Antisipasi Lonjakan Inflasi, Presiden Minta Kepala Daerah Pantau Harga Barang di Lapangan



Antisipasi Lonjakan Inflasi, Presiden Minta Kepala Daerah Pantau Harga Barang di Lapangan

Birulangitid-Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa berkat kerja keras semua pihak, tingkat inflasi di Indonesia terkahir berada pada angka 5,5 persen.

Ia menerangkan, jika dibandingkan dengan negara lain di dunia, menurutnya kondisi inflasi di Indonesia masih patut di syukuri.

"Coba dilihat di negara-negara lain bahkan juga ada yang sampai ke 92 persen," ucapnya, saat membuka rakornas kepala daerah dan Forkopimda se Indonesia, berlangsung di Sentul Internasional Convention Center, Selasa (17/1/23).

Untuk mengantisipasi tingginya inflasi di berbagai wilayah di Indonesia, Jokowi meminta seluruh kepala daerah, gubernur, bupati/wali kota bersama Bank Indonesia untuk terus memantau harga-harga barang dan jasa yang ada di lapangan.

Sehingga dengan adanya pantauan di lapangan tersebut, maka menurutnya, harga akan bisa selalu terdeteksi sedini mungkin sebelum terjadinya lonjakan harga itu datang.

"Bisa kita kejar dan kita antisipasi untuk kita selesaikan, " tambahnya.

Jokowi meminta agar Pemda berhati-hati dengan kenaikan beras. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah harus bekerjanya detail dan mengetahui kenaikan harga di lapangan.

Dia mengaku, sudah memperingatkan Bulog Untuk masalah beras tersebut. Sebab katanya, di lapangan 79 daerah, mengalami kenaikan yang tidak sedikit pada beras.

Begitu juga dengan telur mengalami kenaikan di 89 daerah, urusan kecil-kecil seperti tomat juga mengalami kenaikan harga di 82 daerah, serta daging ayam ras mengalami kenaikan di 75 daerah.

"Tolong bupati/wali kota, gubernur, sering-sering masuk pasar, cek betul di lapangan apakah data yang diberikan itu sesuai dengan fakta-fakta di lapangan, " terang dia.

Disamping itu, Jokowi juga meminta Badan Pusat Statistik di daerah untuk menginformasikan angka-angka yang apa adanya pada kepala daerah. Sehingga diharapkan inflasi ini dapat diturunkan.

Ia mengharapkan Pemda betul-betul memantau harga di lapangan dan memperhatikan arahan dari pemerintah pusat dalam mengendalikan inflasi di daerah.

"Juga hati-hati mengenai tarif-tarif yang diatur oleh pemerintah maupun Pemda, hati-hati. Berkaitan dengan inflasi tadi saya melihat sekarang ini dari Kemendagri dari BI semuanya terus menyampaikan informasi ke daerah sehingga daerah semuanya memiliki data dan apa yang harus dilakukan, saya kira saya sudah tidak ingin mengulang lagi pada pagi hari ini karena semuanya sudah tahu bagaimana menutup ongkos transportasi, meningkatkan produktivitas petani," tutupnya.