Saturday, June 9, 2012

Enjoy Life V (Kemanakah Larinya)

Dalam setiap melangkah selalu saja ada yang menjadi kerikil yang akan mengahambat perjalanan, tidak jarang juga ada batu besar yang harus dihindari agar tidak mengahambat perjalanan menjadi lebih lama lagi untuk ditempuh, bahkan di beberapa tempat tertentu ada yang tanah licin jika terguyur hujan dan tergenang seakan-akan banjir. Beginilah analogi kecil perjalanan hidup yang kita lalui setiap harinya untuk mencapai keberhasilan tentunya perlu perhitungan dan persiapan yang sangat matang walau secara matematis seakan-akan tidak mungkin tapi semuanya masih akan menjadi mungkin jika diusahakan dengan keseriusan dan kesungguh-sungguhan.

Menjadi permasalahan yang sangat penting jika kita sendiri tidak pernah tau kemanakah larinya motivasi pendorong semangat yang mampu menjadikan kita layaknya singa yang lapar dan berjuang sekuat tenaga untuk mencari makanan, atau juga layaknya tanaman yang menjulurkan panjang akarnya untuk mencari air guna mempertahankan hidup. Semuanya punya alasan mengapa bisa termotivasi dan terus berusaha sekuat tenaga mencapai tujuanya dengan berbagai macam kreasi-kreasi yang kadangkala kreasinya tidak pernah terpikirkan secara logika namun benar-benar kreatif. Nah lalu apa yang salah dengan mereka yang kehilangan semangat dan tidak mampu berbuat apa-apa sama sekali, padahal tidak ada alasan yang membenarkan bagi manusia yang memiliki keluasan akal, kearifan hati, dan kekuatan nafsu untuk mencapai semua tujuanya. Tentunya kondisi seperti ada sesuatu yang janggal, apalagi jika yang kehilangan semangat ini adalah mereka yang punya gelar khusus karena ketaatan terhadap Robb penciptanya, apa lagi bagi mereka yang punya julukan khusus aktivis. Jika ini yang terjadi maka semuanya akan sia-sia orientasi ketaatan dan keseriusan dalam perjuangan untuk menyebarkan kebaikan sudah bergeser sangat jauh dari orientasi hari ini yang terus ingin digapai setiap insan yaitu meraih Ridho Allah SWT penguasa semesta alam.



Jika kita semua yang sudah kehilangan motivasi dan semangat untuk memperjungkan ke benaran dan menebar kebaikan maka harus kita koreksi kembali bagaimana kondisi keimanan dan kekuatan ruhiya kita hari ini, tidak ada alsan kehilangan semangat dan motivasi jika semuanya memang diniatkan ikhlas hanya untuk mencari dan tentunya mengharap Ridho Allah SWT. Maka ketika kondisi seperti ini terjadi yang terpenting adalah mengembalikan kekuatan ruhiyah ketingkat stabil kembali dengan berbagai macam cara secara pribadi, dikarenakan setiap mereka yang punya orientasi kuat untuk mengharap Ridho Allah dalam setiap aktivitasnya pasti mampu menganalisa, apa sebab yang membuatnya lemah?, pastinya juga tau caranya apa untuk mengembalikanya kembali kekondisi on fire. Ketika kondisi kmeunduran atau biasa disebut kefuturan ini dikarenakan faktor dari luar maka yang harus dilakukan adalah mengembalikan semuanya kepada orientasi pribadi untuk siapa kita melakukan dan buat apa kita harus melakukan, jika semuanya sudah paham dengan kondisi seperti ini maka tidak ada lagi bencana karena hilangnya semnagat dan motivasi, karena kita tau sebabnya dan tau cara mengatasinya.

No comments:

Post a Comment