Tuesday, August 21, 2018

MENGULANGI JALAN PANJANG BERSAMA KADER SURAU


Tidak ada keberhasilan yang diraih secara tiba-tiba saja. Karena keberhasilan itu bisa diraih dengan perjuangan yang panjang, dan pada umumnya kita tidak pernah tau sepanjang apa jalan yang harus kita tempuh agar sampai kepada titik keberhasilan. Maka belajar dari pengalaman orang lain adalah cara singkat dan sederhana untuk mengatahui seberapa panjang jalan yang harus kita tempuh untuk sampai pada titik keberhasilan. Dengan belajar dari pengalaman orang lain banyak orang yang bisa memperpendek jalan panjang untuk meraih titik keberhasilan.

            Titik keberhasilan itu harusnya juga ada batasanya, sehingga targetan yang akan di tempuh lebih sederhana dan realistis. Misalnya ketika di jenjang pendidikan dasar kita berfikir secara sederhana bahwa keberhasilan di masa sekolah dasar adalah dapat meraih nilai terbaik dan mampu menjadi juara serta pemuncak ketika kelulusan, beranjak ke sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas maka titik keberhasilan yang harus diraih juga sudah mulai semakin rumit, tidak hanya berkutat pada juara kelas saja, mulai berkembang bagaiamana kita menjadi lebih eksis, mengenal organisasi kesiswaan semacam OSIS dan ingin eksis juga di pramuka, serta masih banyak lagi kegiatan lainya. Namun yang terpenting kita juga sudah menargetkan untuk bisa masuk ke perguruan tinggi yang kita idamkan dengan jurusan yang kita favoritkan.

            Ketika sudah tercapai target titik keberhasilan di tingkat sekolah menengah dengan titik klimaksnya adalah menginjakan kaki di perguruan tinggi yang kita idamkan, maka akan dimulai lagi target titik keberhasilan yang baru, kadang kala ada yang mensederhanakan targetnya dengan cepat selesai kuliahnya dan berkerja serta akhirnya mempunyai penghasilan sendiri. Disisi lain ada yang menetapkan target titik keberhasilan sangat kompleks sekali. Nah kita seharusnya di fase ini mengambil opsi kedua yaitu menetapkan titik keberhasilan yang sangat kompleks sekali, karena dimasa perkuliahan atau pendidikan di perguruan tinggi yang secepat-cepatnya kita nikmati sealam 3,5 tahun atau selambat-lambatnya 8 tahun dengan tambahan masa langkai 2 semester untuk Strata  Satu adalah waktu sebenarnya kita bisa berkreatifitas maksimal, mulai dari mengembangkan kemampuan soft skill seperti kepemimpinan, kerja dalam tim, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan penunjang kehidupan yang lainya. Sehingga kelak akan menjadikan kita mahluk intelektual yang siap bertarung di era modern ini.
            Titik keberhasilan di kampus yang harus kita raih seperti yang saya ungkapkan diatas akan sulit sekali untuk dapat di realisasikan ketika sudah meninggalkan dunia kampus dan sudah berada pada fase dunia kerja. Karena pada fase dunia kerja ini waktu kita akan habis dengan jadwal kerja yang padat dan menguras semua energi kita yang pada dasarnya hanya untuk mengejejar titik keberhasilan semu dengan hari-hari berulang yang menoton dan tidak begitu memacu adrenalin layaknya ketika masih menjadi mahasiswa. Maka masa dikampus tidak boleh dilewatkan begitu saja dan harus di maksimalkan.
            Alahamdulillah dengan terpilihnya saya sebagai Mudarris Kader Surau Angkatan III Universitas Riau, ini menjadi kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk dapat berbagi pengalaman dengan para penerima Program Beasiswa Kader Surau yang diberikan oelah Yayasan Baitul Mall Bank Rakyat Indonesia. Sehinga harapanya dengan adanya saya dalam program ini mampu menjadi jembatan yang mempercepat tercapainya titik keberhasilan yang menjadi target para penerima Program Beasiswa Kader Surau dari YBM BRI.

            Sangat banyak hal yang dapat dilakukan ketika masa-masa dikampus seperti yang telah saya lewati. Kampus adalah tempat yang strategis untuk all out menempa diri agar mampu menjadi SDM yang siap tempur di masa modern ini, dimana fitnah begitu mudah terjadi. Berdasarkan pengalaman selama dikampus ada beberapa targetan yang harusnya menjadi raihan dan jika mampu meraihnya maka ini menjadi sebuah titik keberhasilan. Secera sederhana kedepanya Kader Surau Universitas Riau harus mempunyai 6 kompetensi berikut:
1.      Kompetensi Tsaqofah diniyyah (Al-Quran, Al-Hadits, Siroh Nabawiyyah, Fiqih, Aqidah-Akhlaq-Ibadah)
2.      Kompetensi Bahasa, Sastra & Kebudayaan
3.      Kompetensi Sejarah (ummat manusia & ummat Islam)
4.      Kompetensi Humaniora (politik, sosiologi, psikologi, antropologi, ekonomi)
5.      Kompetensi Sains (biologi, fisika, kimia, dll)
6.      Kompetensi Fiqhul Waqi’ (realitas kehidupan kita sendiri sehingga mengetahui siapa musuh & apa yang terjadi di sekitar kita)

Untuk dapat meraih 6 kompetensi diatas maka akan di kreasikan dalam bentuk program pembinaan, sehingga mampu mencapai target pembinaan yang diharapkan selama mengikuti Program Beasiswa Kader Surau yaitu terbentuk generasi intelektual muda islam yang memiliki jiwa kepemimpinan dan berkarakter islami, berdaya saing, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-sehari. Dan yang terpenting adalah berdaya guna bagi masyarakat sekitar dimana kita berada.

Begitulah secara singkat dan sederhana capaian yang ingin saya raih ketika menjadi Mudarris Kader Surau angkatan III Universitas Riau. Sungguh sebuah kenikmatan yang sangat luar biasa ketika melihat para pejuang Kader Surau Universitas Riau mampu mencapai titik-titik keberhasilan yang mereka targetkan dan melihat mereka menjadi insan inetelektual yang berdaya guna bagi agama dan bangsa. Apa yang akan saya lakukan bersama Kader Surau seakan adalah proses Mengulang Jalan Panjang.
“Salam Pejuang: Kalau Bersungguh-Sungguh Pasti Bisa”

No comments:

Post a Comment