Thursday, November 22, 2018

Menelusuri Al-Qahwah (Kopi) Dari Abad ke Abad Bagian 1

Qahwah atau kopi pertama kali ditemukan oleh seorang Waliyullah dari Yaman bernama Syeikhul Kabir Ali bin Umar Asy-Syadzili. Kemudian disebarkan ke berbagai tempat oleh Quthubul Ma’la Imam Abu Bakar Alaydrus.
 
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menyatakan bahwa menggunakan sesuatu yang mubah untuk kebaikan akan bernilai pahala. Para Sufi dan Ulama sangat menggemari kopi karena dapat memberikan semangat mereka dalam menimba ilmu dan beribadah malam. Sayyidil A’dzam Imam Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas (Guru Futuh Imam Ali Shohibul Maulid) biasa meminum kopi seusai melaksanakan Qiyamul Lail, sebelumnya beliau akan membaca Fatihah sebanyak tiga kali.

Pertama khusus dihadiahkan untuk Sayyidina Faqih Muqaddam, kedua untuk Syeikh Ali bin Umar As-Syadzili selaku penemu kopi dan maha gurunya, Quthub Akbar Imam Abu Hasan Asy-Syadzili Al-Hasani, ketiga untuk semua kaum Muslimin.

Demikian pula Sayyidina Syeikh Abu Bakar bin Salim, beliau amat menyenangi kopi dan terbiasa duduk dari fajar hingga menjelang Dzuhur dengan suguhan kopi di depannya. Beliau juga banyak menyarankan orang untuk meminum kopi dengan niat menyegarkan stamina tubuh kala beribadah kepada Allah. Minuman yang paling populer di rumah dan majelis-majelis Syeikh Abu Bakar bin Salim adalah kopi. (Dinukil dari buku “Sosok Kebanggaan Umat, Syeikh Abu Bakar bin Salim, Manaqib dan Sejarah Hidupnya” terjemah kitab “Fakhrul Mawalim Fi Manaqib Syeikh Abi Bakar bin Salim” hal. 119-121 karya Sayyid Mustafa bin Idrus Al-Khirid)

Sayyid Ahmad bin Ali Al-Qadimi bertemu dengan Rosulullah SAW dalam keadaan terjaga (yaqodzotan), dia berkata : “Wahai Rosulullah, aku ingin mendengarkan sebuah hadits dari’Mu langsung, dengan tanpa perantara”.Rosulullah SAW bersabda : “Aku mengajarkan kepadamu tiga hadits. 
Pertama : “Selagi aroma kopi masih melekat pada bibir / mulut manusia maka para Malaikat akan selalu beristighfar (memintakan ampun) kepadanya.”

Ke-dua : “Siapa yang mengambil (membawa) tasbihnya untuk berdzikir, maka ditetapkan baginya termasuk orang yang banyak berdzikir / ahli dzikir,dia gunakan berdzikir atau tidak melakukan dzikir.”

Ke-tiga : “Siapa yang berkumpul /semajlis dengan waliyullah (kekasih Allah) baik dalam keadaan hidup atau setelah wafat maka dia bagaikan menghamba kepada Allah hingga bumi terbelah-belah (diampuni dosanya dan ditulis beribadah dari lahir sampai mati)”.
Dan lagi berkata Al-Imam Al-Quthb Al-Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-‘Athos (Qaddasallaahu sirrah) :

“Sungguh semua tempat yang tidak dihuni manusia akan dihuni bangsa Jin, dan tempat yang dipakai buat ngopi tidak akan dihuni oleh bangsa Jin , bahkan tidak akan didekati oleh mereka.” Apalagi sewaktu mau minum kopi yang disediakan dimajlis ilmu lalu berniat (berdoa apa yang dipinta) insya Allah cepat qobul, ujar Abah Guru. 

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم .

Diriwayatkan Alhabib Abdullah bin Alwi Al-Haddad sohibul “Rotib Haddad” Mimpi bertemu dengan Rasulullah صلى الله عليه و سلم.

Didalam mimpinya Habib Abdulloh berkata:
“Ya Rasulullah berilah aku satu ucapan-MU /Sabda-MU yang belum pernah engkau sampaikan kepada para Sahabat, aku minta khusus buatku langsung dari Engkau YaRasulullah. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda yang artinya :

1.Siapa yang memegang tasbih maka dia dicatat sebagai orang yang bertasbih meskipun dia tidak bertasbih.
2.Siapa yang minum kopi selama aroma kopi itu masih ada dimulutnya Malaikat memintakan ampun.”(kopi untuk pengajian/qiyamul lail) dapet Istighfarnya Malaikat.
3.Barang siapa mengunjungi seorang Wali yang masih hidup maupun telah meniggal dunia, maka ibadahnya mengunjungi wali itu lebih baik dari pada ibadah selama 70 tahun sampai tulangnya putus-putus.

No comments:

Post a Comment