Kenapa Kita Sulit Bahagia? Karena Tolak Ukur Nikmat Kita Adalah Nikmat Orang Lain - Lifestyle, Passion and Habit

Latest

Menampilkan Lifestle Passion and Habit Penulis

Friday, November 22, 2019

Kenapa Kita Sulit Bahagia? Karena Tolak Ukur Nikmat Kita Adalah Nikmat Orang Lain

Kenapa Kita Sulit Bahagia? Karena Tolak Ukur Nikmat Kita Adalah Nikmat Orang Lain
Kenapa Kita Sulit Bahagia? Karena Tolak Ukur Nikmat Kita Adalah Nikmat Orang Lain
Liat pic ini langsung kepikir, mungkin iya ya.

Yang punya motor sering merasa kendaraan yang dimilikinya sudah tidak memadai hingga akhirnya memaksakan mengambil kredit karena yang dia perhatikan adalah orang yang kemana-mana perginya dengan mobil.

Kenapa kita tidak berkaca pada yang berjalan kaki atau bahkan yang tak memiliki kaki?

Yang punya rumah tipe 36 mungkin merasa kurang lapang, karena yang memenuhi pikirannya adalah rumah besar dengan halaman luas.

Kenapa kita tidak menengok orang-orang yang membangun petak huninya di pinggir parit?

Yang sudah menikah namun belum diberi nikmat seorang anak, merasa gundah. Mungkin karena yang dilihatnya adalah keluarga kecil dengan anak-anak lucu berkejaran.

Kenapa kita tidak menengok orang-orang shaleh shalehah yang belum tertakdir bertemu jodohnya?

Yang menghabiskan waktu di rumah menjadi full mom mother merasa tidak memiliki eksistensi diri, mungkin karena yang dilihatnya adalah sosok wanita karir dengan pesona seragamnya.

Kenapa kita tidak mematut diri pada yang terbaring tanpa daya di kasur karena sakit yang menderanya?

"Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selamat menyibukkan diri dengan aktivitas kebaikan di hari raya Jum'at ^_^

Pekanbaru, 22 Nopember 2019

#CatatanEmakTricilZAM

No comments:

Post a Comment