Saturday, January 4, 2020

Ular Korban Banjir

0 comments
https://www.birulangit.id/?m=1
Ular Korban Banjir

Korban banjir g cuma kita aja lo, sobat birulangitid harus tau bahwa korban banjir yang lain adalah ular, ya ular. Kok dah pada ngeri ya denger kata ular.

Banjir yang berasal dr jebolnya beberapa tanggul serta luapan air sepanjang hunian warga karena tingginya intensitas hujan pada malam tahun baru kemarin menyisakan beberapa kejadian konflik ular dengan warga.

Beberapa hal yg perlu dipahami tentang ular, air dan banjir.



Ular termasuk satwa berdarah dingin. Artinya, ular tidak bisa memproduksi panas tubuh sendiri. Jadi dia Membutuhkan panas dr matahari untuk hidup menjaga suhu tubuhnya. Konsekuensinya, disaat kedinginan dia akan berjemur dan disaat kepanasan dia akan bersembunyi. Jika lebh dr suhu minimal dan maksimal, ular akan mati.

Saat kemarin kehujanan dan apalagi hanyut kena aliran deras air, si ular akan kedinginan suhu menurun. Dia akan mengikuti arus hingga mendapatkan tempat sembunyi dan atau terdampar. Lokasi yang tidak terpola karena ular selalu berpindah pindah. Disaat matahari bersinar panas, maka ular akan bergerak mencari panas matahari untuk menaikan suhu tubuh nya. Disini kita perlu hati hati bertemu ular yang sedang berjemur. Saat jam 08.00-14.00 adalh waktu ular berjemur.

Beberapa bulan ini ular masuk rumah karena mencari mangsanya/ tikus. Saat ini ular masuk rumah karena terbawa banjir dan tersesat, mereka juga stres panik dan mencari titik paling aman dan kering agar suhu badannya tidak menurun membahayakan hidupnya.

Ular python, kebanyakan python reticulatus / sanca batik yang tertangkap disela sela pemukiman ini adlah ular yang habitat nya dekat dengan sungai, atau di antara kebun kebun kosong. Saat banjir mereka tergeser ke area yang acak, salah satunya pemukiman. Jumlah laporan ular python tertangkap saat banjir naik drastis dari berbagai lokasi.

Anak-anak kobra dan kobra dewasa tersapu hujan, aliran saluran drainase yang meluap, selokan got dan sungai-subgai. Meski ular sangat pandai berenang dan memanjat, Bisa jadi mereka juga tidak survive di arus deras tanpa dapat misal menyandarkan diri pada batang pohon ranting atau benda lain saat hanyut. 

Ular ada yg mencari makan siang hari (diurnal) ada juga yang malam hari (nocturnal). Tapi ada juga yang siang malam cari makan, contohnya kobra. Kondisi saat ini, ular yg terdampak banjir belum fokus cari makaan, tetapi aktifitasnya mash sama dengan pola diurnal atau nocturnal. Misalnya ular weling (candidus) ulAr ini nocturnal, cari makan malam hari, maka siang sampe sore dia akan sembunyi di area yang tidak masuk cahaya matahari. Termasuk rumah kebanjiran yg lembab dan tidak ada akses penerangan/matahari masuk rumah. Dan spesies lain yang mencari aktifitas siang hari, malam hari ya akan istrhat.

No comments:

Post a Comment