Thursday, December 5, 2019

7 Fakta Menarik Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan

0 comments
7 Fakta Menarik Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan
7 Fakta Menarik Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan


Sobat Birulangitid harus tau ni Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan yang merupakan bagian dari prasarana LRT Jabodebek akhirnya tersambung pada 13 November 2019. Meski hanya menjadi bagian kecil dari proyek LRT Jabodebek, jembatan lengkung ini juga menjadi satu bagian yang paling sulit untuk dibuat. Kesulitan pembuatan Jembatan ini diakui oleh para arsitektur dari berbagai negara terkenal seperti Korea, Jepang dan Prancis.

Nah pada penasarankan fakta menarik apa saja yang tersaji dari jembatan tersebut, yup cekidot.

1.    Pelaksanaan konstruksi terbilang rumit.

Pelaksanaan konstruksi jembatan bentang panjang ini menghadapi tantangan yang besar karena berada di level 4. Di bawahnya, terbentang Jalan Underpass Mampang – Kuningan pada level 1 dan persimpangan Jalan Gatot Subroto – Jalan H. Rasuna Said pada level 2. Sedangkan untuk level 3 diisi Jalan Tol Jakarta-Tangerang-Cengkareng (JTC). Konstruksi ini hanya bisa diwujudkan dengan sistem koordinasi yang kuat.

2.    Didesain oleh Insinyur Arvila Delitriana.

Arvila adalah desainer konstruksi yang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Arvila yang kerap disapa Dina pun mendapat sanjungan dari Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan melalui akun instagramnya.

“Untunglah, sang insinyur, Ibu Arvila Delitriana, lulusan Institut Teknologi Bandung berhasil merancang jembatan menakjubkan itu dan tersambung dengan presisi sejak kemarin,” tulis Joko Widodo dalam akun instagramnya (14/14).

Sebelum membangun jembatan bentang panjang Kuningan ini, Arvila pernah merancang beberapa jembatan di antaranya Jembatan Kali Kuto Semarang, Jembatan Layang khusus Busway ruas Adam Malik di Jakarta.

3.    Besi beton yang dipakai 5,2 kali berat pesawat Airbus A-380

Berat material total besi beton yang digunakan di jembatan bentang panjang Kuningan adalah 2.929,7 ton. Jumlah ini setara dengan 5,2 kali dari berat pesawat Airbus A-380.

4.    PC Wire/Strand yang digunakan sepanjang 1,2 kali jarak Jakarta-Bandung

Dalam pembangunannya, jembatan menggunakan total material PC Wire/Strand sepanjang 161,5 km. Panjangnya sama dengan 1,2 kali jarak Jakarta – Bandung.

5.    Beton readymix yang digunakan 3,2 kali berat patung Garuda Wisnu Kencana

Pembangunan jembatan membutuhkan material berupa beton readymix sebanyak 9.688,8 ton atau setara dengan 3,2 kali berat Patung Garuda Wisnu Kencana yang terletak di Bali.

6.    Mendapatkan 2 rekor MURI

Dalam pembangunan Jembatan Bentang Panjang Kuningan LRT Jabodebek ini, ADHI berhasil  memecahkan dua rekor pada Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Dua rekor tersebut adalah Jembatan Kereta Box Beton Lengkung dengan Bentang Terpanjang dan Pembebanan Axial Static Loading Test Terbesar.

7.    Pemakaian teknologi canggih

Jembatan Bentang Panjang Kuningan memiliki keistimewaan, antara lain penggunaan vertikal tendon pada pier. Vertikal tendon ini digunakan untuk memitigasi efek torsi yang ada akibat radius lengkung jembatan yang kecil.

Selain itu, advanced analysis menggunakan Non Linier Time History Analysis juga diterapkan untuk mensimulasikan perilaku struktur jembatan secara lebih presisi. Terakhir, jembatan menerapkan axial static loading test pondasi yang terbesar di Indonesia dengan beban 4.400 T.

Dengan segala tantangan dan kompleksitas pembangunan proyek LRT Jabodebek, Kementerian Perhubungan menargetkan bahwa moda transportasi ini akan beroperasi secara keseluruhan di tahun 2021. Sebagai informasi, LRT Jabodebek ini akan melayani rute Cawang–Cibubur, Cawang–Dukuh Atas, dan Cawang–Bekasi.

No comments:

Post a Comment