Terus Patuhi Protokol Kesehatan dan Waspadai Varian Virus Corona N439K



Terus Patuhi Protokol Kesehatan dan Waspadai Varian Virus Corona N439K

Birulangitid-Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung selama satu tahun. Namun, hingga saat ini pergerakan kasus Covid-19 masih dinamis.


Sebagaimana dikutip dari kompas.com Bahkan, masyarakat harus mewaspadai berbagai mutasi virus corona yang memiliki karakter penularan berbeda.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan, ada penambahan 5.144 kasus positif, pada Kamis (11/3/2021).

Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Tanah Air mencapai 1.403.722 kasus.

Kasus baru tersebut tersebar di 31 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus tertinggi, yaitu 1.754 kasus.

Kemudian, Jawa Barat sebanyak 781 kasus baru, Kalimantan Timur sebanyak 438 kasus baru, Jawa Timur sebanyak 341kasus baru dan Jawa Tengah sebanyak 251 kasus baru.

Angka kesembuhan dan kematian

Angka kesembuhan pasien Covid-19 bertambah 8.170 orang, sehingga totalnya kini 1.224.603 orang.

Sementara itu, angka kasus bertambah 117 orang. Dengan demikian, jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 menjadi 38.049 orang.

Data Vaksinasi

Jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua hingga Kamis (11/3/2021) mencapai 1.295.615 orang.

Sementara, jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama yakni sebanyak 3.696.059 orang.

Adapun kelompok masyarakat yang divaksin adalah tenaga kesehatan, petugas publik dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua.

Hingga tahap kedua ini pemerintah menargetkan 40.349.051 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Waspadai penularan varian virus corona

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta masyarakat mewaspadai masuknya varian virus corona asal Inggris N439K.

"Belum lama ini pemerintah mengumumkan varian B.1.1.7 dan di dunia telah terdapat varian baru lagi yang berkembang ditemukan di lnggris yakni N439K," kata Ketua IDI Daeng M Faqih dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021).

Akan tetapi, Daeng tak menyebut apakah varian baru virus corona ini sudah masuk ke Indonesia atau belum.

Ia mengatakan, varian virus corona N439K sudah ditemukan di 30 negara dan lebih "pintar" dari virus corona yang ada sebelumnya.

"Varian N439K ini yang sudah lebih di 30 negara ternyata lebih smart dari varian sebelumnya karena ikatan terhadap reseptor ACE2 di sel manusia lebih kuat, dan tidak dikenali oleh polyclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pernah terinfeksi," ujarnya.

Atas dasar itu, ia meminta masyarakat memperketat penerapan protokol kesehatan terutama pengguna masker yang baik dan benar sehingga terhindar dari penularan virus.

"Meskipun ada risiko hingga 10 persen keluarnya droplet dan microdroplet dengan pemakaian masker dalam jangka waktu yang lama," pungkasnya