Thursday, July 26, 2012

Enjoy Life VII (Aku dan LDK 17)



“Enggak!! Pokoknya aku ga mau jadi anak MII (Lembaga Dakwah FMIPA UI), ga akan! Cukup sekali terjebak, Aku ga mau kayak mereka!  Teriakku dalam hati ketika melewati mushalla kampus.
 Ranah syiar yang selalu dianggap aneh dan dibenci teman-temanku di jurusan.
“Mereka itu hanya mau main di mushalla, eksklusive! kalau mengadakan acara tidak professional! dan hanya berbuat baik kepada sesame yang berjilbab gondrong (baca lebar) dan bercelana ngatung.” Kata-kata itu sering kali aku dengar ketika Aku bergabung dihimpunan mahasiswa di jurusanku. Aku bahkan termasuk orang berjilbab gondrong itu,tiba-tiba ikut membenci orang-orang yang biasa disebut sebagai ikhwan akhawat. Satu tahun berorganisasi dengan teman-teman satu jurusan dan jarang ke mushalla telah berhasil membuat teman-temanku menanamkan stereotif negative tentang ikhwan akhwat di pandanganku.
Perkenalkan Aku Hana Nurul Fatimah, Mahasiswa Angkatan 2008, jurusan Geografi FMIPA UI. Panggil saja aku Hana. Sekarang aku terjebak sebagai kepala keputrian di organisasi di jurusanku. Satu kata untuk amanah ini “Engaaaaaak!” Aku merasa menjadi tumbal teman-temanku yang selalu mengatakan  harus ada orang di himpunan untuk mengkondisikan agar HMG (Himpunan Mahasiswa Geografi)  ini  tidak “neko-neko.” Aku merasa ada di lingkungan yang menekanku, ketika Aku mengatakan untuk mengadakan kajian keislaman di jurusan, seluruh  mata BPH langsung menatapku seakan ingin membunuhku. Sejak saat itu, hilanglah sudah semangat untuk “mensyiarkan islam” di jurusan.
” BODO AMAT! Dengan amanah kaput, ga ada yang mau ngebantu, cukup tahun ini! Ga akan mau lagi ada di lembaga syiar jurusan atau fakultas!”keluh ku.   
Musim pergantian amanah telah tiba, Kak Gauss ketua bem itu telah diganti dengan Ody temanku satu angkatan. Begitu pula dengan MII LDK Mipa.Terpilihlah Saiful  sebagai Ka MII 2012 dan Rara, sebagai Kepala Keputrian.
Beberapa Hari Kemudian…
Nunu korwat PSDM terpilih mendekati Aku yang sedang duduk santai.
“Han, tahun ini mau ke mana? Ke MII ya,” rayu Nunu
“Enggak!, I’m enough with jurusan dan fakultas no! I want goes to SALAM UI menuju departemen tanpa ikhwan, departemen Kemuslimahan,”Kata Hana panjang lebar.
“Kenapa?” Tanya nunu.

“Enggak mau pokoknya, Hana ga mau di fakultas, di MII lagi!.” Jelas Hana.
“Enggak mungkin, udah banyak orang di sana,” jawabku singkat sambil terus pergi ngeloyor.
                 Liburan tuh habis itu, yippaaa!!!, pulkam, Hore ! kalau kata tasya libur tlah TIBA, hatiku gembiraaa! Begitu pula dengan Hana, yang masih menganggap dirinya anak kecil, selalu gembira dengan Holiday, bebas dari segala kerja  rodi tugas-tugas yang menumpuk tajam dan menyebalkan seperti monster itu.
Lalu mulai berdatangan  sms-sms tentang acara ini, agenda rihlahlah, pembubaran  dan banyak lainnya.
 Akan tetapi kata Hana “MALEEES !!! Bodo ! Lagi tidak bersemangat berorganisasi.”
Tiba-Tiba Message from Rara, dilayar HP.
“Pertanda Jelek!” kataku.
“Hana, apa kabar? Hana bantu Ra di MII ya,” tanya Rara lewat SMS
“ Baik Rara, lagi liburan di kampung, hmm bantu apa?” jawab Hana tidak ingin memperpanjang percakapan.
“ Bantu Mimi di Kemuslimahan, Hana kemarin kan anak Kemuslimahan,” jawab Rara.
“Ok, nanti saya ngelamar jadi staff Mimi,”said Hana tanpa sadar
“Ok Hana J” kata Rara.
 “ Tadi aku bilang apa ya sama Rara?” Hana berpikir bingung.
“Bodo’ah sekarang saat liburan bersantai-santai,” Hana cuek
 Berdatangan lah sms, intinya yang mau jadi pengurus MII, sms pilih bidang ini, bidang ini, kirim ke no 089xxxxxx.  Ntar lah gampang, males ngetik sms. Besok aja sms Mimi langsung mau jadi staffnya. Lagian dulu kan sama-sama departemen kemuslimahan,  so easy. Nice, lanjutkan liburan nan bahagia tanpa syurooo, kuliah dan kawand-kawandnya itu.
“ Yipppa, pagi !! Liburan, waktunya nonton TV, bahagianya hatiku”, kata Hana bahagia.
Liburan jaga jarak dengan HP! Awas, HP banyak panggilan :P
Trus pagi itu, lihat Hp, ada miscall Rara 2 kali
“Hohoho, kenape?? Ne Ibu Kaput MII miscall-miscall segala, aduuh serem!”, celetuk Hana.
“Jangan-jangan dia tahu lagi, Hana belum daftar jadi pengurus MII”, kata Hana.
 Huaaaa, besok sms Mimi, daripada di terooor, apalagi pake nelpon , males deh klo  ditelpon, nanti ga bisa ngeles klo di telpon
 Trus ada telpon , depan layar :  Rara calling …
“Aduuh ada ape?? Maless dah, tapi ga enak. Tapi biar ah, bodo! nanti juga lelah sendiri nelpon, “ kata Hana(jahat banget ya saya)
 Rara calling di Layar HP.
“itu Hp siapa yang bunyi??”Kata Mama sambil berteriak
Akhirnya Aku terpaksa harus mengangkat telpon dengan berat hati.
 “Han, jadi korwat di departemen Syiar Islam MII(selanjutny abaca DSI)  ya,  insyaallah ketua departemennya Hadi,” kata Rara tiba-tiba tanpa basa-basi
 “Hah yang bener aja Ra, korwat? ga salah orang tuh kamu, lagian ya Hana tuh gag ada pengalaman-pengalamannya di MII, Hana siap kok jadi staff Kemuslimahan, ne segera sms Mimi,” Kata Hana segera menimpali pertanyaan Rara.
“Dulu pernah jadi PO girl’s day, itukan acara MII, hayoo?” Kata Rara
“Itu  kecelakaan aja, mendingan cari yang lain. Trus itu, klo Hana  jadi korwat bakal gabut, Ra. Percaya deh, mending Rara pikirkan ulang, ok ! sip Ra, dah .. wassalamualaikum…” Kata Hana panjang lebar menjelaskan  (cepet-cepet tutup telpon, kabuuuur !)
 Esok hari…
Rara calling again, (hiks..hiks..angkat ga ya?? biarin dulu ah…)
Rara calling…..
Huaaa, jahat banget ya gue, tapi karna Hana masih ada sifat baik hati’nya , jadi diangkatlah telpon itu (bencana itu dimulai dari sini,  Upss!  kan amanah bencana, iya kan?)
“  Han, Yuni udah jadi korwat di jurusan, ga ada orang Han di DSI,” kata Rara

Diam agak lama dan “ masa sih Ra, cari lagi aja.., semangat Rara!!,” celetuk Hana dengan nada menyakinkan.
“Han bsok tuh udah launching, dan harus udah ada nama orang-orang’nya,” Rara memohon.
Diem “aduuuh  binguuung  ngeles apa lagi, Ya ALLAH bantu Hamba Mu ini, kejepiiit  neh!” Kata Hana dengan ALLAH
“ Hana ayolah  mau ya, nanti Ra bantu, banyak orang juga,” Rara meyakinkan. 
Akhirnya “ Hmm, iya deh, tapi tanggung akibatnya ya Ra, jangan nyesel nanti !” Hana menyerah dan pasrah pada nasib.
“ok,ok, jazakillah ukhty,” suara Rara terdengar lega.
            Pelajaran pertama : jangan tunda pekerjaaan (jangan ditiru yak ^^V),  coba kalau Hana langsung sms Mimi, jadi staff pasti punya alasan ngeles jadi Korwat hehey.
 Akhirnya menjadi korwat departemen Syiar Islam MII tahun 2011 berkoordinasi dengan Hadi Septian Gotama. Dan Aku berjanji untuk bertanggung jawab atas semua keputusan yang telah Aku ambil, baik yang aku anggap salah jalan maupun tidak.
Diawal terasa sangat berat dan menekan. Bahkan diawal proker, air mata sudah keluar. Ternyata aku perempuan biasa yang mudah sekali menangis jika ditekan. Akan tetapi Aku diingatkan lagi bahwa bersama amanah yang telah teremban ada sebuah komitmen. Teringat sebuah nasehat dari kaka kelas “komitmen itu tingkatannya jauh di atas suka. Kalau kita sudah komit pada sesuatu, kita hanya fokus pada pencapaian. Gak peduli alasan, halangan, rintangan. banyak kok, orang yang gak suka sama sesuatu, tetapi bahagia dengan hal itu karena komitmen yang dimiliki. Otomatis akan berusaha sekuat mungkin agar jadi suka.” Sebuah nasehat yang selalu Aku tekankan saat menghadapi masa-masa kritis kepengurusan maupun kepanitian.
Akhirnya 1 Januari 2012, Serah terima amanah MII 2011 ke MII 2012…
Terlihat wajah-wajah sembab dan air matayang bercucuran. Salah satunya ani, staff Aku. Ani yang paling deras air matanya diantara semua pengurus yang menghadiri sertiam hari ini.
Tiba-tiba datang dan memelukku.
“Kak Hana, maaf ya kak, ani belum bisa jadi staff yang baik, suka kabur. Ani ngerasa belum ngapa-ngapain tiba-tiba udah selesai aja kepengurusab kita,” kata Ani sambil yang matanya menganak sungai.
“Iya say, maaf’in kaka juga ya, belum bisa jadi kaka yang baik, yang mengayomi dan menjadi teladan buat kalian,” balas ku dengan mengharu biru di hati.
“Kaka kita harus terus jaga silaturahmi, walaupun udah ga di MII lagi tahun ini, tapi jiwa ani tetap MII kok ka,” kata Ani.
Bahagia sekali mendengar kata-kata ini. Membuatku tidak menyesal telah tercebur di MII tahun ini.
Di hari yang berbeda saat pembubaran departemen syiar islam di sebuah tempat makan.
“Kaaaaaaaaaaaak, makasih ya udah buat aku ga menyesal masuk MII, jadi anak DSI,” kata rahma.
“Rahma suka DSI kekeluargaan banget kak,” Rahma kembali berucap.
Sungguh terharu mendengar kata-katanya, agak malu jika ingat dulu pas diawal-awal setengah hati menjalani amanah ini.
pelajaran kedua : Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu, dan boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu (Al-Baqoroh :30).
Pelajaran ketiga : Hana punya rencana, ALLAH punya rencana, dan Rencana ALLAHlah  yang rencana terbaik  J. Itu namanya takdir. Ternyata takdirku ada di MII.
Jadi pelajaran yang bisa didapat apa yak?? Hmmm percaya aja kali ya, sama segala sesuatu yang menimpa hidup kita adalah takdir terbaik yang telah diberikan ALLAH Azza Wa Jalla, mungkin itu cara ALLAH membina qt menjadi lebih baik, walaupun terkadang dihadapkan pada pilihan yang “tidak kita sukai” mungkin berkomitmen percaya ini yang terbaik, melakukan yang terbaik dan belajar menyukai adalah pilihan yang tepat ^^.
            Semangaaaat!! Hidup memang tak pernah datar. Namun jika diberi kebahagiaan, kita lupa diri. Ketika diberi kesulitan, qt mengeluh. Jadi yang terpenting bukanlah apa yang terjadi  dalam hidup, tapi bagaimana cara kita menyikapi segala “suguhan” Illahi dalam perjalanan hidup kita.
SELAMAT mewarnai, memaknai dan menikmati hidup ^^ ini, kisahku, bagaimana kisahmu???
==============================================================================Nama  : Nurul Farhanah H, Jurusan : Geografi FMIPA UI Angkatan 2008
FB : nurulfarhanah03@gmail.com /Twitter :nurfa_nf
Amanah : Deputi Internal Departemen Kemuslimahan SALAM UI 2012



No comments:

Post a Comment