Enjoy Life VII (Aku dan LDK 20) - Lifestyle, Passion and Habit

Latest

Menampilkan Lifestle Passion and Habit Penulis

Monday, August 6, 2012

Enjoy Life VII (Aku dan LDK 20)




Kuretas Jalan Dakwah Impian

Siang itu, selepas sholat dzuhur kumerebahkan tubuhku di dalam kamar sambil merenung akan arah tujuan hidupku, kemana hidup ini akan kubawa, tiba-tiba HPku berdering. Aku penasaran siapa yang meneleponku. Setelah kuangkat, ternyata Ust. Cita. Beliau dulu adalah Murabbiku waktu aku SD. Beliau memberitahuku jika pada tanggal 28 Juli – 01 Agustus 2007, akan di adakan Forum Silaturrahmi LDK Nasional (FSLDKN) ke XIV di Universitas Lampung (UNILA), yang artinya kurang 6 hari lagi. Aku yang waktu itu masih duduk di semester II setengah kaget bercampur bingung. Kata LDK sangat asing bagiku, aku kemudian bertanya kepada beliau apa itu LDK. Akhirnya, beliau mengajakku bertemu untuk menjelaskan kepadaku apa itu LDK serta memberikan gambaran kegiatan FSLDKN XIV.
Setelah bertemu dan mengobrol ringan, beliau mulai menjelaskan secara umum apa yang menjadi pertanyaanku tadi. Beliau menuturkan bahwa LDK adalah UKM di Perguruan Tinggi yang bergerak di bidang kerohanian islam, jika di tingkat SMA namanya SKI. Aku baru mulai faham apa itu LDK, ternyata seperti SKI di tingkat SMA. Adapun FSLDK adalah forum silaturrahmi LDK, di tingkat nasional disebut dengan FSLDKN, sedangkan di satu wilayah regional disebut FSLDKD.
Kemudian beliau memberikan informasi jika kampus STKIP PGRI Trenggalek mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan FSLDKN XIV di UNILA. Aku diminta mewakili kampus untuk menghadiri acara tersebut. Aku langsung terperanjat mendengar permintaan beliau. Aku bertanya “Mengapa aku yang diminta mewakili kampus?”. Beliau menjawab jika teman-teman mahasiswa yang ada kepedulian pada dakwah kampus pada tidak  bisa berangkat. Selain itu, beliau berharap ada pemerataan pengalaman, mengingat pada beberapa waktu sebelumnya beliau dan empat temannya sudah berangkat mengikuti PMLDK di Universitas Muhammadiyah Malang.
Akhirnya, aku menerima permintaan beliau untuk berangkat mengikuti kegiatan tersebut. Beliau juga berharap kepulanganku dari FSLDKN ke XIV nanti setidaknya membawa sesuatu yang dapat dijadikan bekal untuk mendirikan LDK di kampus STKIP PGRI Trenggalek. Sungguh suatu amanah yang berat bagiku mengingat aku masih belum faham betul akan LDK, namun kepulanganku dari kegiatan tersebut sudah dinanti sebuah harapan besar umat yaitu berdirinya wadah aktivitas dakwah di kampus tercinta.
Setelah dirasa cukup, akhirnya kami sepakat mengakhiri pertemuan untuk kemudian kembali beraktivitas masing-masing. Sambil mengayuh sepeda dan mungusap peluh di wajahku, aku terus membayangkan alangkah indahnya kampusku jika gema syi’ar dan dakwah islam telah berkibar.
Esok harinya Ust. Cita mengajakku menghadap ketua kampus untuk mengajukan proposal kegiatan pengiriman FSLDKN XIV. Alhamdulillah beliau sedang berada di tempat. Setelah mengetok pintu ruangan ketua kampus, beliau mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam ruangan beliau. Subhanallah, beliau menerima kami dengan hangat, sehangat hamparan karpet yang terhampar di ruangan beliau. Setelah saling menyapa kemudian beliau bertanya apa maksud dan tujuan kami menghadap.
Ust. Cita kemudian menyampaikan jika kampus STKIP PGRI Trenggalek mendapat undangan FSLDKN XIV. Beliau sangat antusias mendengarkan apa yang disampaikan Ust. Cita. Maklum, kampus kami adalah kampus kecil sehingga ketika mendapat undangan sekelas nasional sangat gembira rasanya. Setelah menerima proposal kami dan membacanya, beliau langsung menyetujuinya. selanjutnya kami diminta menemui Kabag keuangan kampus untuk pencairan dana. Tidak lupa beliau berpesan kepadaku selama di kegiatan nanti agar menjaga nama baik almamater dan agar membawa hasil yang positif dari kegiatan yang akan aku ikuti.
Sungguh bahagia perasaan kami atas dukungan ini, lancarnya proses pencairan dana dan besarnya dukungan serta harapan warga kampus akan adanya nuansa keislaman di kampus menambah semangat dan niatku untuk segera berangkat menuju Lampung.
Dua hari sebelum pelaksanaan, tiba saatnya aku memulai perjalanan untuk berangkat mengikuti kegiatan yang sangat aku nantikan. Setelah berpamitan dengan kedua orangtua dan keluargaku, aku berangkat menuju UNAIR untuk bergabung bersama sahabat-sahabat LDK Surabaya dan sekitarnya.
Setelah menginjakkan kakiku di kampus UNAIR untuk yang pertama kalinya, pandanganku langsung terasa sejuk. Panorama pemandangan yang indah nan asri menghiasi bangunan-bangunan kampus yang megah dan kokoh. Aku mulai melangkahkan kakiku menuju masjid kampus tersebut. Setelah mengisi daftar hadir, aku dipersilahkan istirahat. Ku rebahkan badanku di salah satu sudut masjid sambil memandangi indahnya suasana kala itu sampai akhirnya aku terlelap.
Tiba-tiba terdengar suara adzan ashar berkumandang membangunkanku. Sambil kudengarkan adzan, aku melihat para mahasiswa berduyun-duyun mendatangi masjid. Subhanallah, suasana seperti inilah yang sangat aku rindukan. Suasana bersegera ketika mendapat panggilan cinta dari Allah. Dalam hati aku bertanya kepada diriku sendiri, “apakah kampusku nanti bisa seperti ini?” aku sangat yakin bisa terwujud jika sungguh-sungguh. Setelah mendengarkan adzan, aku mengambil air wudhu bersama sahabat-sahabat LDK kemudian mengikuti sholat berjamaah. Setelah sholat selesai kami tunaikan, para peserta yang akan berangkan ke Lampung berkumpul untuk mendapatkan pengarahan dan tausiyah dari Pembina LDK UNAIR.
Malam harinya, diadakan kegiatan ta’aruf antar peserta yang akan berangkat. Masing-masing peserta menyampaikan kisah perjuangan dan perkembangan LDKnya. Aku terhanyut mendengarkan penyampaian teman-teman, mereka sangat luar biasa dalam memperjuangkan dakwah Islam di kampusnya. Hingga tanpa terasa tiba giliranku, aku bingung apa yang mau aku sampaikan, LDK saja belum ada.
Dengan setengah grogi kuperkenalkan diriku kepada temn-teman, kusampaikan jika aku belum ada pengalaman di LDK karena tujuanku dikirim dalam kegiatan di Lampung nanti adalah untuk mendapatkan bekal yang dapat dijadikan modal mendirikan LDK. Sontak teman-teman langsung meneriakkan takbir. Mendengar takbir teman-teman jantungku langsung berdebar, kemudian mereka memberikan dukungan, semangat dan motivasi agar aku terus melangkah bersama teman-temanku yang punya niatan mendirikan LDK.
Tanpa terasa malam semakin berlarut hingga akhirnya acara disudahi. Esok harinya sekitar pukul dua pagi, kami berangkat menuju Lampung dengan menggunakan bus. Walau mata masih terasa kantuk, tapi rasa semangat yang meluap menjadikan kami terus menjaga asa dan harapan. Seletah menyusuri pulau Jawa dan menyeberangi selat Sunda, akhirnya kami tiba di Asrama Haji Bandar Lampung yang berdekatan dengan kampus UNILA pada tanggal 28 Juli 2012 sekitar pukul 10.00 WIB.
Setelah melakukan registrasi, kami langsung bergerak menuju tempat acara di aula. Subhanallah, lagi-lagi kalimat itu keluar dari lisanku ketika aku menyaksikan lautan pejuang dakwah memenuhi aula yang sangat luas itu. Tersirat optimisme dan keyakinan yang sangat kuat dari wajah mereka. Aku duduk di kursi agak belakang, setelah meletakkan tas dan mengambil alat tulis, kusapa sahabat baru di samping kanan-kiriku kemudian aku kembali fokus pada materi, karena aku sadar aku dikirim kesini bukan untuk santai-santai atau rekreasi, tapi untuk mencari bekal-bekal yang dapat kami jadikan mendirikan LDK.
Hari demi hari aku lalui dengan penuh semangat tinggi. Ketika waktu-waktu luang kugunakan untuk mendatangi sahabat-sahabat senior LDK seperti dari ITS, UNAIR, UNIBRAW dan ITB untuk meminta arahan dan petunjuk dalam mendirikan sebuah lembaga dakwah kampus baru. Banyak sekali ilmu baru yang aku dapatkan dari beliau-beliau waktu itu. Tidak lupa aku meminta contoh file dokumen-dokumen pendirian, contoh kegiatan dan pedoman pengelolaan LDK. Alhamdulillah, secercah harapan baru mulai terlukis di wajahku karena misi utamaku untuk mendapatkan bahan pendirian LDK berhasil kudapatkan.
Tanpa terasa malam terakhir FSLDKN XIV sudah menjumpai kami. Sekitar pukul 22.00 WIB, aku berjalan menuju kamar untuk beristirahat, setiba di kamar ternyata ada saudara baru yang ikut menginap di kamar sehingga kapasitasnya tidak cukup. Akhirnya aku mengalah dan keluar mencari tempat tidur baru. Ketika melewati bazar ada seseorang yang menyapaku dan mengajak berkenalan. Akhi Nazar namanya, dia merupakan penjaga bazar UNILA, akhirnya aku mampir ke stand bazarnya dan saling berbagi kisah dan pengalaman. Aku bersyukur dengan tidak jadinya aku beristirahat di kamar, aku dipertemukan dengan seorang sahabat yang banyak memberikan bekal-bekal perjuangan melalui untaian kata-katanya.
Tanpa terasa waktu menunjuk pukul 01.00 WIB dan kami memutuskan untuk istirahat. Aku meminta izin untuk ikut menumpang tidur di bazarnya. Walau beralaskan tikar dan dinginnya angin yang menusuk kulit malam itu tidak kami hiraukan karena kantuk yang teramat sangat. Sambil kurebahkan tubuhku, kupandangi bintang-bintang di langit yang begitu cerah, secerah harapan dan dakwah islam nantinya.
Esok harinya, tiba saatnya penutupan acara berlangsung. Para peerta mulai memadati aula untuk mengikuti penutupan. Setiap tahapan acara berlangsung dengan khidmat dengan hiasan pekikan takbir dari peserta. Selesai penutupan, peserta saling mengucapkan salam perjuangan. Suasana begitu haru dan senang terasa hingga ke dalam hatiku. Haru karena aku akan berpisah dengan sahabat-sahabat baruku yang luar biasa, dan senang karena aku akan kembali ke kampusku tercinta dan membangun LDK baru bersama sahabat-sahabatku disana.
Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya aku kembali ke tanah kelahiranku, kota Trenggalek yang sangat aku rindukan setelah sekian hari aku tinggalkan. Setelah cukup beristirahat aku segera membuat laporan dan menyusun rencana tindak lanjut. Beberapa hari kemudian aku, Ust. Cita, Akh Zainal dan Akh Saeroji bertemu untuk membahas pendirian LDK. Pertemuan kami awali dengan ta’aruf karena selain Ust. Cita, aku belum mengenal mereka dengan baik. Tukar pengalaman waktu kegiatan PMLDK dan FSLDKN berlangsung santai dan menyenangkan, hingga pada kesimpulan untuk segera mendirikan LDK.
Setelah segala persiapan pendirian selesai, akhirnya tepat pada 10 Januari 2008 bertepatan dengan tanggal 01 Muharam 1429 H berdirilah LDK baru yang bernama LDK FADI di kampus STKIP PGRI Trenggalek. Lembaga yang akan terus mensyi’arkan dan senantiasa menghijaukan kampus dengan dakwah dan nilai-nilai kehiduan islami. Disitulah harapan kami berkumpul untuk bersatu memperjuangkan agama Allah. Semoga lembaga dakwah ini terus tumbuh dan berkembang menjadi lembaga yang bermanfaaf, dapat dibanggakan oleh umat serta dapat dirasakan manfaatnya terutama masyarakat kampus. Allahu Akbar ...!!

(3)


BIODATA


Nama Lengkap          : Titis Ismail Arafat
Angkatan                   : 2006 – 2007
Jurusan                      : Pendidikan Bahasa Inggris (PBI)
FB                               : ismadahsyat@yahoo.com
Twitter                       : titisdahsyat@gmail.com (titis dahsyat)
Blog                            : www.titisdahsyat.blogspot.com
Amanah                     : Sekretaris Alumni LDK FADI STKIP PGRI
  Trenggalek 2010 – sekarang


No comments:

Post a Comment