Wednesday, October 23, 2019

Ini Loh Susunan Kabinet Indonesia Maju dan 7 Pesan Presiden Untuk Para Menteri

Ini Loh Susunan Kabinet Indonesia Maju dan 7 Pesan Presiden Untuk Para Menteri
Ini Loh Susunan Kabinet Indonesia Maju dan 7 Pesan Presiden Untuk Para Menteri
Selamat pagi sobat birulangit, pasti semuanya pada g sabar nungguin siapa pengelola negeri ini 5 tahun kedepan, hari ini secara resmi Presiden Jokowi akan mengumumkan nama-nama menteri di kabinetnya. Nah berikut adalah susunan kabinet Presiden Jokowi di periode ke-2 ini. Oh ya ini sumbernya kami ambil secara real time dari twit Sekretariat Kabinet: Cekidot

Kabinet 2019-2024 ini di namakan #KabinetIndonesiaMaju. Yang Dalam jangka pendek, lima tahun kedepan akan fokus pada penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya, pemberdayaan usaha kecil dan menengah dan melalui pengembangan SDM dan peningkatan investasi.

Berikut susunan kabinetnya:

1.  Prof.Dr. Mohamad MAHFUD MD sebagai Menko Polhukam. 
Sudah terkenal. Pengalaman sangat lengkap, Profesor hukum, DPR, Menteri, ketua MK, Pengarah BPIP.  Akan bertugas membuat terobosan dan mensinergikan kementerian untuk menciptakan kepastian hukum, anti-korupsi, lawan mafia, deradikalisasi, antiterorisme

2. Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian. 
Mantan Menteri Perindustrian. Jago dan pengalaman dalam industrialisasi, perdagangan, pemberdayaan ekonomi rakyat. Akan bertugas membuat terobosan dan mensinergikan kementerian untuk tingkatkan peluang kerja, turunkan current account defisit dan kembangkan industrialisasi orientasi ekspor dan substitusi impor

3. Prof Muhadjir Effendy, sebagai Menko PMK. 
Guru Besar, Mantan Rektor, Mendikbud selama 3 tahun terakhir. Akan bertugas membuat terobosan dan mensinergikan kementerian mengawal akselerasi pengentasan kemiskinan, revolusi mental, toleransi dan solidaritas nasional.

4. Luhut Binsar Pandjaitan. Sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi. 
Terobosan untuk indonesia sebagai poros maritim dunia, tangani hambatan investasi dan realisasi komitmen investasi besar.

5. Prabowo Subianto. Menteri Pertahanan. 

6. Pratikno, Mensesneg.
 Menjamin lalulintas kebijakan antara Presiden dengan Kabinet dan antara Presiden dengan lembaga-lembaga lain berjalan dengan baik 

7. Muhammad Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri. 
Reformasi dan sinergi dengan pemerintahan daerah, mengenai data kependudukan e ktp dibawah kewenangan beliau termasuk Kepastian hukum di daerah terutama yang berkaitan dengan investasi. 

8. Retno Lestari Priansasi Marsudi, Menteri Luar Negeri. 

9. Fachrul Razi sebagai Menteri Agama. 
Beliau urusan yang terkait dengan radikalisme, ekonomi umat dan industri halal 

10. Yasonna Hammonangan Laoly sebagai Menteri Hukum dan HAM. 
Presiden berharap nanti mengawal omnibus law: RUU Cipta Lapangan Kerja, RUU Pemberdayaan UMKM 

11. Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan. 
Urusan pajak yang ramah investasi, urusan rasio hutang terhadap PDB, urusan Current Account Deficit saya kira berada dibawah beliau 

12. Nadiem Anwar Makarim sebagai Mendikbud, 
akan membuat terobosan signifikan dalam pengembangan SDM, yang menyiapkan SDM yang siap kerja, yang link and match pendidikan dengan industri 

13. Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan. 
Urusan stunting, layanan kesehatan dasar, kemudian tata kelola BPJS berada dibawah kewenangan beliau. 

14. Juliari Peter Batubara sebagai Menteri Sosial. 
Urusan Kartu Sembako Murah, Program Keluarga Harapan, manajemen bencana, urusannya di bawah beliau.

 15. Ida Fauziyah sebagai Menteri Tenaga Kerja, 
urusan meningkatkan kemitraan pendidikan-industri, kapasitas pekerja, jaminan sosial tenaga kerja, dan perlindungan pekerja migran.

16. Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian.
Urusan Industrialisasi orientasi ekspor, industrialisasi substitusi impor, teknologi untuk UMKM.

17. Agus Suparmanto sebagai Menteri Perdagangan. 
Urusan ekspor impor, perdagangan, neraca perdagangan berada di bawah beliau.  

18. Arifin Tasrif sebagai Menteri ESDM. 
Beliau ini pernah jadi Dirut di BUMN kemudian Dubes RI untuk Jepang. Presiden berharap tugas merealisasikan Energi Baru Terbarukan untuk mengurangi impor migas dan lain-lainnya berada dibawah beliau.

19. Basuki Hadimuljono sebagai Menteri PUPR. 
Tugasnya Membangun Infrastruktur. 

20.  Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan. 
Presiden berharap nanti akan mempercepat konektivitas untuk industri, pariwisata, logistik murah, dan lain-lain.

21. Johnny Gerald Plate sebagai Menkominfo. 
Yang berkaitan dengan cyber crime, kedaulatan data, dan industri TIK domestik menjadi wilayah beliau.

22. Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian, 
yang berkaitan dengan petani, pangan dengan korporasi pertanian, produktivitas pertanian.  

23. Siti Nurbaya Bakar sebagai Menteri LHK.
Urusan industri hijau, kehutanan sosial, carbon tradin, kebakaran hutan akan berada di bawah beliau. 

24. Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. 
Urusan ikan, industri perikanan, wisata maritim, berada di bawah beliau.  

25. Abdul Halim Iskandar sebagai Menteri Desa, 
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. 

26. Sofyan Djalil sebagai Menteri ATR/Kepala BPN. 
Sertifikasi tanah, redistribusi lahan berada di bawah Pak Djalil. 

27. Suharso Monoarfa sebagai Menteri PPN / Kepala BAPPENAS
Politisi senior, hebat dalam perencanaan anggaran. Bertugas pemindahan ibukota, industri strategis nasional dan keluar dari middle income trap.  

28. Tjahjo Kumolo sebagai Menpan-RB. 
Politisi senior, bertugas debirokratisasi dan bangun “core government” IT system.  

29. Erick Thohir sebagai Menteri BUMN. 
Pengusaha sukses nasional dan global, Presiden Inter Milan, pemilik klub bola basket NBA, pemiliki Mahaka Group bertugas bangun BUMN, ekspansi global dan garap BUMN bermasalah. 

30. Teten Masduki sebagai Menkop-UKM. 
Aktivis sosial dan anti korupsi, dekat dengan masyarakat, kinerja bagus. Bertugas UMKM agar go global, perkuat modal, skill dan jaringan pelaku UMKM, dan modernisasi koperasi.  

31. Wishnutama Kusubandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala BEKRAF. 
Ex Dirut Net TV, sukses garap pembukaan Asian Games, kreatif dan inovatif. Bertugas realisasikan 10 destinasi wisata baru, kembangkan industri kreatif. 

32. I Gusti Ayu Bintang Darmawati sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 
Jago tenis meja, aktif kegiatan masyarakat & isu perempuan. Bertugas tingkatkan peran perempuan dlm kewirausahaan, hapus pekerja anak & atasi masalah-masalah anak. 

33. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro sebagai Menristek/ Kepala BRIN. 
Kapasitas teruji di dunia akademik dan teknokratik. Bertugas kembangkan riset dan inovasi strategis untuk dukung investasi, penciptaan lapangan kerja dan pengembangan UMKM

34. Zainudin Amali sebagai Menpora. 
Politisi senior, pengalaman di organisasi kepemudaan. Bertugas di kewirausahaan pemuda, sport industry & sport tourism, RUU Sistem Keolahragaan Nasional dan perbaiki peringkat SEA GAMES. 

35. Moeldoko sebagai Kepala KSP. 
Mantan Panglima TNI. Bertugas kawal program prioritas nasional sesuai visi Presiden, koordinasikan setiap kemenko, dan KSP agar jadi role model smart government office.  

36. Pramono Anung sebagai Seskab. 
Andal dalam komunikasi politik antar elit politik. Bertugas meningkatkan koordinasi antar menteri di kabinet dan membangun hubungan antar lembaga.

37. Bahlil Lahadalia sebagai Kepala BKPM. 
Pebisnis ulung dari nol, berkiprah di HIPMI, representasi Indonesia Timur. Bertugas tingkatkan iklim Investasi, usaha, dan daya saing penanaman modal

38. S.T. Burhanuddin sebagai Jaksa Agung. 
Jaksa karier, pengalaman jadi Jamdatun. Bertugas jaga independensi hukum, tegakkan supremasi hukum, dan bangun complaint handling management. 

Setelah merelease para menteri yang akan bertugas di Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi berpesan 7 ha berikut kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju:

1. Jangan korupsi, ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi. 
2. Tidak ada visi misi Menteri, yang ada visi misi Presiden-Wakil Presiden.  
3. Kerja keras, kerja cepat, kerja produktif.
4. Jangan terjebak rutinitas yang monoton.
5. Kerja berorientasi hasil nyata, tugas kita tidak hanya menjamin sent, tapi delivered. 
6. Selalu cek masalah di lapangan dan temukan solusinya.
7. Serius dalam bekerja. Yang tidak bersungguh-sungguh, dipastikan dicopot.     

No comments:

Post a Comment