Friday, November 9, 2012

Pare Kampung Belajar Bahasa Inggris

Nah bagi teman2 yang terobsesi banget untuk bisa menguasai bahasa inggris, sebagai bahasa Internasional yang memang lumayan susah jika harus belajar otodidak dan katanya mudah jika berada dilingkungan yang tersetting dengan kondisi bahasa inggris aktif yang digunakan misalnya Eropa atau Amerika, nah untuk kesana kan mahal banget  maka kita perlu contoh ni kampung yang bisa mengaplikasikan bahasa inggris sebagai bahasa keseharian yaitu Pare.

Pare, adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur.


Lokasi

Pare terletak 25 km sebelah timur laut Kota Kediri, atau 120 km barat daya Kota Surabaya. Pare berada pada jalur Kediri-Malang dan jalur Jombang-Kediri serta Jombang - Blitar. Sudah lama ada wacana Pare dikembangkan menjadi ibu kota Kabupaten Kediri, yang secara berangsur-angsur dipindahkan dari Kota Kediri. Namun niat ini tidak pernah serius dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten atau para Bupati yang menjabat. (mulai era Bupati H. Sutrisno, Wacana tersebut akhirnya benar-benar dibatalkan, karena akan mendapatkan protes dari warga di sebagian wilayah Kabupaten Kediri, terutama di daerah selatan-seperti Kras, Ngadiluwih, Kandat dan Ringinrejo dan di daerah barat sungai Brantas-seperti tarokan, Grogrol, Banyakan, semen dan Mojo. Sehingga diambil jalan tengah dengan menempatkan Pusat pemerintahan di wilayah Kec. Ngasem Kediri, tepatnya di Ds. Sukorejo (biasa disebut Katang) dan akan juga dibangun Pusat Bisnis di Wilayah Kota Baru Gumul.)

Kondisi lingkungan

Kota Pare yang berada pada ketinggian 125 meter di atas permukaan laut ini mempunyai udara yang tidak terlalu panas. Berbagai jenis jajanan dan makanan enak dan higinis dengan harga "kampung" dapat dijumpai dengan mudah di kota kecil ini. Berbagai infrastruktur dan fasilitas kehidupan kota juga dengan mudah dapat dijumpai: hotel, rumah sakit (yang besar HVA dan RSUD rumah bersalin yang lengkap pun juga ada), ATM bersama, warnet 24 jam ber-AC, masjid, dan lain sebagainya.

Pare merupakan kota adipura. Sekolah-sekolah favorit banyak berdiri di kota pare ini dari tingkat TK sampai dengan SMA. Seperti SMP Negeri 2 Pare yang merupakan sekolah bertaraf internasional. Pada tangkat SMA terdapat SMA Negeri 1 Pare dan SMA Negeri 2 Pare yang merupakan SMA kelas Internasional, dan juga ada MA Negeri Krecek.

Ekonomi

Pare memiliki tanah yang subur bekas letusan gunung Kelud dan tidak pernah mengalami kekeringan. Produk agraria andalan dari Pare adalah bawang merah, biji mente dan melinjo. Sedangkan oleh-oleh khas dari Pare antara lain adalah tahu kuning dan gethuk pisang. Di Pare sudah lama bermunculan industri menengah bertaraf internasional, seperti industri plywood dan pengembangan bibit-bibit pertanian. Tempat-tempat rekreasi pun telah ada semenjak tahun 1970-an meskipun sederhana, seperti Pemandian "Canda-Bhirawa" Corah dan alun-alun "Ringin Budo"serta sentra ikan hias di dsn Surowono Desa Canggu.

Sejarah dan Budaya

Kecamatan Pare menjadi terkenal di seluruh dunia karena di sinilah antropolog kaliber dunia, Clifford Geertz - yang saat itu masih menjadi mahasiswa doktoral - melakukan penelitian lapangannya yang kemudian ditulisnya sebagai sebuah buku yang berjudul The Religion of Java. Dalam buku tersebut Geertz menyamarkan Pare dengan nama "Mojokuto". Di Pare, antropolog ini sering berdiskusi dan berkonsultasi dengan Bapak S. Sunuprawiro (alm), waktu itu menjadi wartawan Jawa Pos. Pak Sunu merupakan salah satu narasumber yang membantu antropolog tersebut dalam menyelesaikan bukunya.

Pare termasuk kota lama. Ini terbukti dari keberadaan dua candi tidak jauh dari pusat kota, yakni Candi Surowono dan Candi Tegowangi, serta keberadaan patung "Budo" yang berada tepat di pusat kota. Ketiga peninggalan ini membuktikan bahwa Pare telah lahir ratusan tahun lalu. Dahulu di Pare terdapat jalur kereta api dari Kediri ke Jombang, tetapi sekarang hanya tersisa relnya saja. Hanya sampai sekarang belum diketahui dengan pasti kapan kota Pare berdiri dan siapa pendirinya.

Peta



Transport :

1. Naik KA
=> Dari Jakarta Ps. Senin naik KA jurusan Malang turun stasiun Kediri
Dari St.Kediri naik becak ke Halte bis Toyota (bayar max. 7rb)
Dari Halte tunggu bis besar Jurusan Surabaya yang lewat Pare (hati2 jangan sampe keliru bis yang lewat Kertosono) / naik bis 3/4 warna biru (puspa indah) jurusan Malang turun di BEC Pare ( bayar max. 4 rb)
Dari situ kamu segera cari kost dan kursusan sesuai dengan waktu yang kamu punya

=> Dari Jakarta Gambir / Senin naik KA Jurusan Surabaya / Jombang turun St. Jombang
Dari stasiun Jombang keluar melalui pintu utama kemudian jalan ke arah kanan sampai menemukan perempatan besar, nyebrang rel dan jalan raya kemudian naik bis ke arah Kediri/Trenggalek yang lewat Pare. Turun di lampu merah perempatan Tulungrejo (bayar 4rb)
Dari perempatan Tulungrejo naik becak ke Mahesa Institute bayar max (10rb)
Dari Mahesa segera cari kost dan kursus.

2. Naik Bis
Cari bis jurusan Kediri turun terminal kediri. Dari terminal naik bis besar jurusan Surabaya yang lewat Pare (hati2 jangan keliru yg lewat Kertosono) atau minibus warna biru jurusan Malang lewat Pare turun di BEC Pare. (bayar 4rb). Langkah selanjutnya sama dengan naik KA bagian pertama

Biaya Makan :

Nasi Ayam : Rp 3500-4rb
Nasi Goreng : Rp 2500-4rb
Bakso : Rp 2rb – 4 rb
Mi ayam : Rp 2500
Nasi Sayur : Rp 1500-2rb

Biaya Kost :

english area : Rp 90-220rb (include program)
non english area = Rp 40-80rb

Tempat Nongkrong :

Garuda Park (Banyak makanan)
Gua Surowono (adventuring susur gua) for free
Masjid An Nur (Masjid Agung Kab. Kediri)
Alun-alun Pare (Banyak makanan)

Lain2 :

Swalayan & Minimarket banyak di sini
ATM & Bank disini lengkap dari Muamalat sampe BRI ada semua
Gak ada mall, gak ada bioskop
Suasana Islami dan alam pedesaan yang indah menghadap Gunung Kelud, Wilis & Panderman

Kampung Inggris

Pare terutama Desa Pelem dan Tulungrejo juga dikenal mempunyai potensi pengembangan kursus Bahasa Inggris. Saat ini lebih banyak bermunculan berbagai jenis bimbingan belajar terutama kursus-kursus Bahasa Inggris. Lebih dari 20 buah lembaga bimbingan belajar menawarkan kursus Bahasa Inggris dengan program program D2, D1 atau short course untuk mengisi waktu liburan. Dalam hal ini, kota Pare sebagai pusat belajar Bahasa Inggris yang murah, efisien dan efektif sudah terkenal hingga keluar Pulau Jawa. Sebagai efek ikutannya, di daerah Tulungrejo sekarang muncul berbagai jenis tempat penginapan dan kost yang menampung para pelajar dan maupun pekerja. Tarif kos per orang bervariasi dari 50 ribu hingga 200 rb per bulan.

1. Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kab. Kediri Jati

Kursus yang ada :
BEC
Program : 6 bulan
Sasaran : Grammar, Speaking
Biaya : Masuk : Rp 150 rb + Spp : Rp 50rb / bln
Suasana : Agak resmi, pake sepatu, meja kelas kaya SMA, seragam hitam putih hari jumat dan ujian, wanita muslim pake jilbab, dilarang masuk kelas pake sarung bagi yg cowo

HEC 1 & 2
Program : 3 bulan
Suasana : Mirip BEC (cabangnya BEC sih)

Harvard
Program : 1 bulan
Suasana : Bebas
Biaya : kalo ngga salah Rp 75 rb / bln / program

2. Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kab. Kediri Jatim

Kursus yang ada :
ELFAST
Program : 2 Minggu & 1 Bulanan
Biaya : Rp 40rb – 85rb / bln (tergantung program apa yang dipilih
Suasana : Bebas
Sasaran : Grammar, Translation, Writing & TOEFL

Daffodiles
Program : 2 Minggu & 1 Bulanan
Biaya : Rp 70-an / bulan
Sasaran : Speaking & Pronounciation
Suasana : Bebas

Mahesa Institute
Program : 2 minggu, 1 bulanan dan program D2 plus
Biaya : tergantung ambil program yang mana
Sasaran : Grammar, Speaking
Suasana : agak resmi hampir sama dengan BEC

Smart ILC
Program : 1 bulanan
Biaya : Rp 70-80rb an/bln
Suasana : Bebas
Sasaran : Grammar
Smart ILC juga punya homestay english area yang disebut S’TORY (Smart Dermitory)

Access
Program : 1 bulanan
Biaya : Rp 70-80an/bln
Suasana : Bebas
Sasaran : Pronounciation, Speaking dan Grammar
Access punya homestay english area yang disebut Access girl /boy
Marvelous
Program : 1 bulanan
Biaya : Rp 70-80-an
Suasana : Bebas
Sasaran : Speaking, Pronounciation dan Grammar
Marvelous punya homestay english area juga yang namanya Marvelous 1, 2, 3, dst

Krishna
Program : 2 mingguan, 1,5 bulan dan 1 bulanan
Biaya : Rp 20 rb – Rp 150rb
Sasaran : Grammar & Speaking

Nah demikianlah info tentang kampung yang menjadi basis pembelajaran bahasa inggris di Jawa Timur, semoga menginspirasi dan bermanfaat.


1 comment:

  1. wah kok kebule-bulean...

    nyari yang kursus bahasa Jawa gak ada ya?

    ReplyDelete