Saturday, June 23, 2012

Enjoy Life VII (Aku dan LDK 5)



“…Assalamu’alaikum warahmatullah.”
Setelah solat ishak berjamaah di masjid Al Ikhlas dekat rumahnya, Ilyas pun masih ragu, dan sedikit takut untuk membuka pengumuman kelulusan SNMPTN yang ternyata sudah di buka malam itu juga, padahal jadwal menunjukan pengumuman akan dilaksanakan esok harinya.
Ilyas belum merasa siap, dan mantap ketika Allah menunjukan dimana dia akan ditempatkan, Bandung atau Jogjakarta, meski dia akan sangat berharap Bandung sebagai tujuan berikutnya.
“ Assalamu’alaikum’’ suara Ilyas membuka pintu rumah sembari dengan wajah pucat karena kekhawatirannya terhadap hasil SNMPTN yang pasti akan sangat dinanti-nanti orang tuanya.
“Wa’alakumsalam, selamat ya nak. Semoga ini pilihan terbaik dari Allah untuk Ilyas.”  Ilyas sangat terkejut, jantungny a berdetak kencang, kenapa Ibunya tiba-tiba memberikan ucapan selamat padanya. Yang ada di pikirannya hanya dua, ITB atau UGM.
“ Ilyas diterima dimana Bu?” sambil terbata-bata Ilyas coba memperjelas ucapan selamat dari Ibunya.
“ Gak apa-apa ya Nak, pilihan kedua mu sudah sangat bagus.” Jawab Ibu Ilyas dengan haru karena bahagia.
Tak kuasa air mata Ilyas jatuh, dia merasa ikhtiarnya selama beberapa tahun untuk masuk kampus Ganesha  percuma, ternyata Allah memilihkan Gadjah Mada sebagai pilihan untuknya.  
“Ya Allah, apa salah hamba? Hamba ingin sekali masuk ITB, kenapa engkau pilihkan UGM, apa hamba tidak cukup banyak menjawab soal yang benar? Apakah doa hamba, tirakat hamba kurang? “Ilyas dengan air mata yang berceceran mencoba merintih atas apa yang terjadi padanya.
“ Astaghfirullah sadar nak, Allah itu tau yang terbaik buat hambanya. Jangan sampai kamu menjadi hamba yang kufur. Ingat Yas, orang yang bersyukur itu akan ditambah nikmatnya oleh Allah. “ Bapak Ilyas coba menenangkan Ilyas dengan nasihat-nasihat beliau.
Tetap saja Ilyas merasa bahwa itu adalah hal yang sulit diterima, karena Ilyas merasa mampu ketika satu bulan yang lalu mengerjakan tes SNMPTN. Dia merasa mampu menjawab soal banyak dengan benar. Tapi memang, Allah berkata lain.
…………………………………………………………………………………………………
“ Fakultas Teknik UGM, Ya Rabb, setidaknya langkah awal hamba disini adalah ungkapan rasa syukur hamba atas apa yang telah Engkau gariskan.”
Setelah menjalankan prosedur-prosedur yang ada, akhirnya kuliah pertama pun dimulai. Ya, Ilyas mencoba menunjukan rasa syukurnya kehadapan Sang Maha pencipta, dia akhirnya memutuskan untuk memulai hari-hari barunya di UGM.
“ Ya Allah, ini kampus apa warung sih? Banyak anak ngrokok, banyak anak main gaplek, sampah-sampah berserakan, masyaAllah kampus ini gersang sekali.”
Kondisi tersebut yang dia lihat ketika memasuki jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, jurusan yang terkenal dengan orang-orang yang bisa dibilang “nakal-nakal”. Yang banyak bungkus rokok lah, sampah berserakan lah, suara triak-triak orang bernyanyi lah, hal tersebut menjadi pemandangan tersendiri saat melewati sekretairt himpunan mahasiswa.
“Apakah ini gambaran mahasisiwa Indonesia? Mahasiswa muslim?” batin Ilyas bergejolak, dan dia mulai bertanya-tanya kenapa harus dikirim di jurusan yang sangat “rusak dan gersang” bahakan hampir tak sedikitpun melihat tanda-tanda acara keislaman dan sejenisnya.
Melihat kondisi yang sangat tidak kondusif membuat Ilyas semakin  bernafsu untuk segera pindah dan mengikuti SNMPTN tahun depan. Ditambah lagi teman-teman yang sangat kurang cocok dengan Ilyas, gaya hidup mereka, cara pikir mereka lebih tepatnya sangat heterogen.
 Ad, aku bener-bener gak kuat kuliah disini. Kakak angkatanya tidak mencerminkan sebagai kaka yang baik, temen-temen pun juga gak bersahabat. Aku ingin segera menyusulmu di Bandung
Itu adalah pesan singkat yang dikirim ke Fuad, teman SMA Ilyas yang diterima di ITB. Fuad adalah sahabat Ilyas sejak kecil, dan sekarang dia kuliah di FTTM ITB, juga leawt jalur SNMPTN.
Antum yakin? Jangan terlalu cepat dalam emngambil keputusan,pikirkan matang-matang. Jalani dulu apa yang udah ada di hadapanmu Yas. Kalau memang mau coba SNMPTN lagi, Aku tunggu di Bandung.
Ya jawaban Fuad, yang memang hobi menasihati Ilyas sejak mereka bersahabat.
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………

Beberapa minggu kuliah, Ilyas mencoba bergaul dengan teman-temanya, mencari teman yang benar-benar bisa mengantarkanya ke surga dan kebenaran. Dan mulai hari itu semua berubah,
“ Ilyas, kamu ikut ini gak? Keluarga Muslim Teknik” ya, Ihsan menyodorkan selembar formulir pendaftaran suatu lembaga dakwah.
Memang sebuah kerinduan Ilyas dengan suatu lembaga dakwah, bukan sebagai sarana balas dendam, tapi karena rasa ingin berjuang dan dekat dengan oran-orang soleh. Tepat dua tahun lalu, masih teringat diingatannya bagaimana dia berjuang untuk menjadi seorang pemimpin di lembaga dakwah di sekolahnya. Kerinduan itu seakan kembali menggerakan dirinya untu mendaftarkan pada suatu lembaga yang 180 derajat merubah cara hidupnya ketika di SMA dulu.
“Allah hu akbar, ini yang aku cari. Selama aku disini, tak ada satupun yang menjawab kerinduanku di jurusan sipil ini. Akhirnya datang juga” sungguh terharu Ilyas dengan ajakan Ihsan untuk kembali mrajut sebuah harapan kemajuan. Karena memang diketahui, keadaan di sipil sangat abnormal, tidak ada sedikitpun nuansa-nuansa keislaman. Malahn, akhir pekan yang lalu, para mahasiswa baru sipil disuguhi dengan seksi dance dari acara yang diadakan kakak angkatan. Memang kondisi yang sangat perlu dibenahi dan di rombak.
…………………………………………………………………………………………………
“ Jadi begini akh, di sipil kondisinya sangat buruk. Ane mulai putus asa kuliah disana, gak kondusif untuk memperbaiki jiwa ini. Hedonis semua!!”
Curhatan Ilyas pada murobbi, saat mereka bertemu di liqo’ rutin setiap rabu malam.
“ Tenang akh, mungkin ada sesuatu yang lain yang Allah gariskan untuk antum. Memang sipil, geologi, mesin dikenal dengan anak-anak yang “kurang” . Inilah tantangan dakwah kita.” Sahut murobi dengan penuh ketenangan.
Liqo’ rutin adalah sarana Ilyas untuk membangun semangat dan kepahaman dalam membuat sebuah pergerakan. Liqo’ tersebut merupakan lanjutan Liqo’ yang telah dilaksanakan di SMA dulu.
“ Lalu apakah antum akan menyalahkan keadaan? Antum itu Da’I akh, Bukankah dakwah ini menuntut kita untuk berdakwah denmgan bahasa mereka, asala tak menyalahi aturan dan syariat? Lalu apa lagi yang antum ragukan, ayo antumlah yang harus merubah.”
Setidaknya nasihat murobi merubah cara pandang Ilyas terhadap semuanya, Ilyas semakin yakin dengan apa yang Allah berikan padanya.
…………………………………………………………………………………………………
Alsm. Akh Ilyas, bisa ketemu? Ada undangan buat antum.
Itulah mungkin sms yang pertama Ilyas terima dari salah seorang pengurus KMT. Akhir-akhir bulan itu Ilyas seakan kembali menemukan sepercik harapan dan mulai tersenyum untuk masa depan. Ibarat sebuah bunga, yang sedang bermekaran. Bagaimana tidak, Ilyas ibarat menemukan sudara-saudara yang benar-benar mnenguatkan, mengingatkan, menasihati, yang selalu menyapanya setiap di msajid, yang selalu mendengarkan curhatanya , dan omonganya. Mereka adalah anak-anak KMT. Seakan Ilyas menemukan keluarga keduanya di Jogja.
…………………………………………………………………………………………………
Namanya Up-Grading satu , adalah acara pertama KMT yang diikuti Ilyas. Di salah satu sesinya ternyata menuntut peserta untuk memberikan uraian, kenapa tiba-tiba mereka sampai di tempat ini. Giliran Ilyas pun datang.
“ Alhamdulillah ane cinta antum semua. Ane seperti mendapatkan keluarga baru yang selama ini ane cari-cari disini. Antum beda dengan anak-anak jurusan, antum semua selalu memberikan senyuman terbaik pada adek-adeknya , teman-temanya. Ane disini karena kerinduan ane dengan dakwah, dengan Islam. Ane ingin berjuang, mewarnai teknik, ugm, Indonesia dengan nilai-nilai keisalaman.”
Kata-kata Ilyas seakan membawa rasa terharu sendiri pada peserta lain. Dan harapan itu mulai muncul dan terus meninggi.
…………………………………………………………………………………………………
Ketika disekeliling antum merasa gelap, rusak, tak ada cahaya, gersang, maka saatnya antum bergerak, saatnya antum bercahaya, maka bersinarlah!!
Pesan singkat itu seakan pas dengan kondisi Ilyas. Ilyas pun mulai bangkit dan bergerak.
 Akhirnya amanah pun mulai datang, mulai dari koordinator acara besar KMT, dan sampai sekarang masih menjabat sebagai kadept Syiar KMT UGM. Tak ketinggalan, sedikit demi sedikit warna-warna keislaman mulai menebar ke seluruh penjuru teknik sipil.

Nama : Yustiar Ghana Saputra
Angkatan/ Jurusan: 2010/ T,sipil dan lingkungan UGM
Fb: yuztiar_kuro43@yahoo.co.id (Yustiar Ghana Saputra)
Blog: yustiarghana.blogspot.com
Amanah: Kajian Syiar KMT UGM

No comments:

Post a Comment