayangkan. Ada kalanya perjalanan menjadi
    demikian berat kita rasakan. Hingga sikap kita pun
    terbawa oleh perasaan.
    Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan.
    Tindakan yang dilakukan pun merupakan reaksi
    spontan. Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya
    penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam. Dan
    tahukah dikau? Semua itu akan menyebabkan
    penampilan dan tampang kita menjadi makin buruk
    saja.
    Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-
    masa seperti itu dengan elegan. Saat kita bisa
    menahan diri terhadapa sesuatu yang sangat kita
    inginkan. Saat kita bisa menghadapi segala
    permasalahan dengan tenang.
    Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan
    hambatan penyebab kesedihan. Hidup tidaklah berjalan
    seperti yang kita inginkan, karena itu melewati saat-
    saat yang tidak meneyenangkan adalah sebuah hal
    yang membahagiakan. Misalnya, sesungguhnya aku
    adalah seorang yang sangat emosional. Adalah
    membahagiakan bagiku ketika dalam banyak hal
    akhir-akhir ini aku dapat meredam emosiku.
    Dan itu membuat aku merasa cantik sekali. Aku
    adalah seorang yang sangat ekspresif, sehingga
    perasaan apapun yang tersimpan di hati akan
    nampak dengan jelas pada bahasa tubuh. Maka
    sungguh membahagiakan ketika dalam banyak hal
    kemudian aku dapat menyembunyikan perasaan yang
    sesungguhnya dan dapat tetap tampil stabil.
    Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya.
    Adalah hal yang menyenangkan ketika aku tidak
    panik, padahal aslinya aku adalah seorang yang
    gampang panik. Maka sungguh menyenangkan, ketika
    aku dapat mengontrol semua emosi, pikiran dan
    perasaan sehingga berhasil mengatasi diri sendiri.
    Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil
    mengalahkan diri sendiri. Ketika aku dapat
    melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar
    dalam hidupku.
    Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita
    lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia. Selama kita tak
    kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami,
    semua itu akan menjadi bukti sejarah atas
    pembelajaran hidup. Rasulullah bersabda, sesungguhnya
    seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak
    pernah berbuat kesalahan, namun mereka yang tiap
    kali melakukan kesalahan mengakuinya, menerimanya
    dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya,
    lagi dan lagi. Tak perlu ada sakit hati, tak perlu
    ada kecewa karena sesungguhnya segala sesuatu bagi
    orang muslim adalah baik saja, selama dia bersyukur
    tiap mendapat nikmat dan sabar saat tertimpa
    musibah.
    Karena itu, dengan bangga kunyatakan, aku makin
    cantik hari ini. Apakah engkau juga? Hei, jangan
    lupa, ingatkan daku jika engkau melihatku lebih jelek
    esok hari! — with Tiara Nurfadlia and Muhammad Rokhim Uchiha at blitar.

No comments:

Post a Comment