Friday, November 8, 2019

HAFALAN RINGKAS PERAN INDONESIA DI TATANAN REGIONAL MAUPUN GOBAL

HAFALAN RINGKAS PERAN INDONESIA DI TATANAN REGIONAL MAUPUN GOBAL
HAFALAN RINGKAS PERAN INDONESIA DI TATANAN REGIONAL MAUPUN GOBAL


Keanggotaan Indonesia dalam G20 telah membuka berbagai peluang baru untuk ikut mempengaruhi proses dan perkembangan dunia internasional. Setelah presiden Yudhoyono dalam berbagai pertemuan puncak pada tahun 2009 di London dan Pittsburgh menarik perhatian dunia internasional melalui beberapa usulannya, seperti reformasi lembaga keuangan internasional, Indonesia kini berupaya untuk menjadi juru bicara negara-negara ASEAN dan sekaligus memosisikan diri sebagai wakil para negara berkembang di dalam kelompok G20. Pada saat yang bersamaan, Indonesia telah menjadi tuan rumah berbagai perhelatan akbar internasional, seperti UNFCCC pada tahun 2008 di Bali dan World Ocean Conference di Manado/Sulawesi 2009 dan akan menjadi penyelenggara pertemuan puncak APEC 2013 nanti. Atas dasar ini Indonesia memegang kepemimpinan ASEAN lebih dini sejak 2011 dan menjadi tuan rumah KTT pada akhir 2011 Perkembangan Hubungan PBB dan Indonesia Peran PBB terhadap Indonesia pada masa revolusi fisik cukup besar. Berikut ini peranan PBB terhadap Indonesia.

a. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda I, Indonesia dan Australia mengusulkan agar persoalan Indonesia dibahas dalam sidang umum PBB.

b. PBB membentuk Komisi Tiga Negara yang membawa Indonesia-Belanda ke meja Perundingan Renville.

c. Ketika terjadi Agresi militer Belanda II, PBB membentuk UNCI. Hasil kerja UNCI adalah mempertemukan Indonesia-Belanda dalam Perundingan Roem Royen.

d. PBB juga berperan dalam penyelesaian masalah Irian Barat PBB membentuk pemerintahan sementara yang bernama UNTEA. Pada tanggal 1 Maret 1963 PBB menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia.

e. Saat pelaksanaan Pepera tahun 1969, utusan PBB yang diwakili Ortis Sanz hadir. Ortis Sanz juga membawa hasil Pepera ke dalam sidang umum PBB.

f. Menteri Luar Negeri Adam Malik menjabat sebagai ketua sidang Majelis Umum PBB untuk masa sidang tahun 1974. Dalam perkembangan akhir-akhir ini, lembaga PBB mendapat sorotan dari berbagai negara. Sorotan tersebut menghendaki agar PBB mereformasi terutama lembaga-lembaga utama PBB. Muncul tuntutan agar hak veto yang dimiliki The Big Five dihapus. Alasannya kurang mencerminkan rasa keadilan. Tuntutan yang lain yaitu memperluas anggota tetap Dewan Keamanan sehingga menggambarkan kekuatan dan perwakilan dari berbagai benua di belahan dunia. Peran Indonesia dalam KAA Terlaksananya KAA tidak bisa lepas dari peran Indonesia. Di samping sebagai salah satu pelopor dan pemrakarsa KAA, Indonesia menyediakan diri sebagai tempat penyelenggaraan KAA. Hal ini membuktikan prestasi Kabinet Ali Sastroamijoyo yang berhasil menyelenggarakan suatu kegiatan yang bersifat internasional.

a. Perkembangan GNB

Pasca Perang Dingin, kerja sama anggota GNB tampak masih bersemangat. Saat itu kepemimpinan dipegang oleh Indonesia (1992- 1995). Indonesia memprakarsai kerja sama teknis di beberapa bidang, misalnya:

1) pelatihan tenaga kesehatan dan Keluarga Berencana;
2) studi banding para petugas pertanian; dan
3) menghidupkan kembali dialog Utara Selatan untuk memperingan hutang luar negeri Negara berkembang.

Setelah kepemimpinan diganti Kolombia, kerja sama antaranggota mulai berkurang, oleh karena itu perlu digiatkan kembali, (revitalisasi). Hal ini mulai dilakukan saat KTT GNB ke 13 tahun 2003 di Malaysia dan KTT GNB ke-14 di Kuba tahun 2006. Akan tetapi belum membuahkan hasil.

b . Peran Indonesia dalam GNB

Keikutsertaan Indonesia dalam GNB disebabkan kesesuaian prinsip GNB dengan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Indonesia berkeyakinan bahwa perdamaian hanya tercipta apabila tidak  mendukung pakta militer atau aliansi militer. Hal ini berarti GNB dianggap paling tepat. Berikut ini peran Indonesia dalam GNB.

1. Indonesia berperan sebagai pelopor berdirinya GNB. Sejak dalam gagasan pembentukan GNB, Indonesia sudah berperan penting. Bersama Jawaharlal Nehru yang juga pelopor KAA, Presiden Soekarno menggagas pembentukan GNB. Akhirnya bersama empat pemimpin negara India, Ghana, Yugoslavia, dan Mesir, Indonesia mendeklarasikan berdirinya GNB. Indonesia juga aktif dalam persiapan penyelenggaraan KTT GNB di Beograd.

2. Dalam KTT GNB X tahun 1992, Indonesia berperan sebagai tuan rumah penyelenggaraan KTT dan Presiden Soeharto bertindak sebagai ketua GNB.

3. Indonesia memprakarsai kerja sama teknis di beberapa bidang misalnya bidang pertanian dan kependudukan.

4. Indonesia mencetuskan upaya menghidupkan kembali dialog Utara-Selatan Peran Indonesia sangat menonjol dalam organisasi ASEAN. Berikut ini  beberapa contoh menunjukkan peran penting yang dilakukan oleh Indonesia dalam ASEAN.
a. Indonesia sebagai salah satu negara pelopor dan ikut menandatangani Deklarasi Bangkok yang menandai berdirinya ASEAN.

b. Indonesia beberapa kali dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan KTT ASEAN.

c. Indonesia secara aktif ikut menyempurnakan struktur organisasi ASEAN ketika KTT di Bali tahun 1976.

d. Memainkan peran yang aktif dalam penyelesaian masalah di Kamboja. Indonesia menyelenggarakan Jakarta Informal Meeting (JIM) tahun 1988. Pertemuan ini dilanjutkan dengan Konferensi Internasional di Paris tahun 1989 yang diketuai bersama antara Prancis dan Indonesia (diwakili Ali Alatas).

e. Sekretariat tetap ASEAN ditetapkan di Jakarta, dan Letnan Jenderal Hartono Dharsono menjadi Sekretaris Jenderal ASEAN yang pertama.

f. Ikut aktif membantu menyelesaikan masalah Moro di Filipina. Sampai tahun 2007, ASEAN telah menyelenggarakan KTT sebanyak 13 kali.


No comments:

Post a Comment