Friday, August 23, 2019

Kisah Syekh Subakir Sisi Lain Penyebaran Islam di Tanah Jawa


Asal Usul Syekh Subakir

Dari berbagai sumber yang kami dapat Syekh Subakir berasal dari Rum tepatnya Di daerah Iran, Syekh Subakir sangat terkenal dengan jasanya yang menetralkan tanah jawa. keberangkatan Syekh Subakir ke tanah jawa karena di utus oleh Sultan besar yang bernama Sultan Muhammad I, Yang berasal dari Turkey tepatnya di Istambul.


Kisah Syekh Subakir Sisi Lain Penyebaran Islam di Tanah Jawa
Kisah Syekh Subakir Sisi Lain Penyebaran Islam di Tanah Jawa


Sultan Muhammad mendapat petunjuk jika dirinya harus mengutus orang pergi ke tanah jawa dan menyebarkan agama islam di tanah jawa, dan orang yang diutus berjumplah sembilan.

Jumlah sembilan konon adalah sandi untuk mengalahkan hawa negatif jaman dulu di tanah jawa, tempatnya yang masih sangat hutan belantara dan dihuni oleh banyak makhluk halus membuat Sultan Muhammad I semakin yakin bahwa orang yang di utusnya memang harus berjumplah sembilan.

Diantara ke sembilan orang itu di ambil dari beberapa belahan dunia, yang konon mereka masing-masing mempunyai kelebihan tersendiri, ada yang ahli menumbalkan tempat angker, ahli rukiah, ahli pengobatan, dan lain-lain,

Sebelum Syekh Subakir di utus ke tanah jawa, konon Sultan Muhammad Sudah beberapa kali mengutus para ulama turun ketanah jawa dan hasilnya tidak seperti yang di harapkan, para syekh dan ulama yang di utus gugur serta tidak ada kabar yang jelas.

Hal itu mungkin di karenakan keadaan tanah jawa yang masih sangat angker, sulitnya menyebarkan agama islam di tanah jawa mungkin juga di pengaruhi hawa gaib yang menolak serta kepercayaan agama hindu dan budha yang sudah sangat kental didaerah jawa.

Mendengar hal tersebut Sultan Muhammad I mempunyai firasat bahwa penghalang yang ada ditanah jawa berasal dari hawa gaib negatif yang masih sangat kental di tanah jawa, untuk itulah Sultan Muhammad I mengutus Syekh Subakir ke tanah jawa.

Disamping agamanya yang sangat kental Syekh Subakir juga sangat ahli dalam menetralisir tempat angker, hampir semua tempat angker yang beliau netralkan selalu berhasil.

Singkat cerita ke sembilan orang itu berangkat ke tanah jawa, namun ada juga Mubalig yang menyatakan memang harus berjumplah sembuilan orang, sekiranya ada yang gugur dan wafat, posisi itu harus segera diganti oleh syekh atau ulama yang lain.

Percakapan Syekh Subakir Dengan Sabdopalon Danyang Tanah Jawa

Sesampainya Syekh Subakir tiba di tanah jawa nama beliau di kenal dengan Aji Saka atau Aji Soko, beliau menyadari penyebab gagalnya penyebaran islam di tanah jawa, yaitu di sebabkan oleh Danyang tanah jawa yang kurang merestui masuknya islam dan memang harus berpamitan kepada Danyang tersebut.'
Kisah Syekh Subakir Sisi Lain Penyebaran Islam di Tanah Jawa
Kisah Syekh Subakir Sisi Lain Penyebaran Islam di Tanah Jawa

Berhubung memeang Syekh Subakir yang dapat berbicara dengan Danyang tanah jawa, percakapan yang lumayan panjang antara Syekh Subakir dengan Danyang tanah jawa terjadi.

Syekh Subakir : Danyang tanah jawa.? tolong keluarlah saya ada kepentingan dengan Anda.

Sabdopalon : ini saya bernama sabdopalong, saya adalah danyang (penjaga) tanah jawa sejak dulu kala, sejak jaman kesatria leluhur, jaman para dewa, dan sekarang jaman majapahit.

(Sabdopalon di kenal oleh orang jawa dari jaman ke jaman, setiap jaman nama Sabdopalon di kenal berbeda, Jaman Para di kenal dengan Sang Hyang Ismoyo Jati, Jaman Kesatria Di kenal Ki Lurah Semar Bandoyo, yang terakhir adalah jaman Majapahit yang dikenal dengan nama Sabdopalong sampai sekarang)


Syekh Subakir : sebelumnya perkenalkan, nama Saya Syekh Subakir atau panjenengan (kamu) bisa panggil saya Aji Soko.

Sabdopalon : ada perlu apa kamu datang kesini.?

Syekh Subakir : kula (saya) di utus oleh Sutan Muhammad I, untuk menyebarkan agama islam di tanah jawa.

Sabdopalon : Bukankah anda sudah tau jika di tanah jawa ini sudah ada agama hindu dan budha yang sudah sangat kental di tanah jawa. Untuk apa anda menambah agama lagi.?

Syekh Subakir : tolong biarkan para rakyat yang memeilih agamanya sendiri, seharusnya panjenengan (Anda) jauh lebih tau dari pada saya, sebelum agama hindu dan budha datang kesini juga sudah ada kepercayaan lain dari ajaran Budhi.?

Sabdopalon : ternyata kamu jauh lebih teliti dari yang saya perkirakan. memang benar sebelum agama hindu dan budha datang ke tanah jawa, sudah ada keyakinan di tanah jawa.

Syekh Subakir : bisa tolong ceritakan keyekinan tersebut.? yang ada di tanah jawa jaman dulu..?

Sabdopalon : singkat cerita begini, orang jawa pada jaman dahulu kala sekiranya jaman hampir mendekati purba, orang jawa berkeyakinan ada yang Maha Kuasa yang harus di hormati, maha kuasa yang menciprakan segala-galanya, Maha Kuasa yang dekat dengan manusia, Maha Kuasa yang sangat welas asih.
Masyarakat jawa jaman dulu meyakini yang maha kuasa tersebut meliputi segalanya, sebagai perantara adanya yang maha kuasa, untuk itu semua orang jawa jaman dulu sangat menghormati alam sekelilingnya.

Syekh Subakir : terimakasih sudah berkenan menceritakan kisah tersebut, mungkin agama yang saya bawa ini adalah penyempurnaan dari keyakinan tersebut, bahwa memang yang maha kuasa tidak bisa digambarkan dengan apapun dalam bentuk apapun, yang maha kuasa memang sangatlah welas asih, sangat penyayang lagi maha pengampun, ajaran ini menganjurkan untuk menghormati sesama, menolong yang lemah dan juga menebarkan kasih sayang kepada semua orang dan alam semesta.

Kita harus membenahi tatanan yang ada di tanah jawa ini, tolong lihatlah danyang, banyaknya pembnuhan yang meraja lela, perang bisa terjadi kapan saja, dan perampokan semakin marak terjadi, kita harus meluruskan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan.

Sabdopalon : aku juga sangat resah memikirkan rakyatku yang lupa akan leluhur, kejahatan di mana-mana, semua kata sumpah dan janji pejabat negara hanyalah basa-basi, ternyata yang berdasi yang membodohi, rakyat kecil bersusah payah mencari kerja untuk mendapat sesuap nasi.

Syekh Subakir : Baiklah danyang, saya akan meminta ijin untuk menyebarkan agama islam ditanah jawa, di tanah kekuasaanmu, agama yang sekiranya misa meluruskan rakyatmu dan juga menata moral manusia, Danyang Sabdopalon ijinkanlah kami menyebarkan agama islam.

Sabdopalon : Aku akan mengijinkanmu menyebarkan agama islam di tanah kekuasaanku dengan empat syarat,Syarat yang pertama kalian tidak boleh memaksa orang untuk masuk, sekalipun orang itu masuk memang dengan kehendaknya sendiri. Syarat kedua jika kalian membuat bangunan untuk beribadah kalian harus membangun dengan gaya orang hindu, walau sebenarnya isi dalamnya islam, syarat ini saya sengaja untuk tidak terjadi perselisihan antar agama. Syarat ketiga jika islam kelak mendirikan kerajaan, raja yang memimpin kerajaan itu harus berdarah campur antara islam dan hindu, jika sang ayah islam ibunya harus agama hindu, jika sang ibu islam maka ayahnya harus agama hindu.

Syarat keempat jangan jadikan orang jawa menjadi atau berubah menjadi orang arab atau orang iran, biarkan orang jawa tetap memeluk budaya adat jawa sekalipun mereka sudah masuk agama islam. jangan pernah lepas dari budaya jawa dan jangan sampai orang jawa mengikuti bidaya negara lain. jika itu terjadi dan pesan saya dilupakan aku akan kembali lagi dan membuat gara-gara.
Kisah Syekh Subakir Sisi Lain Penyebaran Islam di Tanah Jawa
Kisah Syekh Subakir Sisi Lain Penyebaran Islam di Tanah Jawa

Syekh Subakir : Saya sangat setuju dengan syarat tersebut, namun Danyang untuk syarat yang keempat aku beserta rekan-rekanku akan berusaha menjunjung tinggi adat istiadat leluhur jawa, namun jika perubahan jaman sudah berganti itu semua tidak lagi di bawah wewenangku Eang Danyang, semua itu saya kembaliakn kepada masyarakat sendiri dan juga saya pasrahkan dengan yang maha kuasa.

Setelah mendapat ijin dari Danyang tanah jawa yaitu Sabdopalon, Syekh Subakir beserta teman yang lain melancarkan tujuannya untuk menyebarluaskan ajaran agama islam ditanah jawa, Syekh Subakir juga menaklukkan berbagai tempat-tempat yang sangat angker di tanah jawa, Seperti Alas robasn, gunung Srandil Dan masik banyak lagi yang belum kami sebutkan.

No comments:

Post a Comment