Wednesday, April 25, 2012

Menyikapi Kemenangan dan Kekalahan

Janganlah kamu
berhati lemah dalam mengejar mereka musuhmu. Jika kamu menderita kesakitan.
Sesungguhnya mereka juga menderita kesakitan. Sebagaimana kamu menderitanya
pula. Sedangkan kamu mengharap dari 4JJI apa yang tidak mereka harapkan. Dan
adalah 4JJI yang maha mengetahui lagi maha Biajaksana ( Q.S an-Nisaa’ : 104 )

Bukankah kami
telah melapangkan untukmu dadamu? dan telah kami hilangakn beban darimu,yang
memberatkan punggungmu? Dan tinggikan bagimu sebutan namamu? Sesungguhnya
setelah kesulitan itu ada kemudahan.sesungguhnya setelah kesulitan itu ada
kemudahan.Maka apabila kamu telah selesai dari sebuah urusan, kerjakanlah
sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya Tuhanmulah tempat kamu berharap.
(Q.S alam Nasyrah
: 1-8)

Apabila telah
datang pertolongan 4JJI dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama 4JII
dengan berbondong-bondong. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu!dan mohonlah
ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya, Dia adalah penerima taubat (Q.S an-Nashr:
1-3)


Alhamdulillah. segala
pujian hanya bagi Allah. Allah yang telah mengumpulkan kita dalam jalan dakwah
ini. Mengumpulkan jiwa-jiwa suci dan pemberani dalam satu langkah pasti untuk
mengembalikan kejayaan Islam ini. Mengumpulkan kita dalam salah satu wasilah
dakwah ini. Tidak ada suatu pertemuan dan perpisahan tanpa campur tangan Allah.
Semoga Allah mengekalkan pertemuan kita ini. Semoga pertemuan ini berakhir di
Surga Allah dan keridhaan Allah kelak. Amien.
Salam kerinduan yang
mendalam kepada baginda Rasulullah.Seorang anak manusia yang diangkat Allah
menjadi nabi, rasul dan kekasihnya. Mempunyai jiwa yang lembut. Mampu
memompakan semangat jihad dan pengorbanan kepada umatnya. Memberikan ruh
kehidupan kepada yang putus asa. Sehingga jiwa-jiwa tersebut mampu menjadi ruh
baru dalam carut-marutnya peradaban manusia. Shalawat dan Salam bagimu ya Rasul
junjungan.
Akhi wa Ukhti Fillah Afna’ Haroki wa Dakwah ! Saaudaraku yang mulia, sungguh kehidupan ini adalah pergiliran dari
suaatu kondisi ke kondisi yang lain. Pergiliran siang dan malam, sedih dan
bahagia, kalah- menang, hidup- mati, kelahiran-kematian, panas-dingin,
suka-duka, pahit-manis, serta banyak keadaan lainnya. Mengapa demikian karena
kehidupan itu adalah pergerakan. Kehidupan itu adalah sebuah dinamika yang akan
menghasilkan arus dan tegangan kehidupan. Untuk terjadi arus dan tegangan maka
diperlukan muatan positif dan negatif.
Akhi wa Ukhti Fillah Afna’ Haroki wa Dakwah ! Suasana jihad dakwah siyasi di Kampus kita masing-masing sekarang
sedang dalam keadaan tensi yang tinggi. Dinamika yang luar biasa. Banyak hal
yang terjadi di
sana
.
Ada
kemenangan,
ada kekalahan, ada air mata yang tertumpah disaat kekalahan menerpa. Bahkan ada
air mata syukur yang meruah. Membasahi ruang ruang jiwa sehingga kecemasan
hilang sudah. Namun, juga banyak diatara kita menyikapi dengan sikap yang
berbeda. Di saat kalah merasakan diri terlalu bersalah. Di saat mendapatkan
kemenangan seakan itu adalah hasil kerja kita semata. Sehingga semua kita lupa
diri siapa yang mencipta.
Akhi wa Ukhti Fillah Afna’
Haroki wa Dakwah ! Bagaimana seharusnya kita
menyikapi kekalahan dan kemenangan yang saling salih berganti ? Siroh Nabawiyah
telah mengajarkan kita bagaimana kita menyikapi kekalahan dan kemenangan.
Disaat kekalahan melanda maka yang harus kita lakukan adalah menguatkan kembali
tekad untuk melanjutkan perjuangan. Memahami kembali bahwa kita adalah
orang-orang yang dipilih 4JJI. 4JJI telah memuliakan kita dengan Islam.
Akhi wa Ukhti Fillah Afna’ Haroki wa Dakwah ! Inilah yang terjadi saat Pasukan Muslimin mengalami kekalahan yang
memilukan di Perang Uhud. 70 orang syuhada syahid. Diantaranya adalah para
hafidz Qur’an. Cukup telak memang. Rasulullah terluka. Kehilangan Paman
penyokong Perjuangan. Singa Islam. Hamzah. Semua berjalan ke Madinah dengan
langkah gontai, tertunduk lesu. Angin Padang pasir seolah juga ikut menangis.
Pedih memang. Layaknya orang kalah perang. Lesu. Namun, ternyata 4JJI sangat
sayang dengan orang-orang beriman. Jibril datang ke Rasullullah menyampaikan
perintah dari Tuhannya. Rasulullah di minta mengejar tentara kafir Quraiys.
Akhi wa Ukhti Fillah Afna’ Haroki wa Dakwah ! Sam’an wa ta’atan itu yang
terjadi. Labbaik ya Rasulullah. Padahal bisa saja sahabat menyatakan kita perlu
ditentramkan. Banyak diantara kita yang terluka parah. Sedangkan Rasulullah
juga luka serius. Marilah kita rehat dulu. Tidak ketaatan itu berlangsung
secara alamiah. Semangat yang kendor kembali menggelora. Langkah yang gontai
kembali dikokohkan dipercepat. Angin yang berhembus- lemas menerbangkan debu-debu seakan memberi
semangat. Sehingga akhirnya sampai diperbatasan Mekkah pada malam menjelang.
Rasulullah memerintahkan memasang obor dalam jumlah yang sangat banyak.
Sehingga dari Mekkah kelihatan cahayanya. Kaum musyrikin dan Kafirin menjadi
gentar karena menyangka ribuan musuh akan menyerang. Semua terpaku tak sempat
melaksanakan pesta kemenangan. Sesusunguhnya kemenangan itu adalah ketenangan jiwa.
Dan kekalahan itu adalah kerisauan disaat kemenangan itu didapatkan dan dalam
genggaman.
Akhi wa Ukhti Fillah Afna’ Haroki wa Dakwah ! Namun saat Fathu Mekkah suasana itu berbeda. Disaat musuh tidak lagi
bisa melakukan apa-apa. Disaat perlawanan tidak ada. Di saat dendam bisa
dilampiaskan. Disaat kekuasan berada dalam genggaman. Maka yang harus dilakukan
adalah merendahkan diri di hadapan Ilahi. Bahwa kemenangan itu bukannya hasil
dari jerih payah diri sendiri. Tetapi anugrah dari Ilahi. Pada Fathu Mekkah
tidak ada pembantaian. Sorak-sorak kemenangan. Namun air mata yang ditumpahkan.
Tasbih dan istigfar menjadi lisan. Sesekali ditimpali takbir dalam kesenduan.
Mengapa…. Begini…
Akhi wa Ukhti Fillah Afna’ Haroki wa Dakwah ! Mengapa saat kemenangan dalam
gengagaman Rasulullah bercucuran airmata sampai membasahi jenggotnya? Mengapa
…. Rasulullah menundukkan diri sehingga
lehernya bertemu leher Untanya dan punggungnya sejajar dengan punggung
Untanya…? Antum tahu kenapa…? Karena
apabila telah seslesai suatu urusan akan datang urusan lain yang lebih berat.
Maka pada saat itulah semua sedang bersiap untuk menerima ujian yang lebih
berat.
Akhi wa Ukhti Fillah Afna’ Haroki wa Dakwah ! Coba kita lihat saat sekarang orang begitu euphoria dengan kemenangan
pada reformasi. Apa yang terjadi sekarang reformasi mati suri. Coba kita tilik
danntelisik apa yang diungkap Rendra berikut ini :
Inilah tangan seorang Mahasiswa
Tanganku mengetuk pintu, Tak ada jawaban,
Aku tendang pintu , Pintu terbuka
Di balik pintu, ada lagi pintu,
Dan selalu ada tulisan jam bicara, yang singkat batasnya.
Akhi wa Ukhti Fillah Afna’ Haroki wa Dakwah ! Mungkin barangkali kita telah
membuka pintu kemenangan jihad siyasi. Namun, masih banyak pintu kemenagan lain
yang masih terkunci dan musti dibuka. Maka marilah kita rapatkan shaf dan
barisan kembali. Evaluasi apakah semua kemenangan yang diberikan oleh 4JJI itu
membuat kita bersyukur atau tidak. Wallahu’alam

No comments:

Post a Comment