Sunday, November 25, 2012

Enjoy Life VII (Aku dan LDK 26)


BROKEN HEART PENYEBAB HIDAYAHKU
Dalam suasana malam dengan guyuran hujan yang sangat deras dengan disertai suara petir yang menggelegar mengingatkanku tentang peristiwa masalalu, sebuah peristiwa pahit yang mengantarkanku mendapatkan hidayahNya. Sebuah nikmat yang sangat patut untuk disyukuri karena Allah telah mempertemukanku dengan komunitas orang – orang sholih di jalan dakwah ini melalui kesakitan yang ku rasakan.
Semuanya bermula ketika mas Amin mengakhiri hubungan kami. Awalnya aku tak percaya mas Amin mengatakan itu, karena kefaqihan agamanyalah, akhirnya dulu pilihan itu jatuh padanya. Tak pernah terbersit dia akan meninggalkanku, lagi – lagi karena aku yakin dengan kebaikan agamanya tak mungkin dia khianat, apalagi kalau aku menyaksikan bagaimana dia selalu menjaga amalan-amalan  sunnahnya, duhhh...semakin membuat diri ini kagum dan beruntung mempunyai calon suami sepertinya. Tapi harapan itu sirna ketika mas Amin harus menikah dengan wanita lain. Tak mampu aku menafsirkan bagaimana perasaanku ketika itu. Sedih, jengkel, marah, bahagia semuanya menjadi satu. Aku sedih, jengkel,dan marah karena mas Amin memutuskanku tapi disisi lain aku juga tak bisa menyalahkannya. Aku juga turut bahagia atas pernikahannya, di usianya yang terpaut 10 tahun denganku adalah usia yang cukup matang untuk segera menikah. Terlalu egois rasanya ketika aku memintanya untuk menungguku sampai lulus kuliah walaupun aku tahu dia sanggup untuk melakukannya. Tapi bagaimana dengan keluarganya? terlebih dengan abahnya yang menginginkan agar mas Amin segera menikah. Akhirnya mas Amin menikah dengan pilihan orang tuanya.
Dalam kondisi rapuh ketika itu, beruntung Allah mencondongkan hatiku kepada kebaikan. Masih ada semangat dalam diri untuk menghadiri kembali majelis-majelis ilmu walaupun dengan tertatih-tatih, ada harapan luka hati itu bisa sembuh ketika bergabung dengan komunitas yang baik dan alhamdulillah sekarang terbukti ternyata Allah benar, tak pernah ada yang salah dengan ketetapanNya, semuanya adalah yang terbaik dan sesuai tak pernah tertukar.
ketika aku mulai bergabung di sebuah lembaga dakwah kampus dimana aku menuntut ilmu disana, terasa begitu tenang hati ini ketika tidak lagi melulu menuruti hawa nafsu.Perlahan ingatan tentang mas Amin mulai pudar terkikis dengan konsentrasiku menjalankan amanah di lembaga dakwah kampus.    Program-program yang sudah diagendakan dilaksanakan dengan baik. Apresiasi para mahasiswa terutama anggotanya juga cukup baik untuk ukuran daerah kami. Sehingga hampir tak ada hambatan yang berarti untuk menjalankan amanah kami masing-masing.
Ada berbagai program yang menjadi target dakwah pada LDK kami, antara lain : terdiri dari 3 macam kajian yaitu Kajian Muslimah ( KAMUS ), Kajian Ikhwan ( KAWAN ), dan Kajian bareng ( KABAR ) rutin dilaksanakan tiap pekan yang merupakan sarana untuk meningkatkan tsaqofah islamiyah kami. Ada kegiatan dakwah goes to school yang baru pertama kali kita laksanakan ramadhan kemarin di salah satu sekolah menengah negeri,tak luput juga kegiatan tadabur alam untuk menikmati, mensyukuri, tafakkur dengan alam sebagai ciptaanNya yang maha karya,the annual ifthar, act muslimah,baksos, dan banyak lagi program- program lainnya yang semuanya itu tidak berhenti hanya sebatas program saja dengan acara yang sukses dan banyak dihadiri mahasiswa melainkan harus ada perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Alhamdulillah itu telah terjadi pada kepengurusan kemarin.
 Aku bersyukur dan bahagia dengan rencana Allah yang begitu indah untukku. Melalui sakitnya perpisahan dengan mas Amin Allah menggantinya dengan yang jauh lebih baik untukku. Sebuah hidayah yang teramat mahal harganya. Terima kasih Robbi,.... semoga keistiqomahan ini terjaga!!!
Banyak pelajaran berharga yang bisa diambil ketika aku bergabung di sebuah LDK. Dengan bekal pemahaman yang diperoleh dari setiap kajian rutin yang di ikuti tiap pekan berpengaruh baik pada pola hidupku, merubah sudut pandangku yang dulunya selalu ingin dimengerti orang lain, kini orientasinya bukan demikian melainkan bagaimana aku mengerti mereka bukan bagaimana mereka mengerti aku. Aku benar – benar merasa hidupku lebih berarti ketika aku menemukan inilah jati diriku disini. Begitu juga halnya dengan pemahaman tentang agama islam yang semakin luas sehingga dengan sungguh – sungguh pula aku berusaha untuk merealisasikannya ke dalam kehidupan nyata. Dalam waktu yang relatif singkat selama satu tahun aku bergabung di barisan ini, rasanya cukup berarti atas warna yang telah mereka lukiskan di kehidupanku. SEBUAH POLESAN SEMPURNA, sebuah Polesan yang bukan untuk menyamarkan atau bahkan menipu siapa yang melihatnya, melainkan polesan yang menghilangkan noda kusam secara perlahan sehingga yang terlihat hanyalah kilau yang terpancar dari mulianya akhlak seseorang. The amazing, pengaruh itu sungguh kuat untuk pembentukan karakter pada masing – masing ADKnya.
Namun, meski demikian aku tak memungkiri adanya fluktuaktif keimanan. Tak jarang aku merasa bosan dengan aktivitas monoton yang ku lakukan di jalan ini. Terlebih ketika ada gesekan yang terjadi pada masing – masing ADK nya . Hmmmm... rasanya ingin keluar saja dari barisan ini. Ketika hal itu terjadi syetan seolah- olah mendukung penuh atas keinginan yang terbersit di hati. Mereka si syetan berusaha membisiki dalam hati dan pikiranku. Mereka berkata, “ lihatlah mereke para pemuda pada umumnya, mereka sangat menikmati sekali masa- masa mudanya. Apakah kamu tidak menginginkannya juga ?”. hampir saja aku terbujuk rayuannya jika tidak ada pertolongan dariNya tapi alhamdulillah mungkin inilah manfaat dari sebuah jam’ah, ketika ada perlakuan dari kita yang sedikit melenceng dari yang disyari’atkan, maka ada saudara kita yang mengingatkan dan menguatkan. Sehingga jika ada salah satu diantara kami yang sedang futur, maka sebagai saudara yang dipersatukan oleh kesamaan akidah ini tidak akan membiarkan saudaranya berlama-lama dalam masa kefuturannya. Karena ikatan cinta yang begitu kuat dan kerinduan untuk berkumpul bersama-sama orang yang dicintainya di JannahNya kelak menjadikan kami tidak rela hanya menjadikan kesholihan pribadi tanpa ada manfaat untuk orang disekitarnya. UHIBBU ILAIK YA UKHTI ...!!!
Rupanya semakin lama diri ini berazzam untuk selalu komitmen menempuh di jalan ini, maka makin berat pula  untuk  istiqomah. Trik – trik syetan dalam menggoda pun sangat halus,mereka turut mengalir disetiap aliran darah manusia. Coba lihat saja, bagaimana si iblis laknatullah itu begitu lihai mencari teman – temannya kelak untuk mendampinginya di neraka. Diantara bujuk rayunya yang merebak dikalangan aktivis dakwah adalah sebagai berikut :
1.        Ketika si akhwat tak bisa di goda dengan tampilan seorang pemuda yang “tampan dan gaul ala artis Korea “ maka akan berbeda ceritanya jika yang ditampilkan dihadapannya itu adalah seorang ikhwan yang berjenggot panjang. Maka syetan dengan PDnya mengatakan, “ masihkah kamu bisa lepas dari godaanku, aku tahu yang kamu mau …he…he…?”. Jadi, teruntuk semua saudaraku di kabilah ini, jika perasaan “aneh- aneh” itu hadir. Segera tundukkan pandangan dan beristighfar sebanyak – banyaknya!
2.        Atau ketika diadakan Syuro’, dimana dalam syuro’ itu dihadiri oleh ikhwan dan akhwat untuk membahas sebuah program yang akan dilaksanakan. Lagi – lagi syetan turut mengambil kesempatan itu. dia mencari peluang kapan sekiranya dia bisa melakukan misinya. Nah … ketika dalam syuro’ itu terjadi gesekan antara masing –masing ADKnya langsung saja syetan beraksi. So bagi saudara-saudaraku yang sedang berbeda pendapat dalam setiap syuro’, sadarilah bahwa itu adalah hal yang wajar, jangan biarkan Syetan memenangkan atas misinya mencari teman di neraka kelak dengan antum memutuskan mandeg* untuk tidak lagi bergabung di barisan ini. Keep hamasah n istiqomah!!!
Akhirnya kita semua berharap, semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita, mencondongkan hati – hati ini kepada kebaikan dan tak henti – hentinya selalu menebar manfaat untuk orang lain agar menjadi sebaik- baik manusia dan pantas menyangdang sebuah gelar kholifah fil ard.
 Jadi teringat seorang akh pernah mengirimkan sebuah pesan untuk direnungkan dalam sebuah layanan Short Message Service (SMS) yang isinya:
 “ dakwah adalah CINTA, dan cinta akan MEMINTA semuanya darimu.sampai perhatianmu, berjalan, duduk, dan tidurmu, bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun ttg dakwah. Ttg ummat yg kau cintai ( ust. Rahamat Abdullah). Ketika dakwah adalah cinta, ia mengubah sisi takut menjadi pemberani, mengubah kelemahan menjadi kekuatan, serta melipatgandakan kecerdasan. Cintailah dakwah dan cintailah ummat yang kau dakwahi, LALU PERHATIKAN APA YANG TERJADI….!!1

Yah… itulah sebuah nasehat untuk kita semua, khususnya para aktivis dakwah kampus untuk senantiasa berdakwah, menyeru kepada jalan Allah bil hikmah wal mau’idhotil khasanah, mencintai ummat yang di dakwahi sehingga islam akan segera menemui kemenangan dan kejayaannya. Aamiin
*) bahasa jawa yang artinya berhenti
Notes : untuk ikhwahfillah yang tergabung di Forum studi Islam Ilmu Pendidikan ( FORSIIP ) tetap SMANGADDD….segera BASMI dan LENYAPKAN virus ANDILAU !!!


 

No comments:

Post a Comment