Berikut Rincian Sebaran Pasien Suspek Covid-19 di Provinsi Riau


https://www.birulangit.id/?m=1

Birulangitid-Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, mencatat ada 50 rumah sakit (RS) yang merawat pasien suspek Covid-19, Kamis (1/10/2020). 

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menjelaskan, dari 50 rumah sakit dan puskesmas di Riau, yang ditunjuk merawat pasien Covid-19. Hanya enam tempat yang nihil kasus. 

''Hari ini ada enam RS dan Puskesmas yang tidak ada merawat pasien,'' jelas Kadiskes. 

Sedangkan, sebaran RS dan Puskesmas yang merawat pasien antara lain, di RS Arifin Achmad ada 37 orang diisolasi dan 86 orang selesai isolasi. Kemudian yang meninggal 11 orang, dari total 134 orang. 

Pasien suspek yang dirawat di RS Eka Hospital 7 orang, 18 orang selesai isolasi, dari total 25 kasus. 

Selanjutnya, di RS Aulia hospital 10 orang, yang selesai isolasi 48 orang. kemudian, 7 meninggal dunia, dari total 65 kasus. 

Kemudian, di RS Awal Bros Ahmad Yani 14 orang diisolasi. Diantaranya, 25 telah selesai dan 1 meninggal dunia. Totalnya, ada 40 dirawat suspek sebelumnya. 

Disusul, dari RS Awal Bros Panam 12 orang masih dirawat isolasi. Diantaranya, 20 orang selesai isolasi dan 7 meninggal dunia, dari total 39 kasus. 

Lalu, dari RS Awal Bros Sudirman 5 orang diisolasi. Kemudian, 28 orang selesai diisola dan 4 meninggal dunia, dari total 37 kasus. 

Sedangkan di RS Bhayangkara ada 4 orang diisolasi, 10 diantaranya selesai isolasi, dari total 14 orang. 

Kemudian, di RS Hermina ada 14 orang diisolasi, 6 diantaranya selesai isolasi. Kemudian, 1 meninggal dunai, dari total 21 kasus. 

Selanjutnya, dari RS Ibnu Sina ada 2 orang diisolasi. Sebanyak 28 diantaranya selesai isolasi dan 5 lima meninggal dunia, dari total 35 kasus. 

Sedangkan, di RS Pertamina Dumai ada 3 orang diisolasi. Lalu, 7 telah selesai isolasi dan ada 1 meninggal. Totalnya, ada 11 kasus. 

Disusul dari RS PMC ada 6 orang diisolasi. Sebanyak 16 orang telah selesai. Disini, ada 1 yang meninggal. Total kasusnya 23 orang. 

Dari RS Prima ada 3 orang diisolasi. Sebanyak 11 orang selesai melakukan isolasi dan 2 meninggal dunia. Sedangkan totalnya, ada 16 kasus. 

Kemudian, dari RS Prof. DR. Tabrani ada 11 orang diisolasi. Seluruhnya, saat ini masih diisolasi. 

Dari RS Santa Maria ada 8 orang diisolasi, seluruhnya juga masih dirawat. 

Selanjutnya, dari RS Syafira ada 3 orang diisolasi. Sebanyak 33 orang telah selesai isolasi. Kemudian, ada 5 kematian dari total 41 kasus. 

Sedangkan, dari RS Tentara ada 4 selesai diisolasi dari 4 kasus tercatat disana. 

Dilanjutkan, dari RSUD Bangkinang 7 orang selesai isolasi. Sedangkan, ada 2 kasus kematian, totalnya ada 9 kasus. 

Lalu, dari RSUD Bengkalis ada 4 orang. Sebanyak 17 orang telah selesai dan ada 2 meninggal dunia. Untuk total keseluruhan ada 23 kasus. 

Sedangkan di RSUD Dr. Pratomo, tak ada suspek yang dirawat. Lainnya, 1 selesai diisolasi dan 1 meninggal dunia. Kemudian, totalnya 2 kasus. 

Seterusnya, dari RSUD Dumai ada 4 orang diisolasi. Sebanyak 9 orang selesai isolasi dari total 13 kasus. 

Kemudian, dari RSUD Kecamatan Mandau ada 2 orang diisolasi. Selanjutnya, ada 9 orang diisolasi. Lalu, ada 3 kematian dari total 14 kasus. 

Selanjutnya, dari RSUD Petala Bumi ada 6 orang diisolasi. Disusul, 12 orang selesai isolasi dan 3 meninggal dunia. Dari total 21 kasus. 

Lainnya, dari RSUD Puri Husada Inhil ada 4 kasus. Sedangkan RS ini, 47 orang selesai isolasi. Tercatat, ada 3 kematian dari total 54 kasus. 

Disusul dari RSUD Rohul tidak ada pasien suspek. Yang telah selesai 4 orang, 1 meninggal dunia, dari total 5 kasus. 

Kemudian, di RSUD Selasih merawat 4 orang. Sebanyak 11 orang telah selesai, 3 meninggal dunia dari total 18 kasus. 

Seterusnya, di RSUD Tengku Rafian merawat 2 orang. Sedangkan 37 orang selesai diisolasi, 8 dari total keseluruhan 47 kasus, meninggal dunia. 

Kasus lainnya, 5 diisolasi di RS Efarina. Sebanyak 15 orang selesai isolasi, 1 meninggal dunia. Totalnya keseluruhan ada 21 kasus. 

Catatan lainnya, di RS Bina Kasih merawat isolasi 1 orang. Kemudian, 13 orang telah selesai dan 1 meninggal dunia. Totalnya keseluruhan 15 kasus. 

Dilanjutkan, di RSJ Tampan merawat 9 di isolasi. Sebanyak 64 orang selesai isolasi, 1 meninggal dunia. Totalnya ada 74 kasus di RS ini. 

Lalu, di RSUD Madani merawat isolasi 2 orang. Selanjutnya, 4 telah selesai isolasi, totalnya ada 6 kasus. 

Disusul, di RSUD Taluk Kuantan tak ada merawat pasien suspek. Sebelumnya, 10 orang selesai isolasi. Dirumah sakit ini, ada 3 meninggal dunia. Totalnya ada 13 kasus. 

Selanjutnya, di RS Amelia Medika merawat 2 orang, 5 orang telah selesai isolasi. Ada 1 meninggal dunia, totalnya ada 8 kasus. 

Kemudian, dari RSUD Meranti tidak ada merawat pasien isolasi. Dari RS ini, ada 11 orang selesai melakukan isolasi, dari total 11 kasus. 

Sedangkan, di RS Awal Bros Ujung Batu, nihil merawat pasien suspek Covid-19. 

Selanjutnya, di RS Permata Hati Duri merawat 2 orang. Lalu selesai isolasi 5 orang, dari totalnya 7 orang. Dilanjutkan dari RS Raja Musa tidak ada merawat pasien suspek. 

Untuk di RS TNI Roesmin Noerjadin sebelumnya merawat dua pasien suspek. Namun keduanya dinyatakan telah sembuh. 

Disusul dari RS Tandun merawat 1 orang. Sedangkan yang telah selesai diisolasi ada 11 orang, totalnya yang dirawat 12 orang. 

Kemudian, dari RSUD Indrasari mengisolasi 3 orang, kemudian 6 telah selesai diisolasi. Di RS ini ada 9 meninggal dunia. Sedangkan totalnya, ada 18 kasus. 

Dilanjutkan, dari RS Surya Insani sebelumnya merawat 1 pasien. Update nya, pasien tersebut meninggal dunia. 

Sedangkan, pasien suspek di RS Luar Prov Riau nihil kasus. Sama halnya, dengan di Puskesmas Bagan Batu nihil kasus. 

''Jadi data pertanggal 1/10/2020 ini, total pasien suspek yang telah ditangani 23.759 kasus,'' jelas Kadiskes. 

Data lainnya, pasien suspek di Puskesmas Balai Jaya juga nihil kasus. Dilanjutkan, dari RS Azzahra, telah selesai melakukan isolasi terhadap 1 orang. Di RS ini juga meninggal 1 orang. Sehingga totalnya ada 2 kasus. 

Lalu, di Puskesmas Panipahan juga nihil kasus. Selanjutnya, dari RSUD Perawang merawat 2 orang. Selain itu, ada 1 kasus kematian, total kasusnya ada 3. 

Dilanjutkan, dari Gedung BLK merawat 2 orang, 1 selesai diisolasi. Totalnya di tempat ini ada 3. 

Terakhir, di RS UNRI merawat 6 orang. Selesai diisolasi 4 orang. Totalnya yang dirawat isolasi 10 kasus. 

"'Dengan penambahan dari empat tempat isolasi itu, total kasus suspek di Riau menjadi 24.718 kasus,'' pungkasnya.

Sumber mediacenter.riau.go.id