2,44 Persen Angka Kematian, Jubir Covid-19 Riau Ingatkan Masyarakat Tidak Abaikan Prokes



https://www.birulangit.id/

Birulangitid-Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi menjelaskan angka kematian per tanggal 10 Maret 2021 akibat covid-19 sebanyak 786 kasus. dan mengingatkan masyarakat agar tidak abai terhadap protokol kesehatan meski sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.


Dikutip dari mediacenter.riau.go.id Hal ini dijelaskan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau Dokter Indra Yovi di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, Rabu (10/3/2021).

Dalam penjelasannya Indra Yovi menerangkan dari akumulasi 32.211 Kasus Covid-19 angka kematian dalam persentase 2,44 persen. Hal ini menjadi dasar bagi Satgas kepada masyarakat untuk selalu menjaga Protokol Kesehatan meski Vaksinasi Covid-19 sudah berlangsung.

" Akumulasi Kasus Covid-19 pertanggal 10 Maret 2021 pukul 10.00 WIB sebanyak 32.211 Kasus. dengan kematian 786 kasus. yang artinya 2,44 persen dari seluruh pasien kasus Covid-19 provinsi Riau mengalami kematian,''ujarnya.

Ia juga menjelaskan, dari hasil vaksin, Satgas berharap penduduk Riau mempunyai imunitas, syaratnya penduduk sudah melakukan vaksinasi . kalau kurang kekebalan imunitas tidak tercapai. protokol kesehatan wajib di penuhi.

Lebih lanjut Indra Yovi menjelaskan terkait temuan dua kasus baru Covid-19 tiga hari yang lalu , dimana warga Riau tersbeut sudah di vaksin. Indra Yovi mengingatkan Masyarakat bahwa dengan di vaksin bukan tidak mungkin tertular covid-19 namun pemburukannya yang tidak parah.

"Artinya tidak serta Merta memberikan perlindungan kepada individu. artinya masih resiko terpapar Covid19 masih ada walaupun sudah di vaksin namun tidak seburuk orang yang tidak memiliki kekebalan dengan diberikan Vaksin . Intinya protokol kesehatan wajib dilakukan. menjaga jarak, pakai masker cuci tangan , kurangi mobilisasi dan Hindari kerumunan,"terangnya.

Indra Yovi turut menambahkan, dari program vaksinasi yang dilakukan pemerintah diharapkan kekebalan komunitas dapat terwujud dan mengurangi angka kematian.

"Kita bersyukur Riau jumlahnya kasusnya stabil, dalam artian jumlah kasus positif tidak terlalu banyak tetapi angka kesembuhan tinggi. kestabilan penanganan covid 19 di Riau terbikang baik,"tutupnya