Monday, October 14, 2019

Kenapa?

Kenapa?
Kenapa?


Tidak sedikit orangtua -saya- ketika mengalami sesuatu terhadap diri atau bahkan anggota keluarganya, maka pertanyaan yang lebih dulu terlontar adalah "Kenapa?"

Anak deman, "Kok bisa demam sih? Perasaan tadi masih main aja"

Anak terjatuh, "Kenapa bisa jatuh? Abang gak hati-hati ya jalannya?"

Bahkan mungkin saat suatu keadaan yang buruk terjadi, tidak sedikit yang bertanya "Kenapa saya yang diberi ujian ini ya Allah"

Kenapa kita tidak mengganti pertanyaan kita dengan "Apa?"

"Apa yang bisa kita lakukan agar demamnya turun"

"Apa yang harus dilakukan jika ia terluka"

"Apa yang harus saya lakukan untuk bisa menyelesaikan masalah ini"

Jika suatu keadaan tidak mungkin diubah karena sudah diluar kekuasaan kita, maka mari stop bertanya "Kenapa", sepertinya akan lebih baik jika kita bertanya "Apa yang bisa saya lakukan"



Selamat Pagi, semangat menjemput akhir pekan dengan pertanyaan "apa yang hari ini akan saya lakukan bersama anak-anak?" ^_^


Pekanbaru, 12 Oktober 2019


#CatatanEmakTricilZAM

No comments:

Post a Comment