Skip to main content

Kemenkeu Luncurkan SBR012: Instrumen Investasi yang Sangat Aman



Kemenkeu Luncurkan SBR012: Instrumen Investasi yang Sangat Aman

Birulangitid-Pemerintah hari ini meluncurkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel Saving Bond Ritel (SBR) dengan seri SBR012-T2 dan SBR012-T4. SBN ritel ini menjadi SBR pertama yang diterbitkan pemerintah pada tahun 2023 ini.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Suminto menjelaskan, SBR yang diterbitkan tahun ini berbeda dengan sebelumnya. SBR012-T2 menggunakan tenor 2 tahun dengan maksimal pembelian Rp 5 miliar. Sedangkan SBR012-T4 menggunakan tenor 4 tahun dengan maksimal pembelian Rp 10 miliar.

Adapun kupon minimal yang ditawarkan pemerintah pada SBR012-T2 sebesar 6,15 persen dan SBR012-T4 sebesar 6,35 persen.

"Diperkenalkannya fitur baru ini baik dalam konteks tenor yang lebih panjang maupuan threshold nominal pembelian yang lebih besar ditujukan untuk memenuhi variasi kebutuhan investor ritel kita," kata Suminto saat peluncuran SBR012 yang ditayangkan langsung dari Youtube DJPPR Kemenkeu, Sabtu (21/1).

Dia mengatakan, pemerintah akan terus berkomitmen dalam mengembangkan instrumen investasi sebagai sarana edukasi inklusi keuangan maupun untuk memperluas akses instrumen keuangan bagi masyarakat Indonesia.

Suminto juga menjelaskan, SBN ritel merupakan instrumen investasi yang sangat aman karena diterbitkan oleh pemerintah yang memiliki risiko sangat rendah.

"SBN ritel juga memberikan imbal hasil yang cukup kompetitif, selain itu dari sisi perpajakan dikenakan tarif pajak yang lebih rendah yakni 10 persen dibandingkan beberapa instrumen keuangan yang setara," kata Suminto.

Lebih lanjut, Suminto juga menegaskan bahwa pada 2022 lalu pemerintah telah menerbitkan SBN ritel lebih dari Rp 107 triliun dan menjangkau lebih dari 186 ribu investor.

"Kami harap penerbitan SBR012 maupun SBN ritel selanjutnya pada tahun ini tetap terus sukses dan kami terus akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat uuntuk melakukan pemesanan dan pembelian SBN ritel kita baik melalui perluasan mitra distribusi maupun melalui kemudahan akses transaksi secara online," pungkas Suminto.