Inflasi Ramadhan 2020 Jadi yang Terendah Dalam Sejarah RI

https://www.birulangit.id/
Inflasi Ramadhan 2020 Jadi yang Terendah Dalam Sejarah RI

Birulangitid-Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menilai, perkembangan harga-harga pada masa Ramadhan tahun ini sangat terkendali. Bahkan, dia mengklaim lonjakan harga atau tingkat inflasi pada Ramadhan 2020 akan menjadi yang terendah dalam sejarah Indonesia.
 
Perry mengungkapkan, berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) minggu ke-4 pada April 2020, inflasi bulan ini hanya akan menyentuh 0,18 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Lebih rendah dari catatan inflasi pada April 2019 sebesar 0,44 persen.

Sementara itu, jika diukur berdasarkan perkembangan secara tahunannya atau year on year (yoy), inflasi April 2020 diperkirakan hanya mencapai 2,78 persen. Sedikit di bawah perkembangan pada Februari 2020 sebesar 2,98 persen dan Maret 2020 sebesar 2,96 persen.

"Ini mengkonfirmasi bahwa akhir tahun ini inflasi terkendali dan rendah di kisaran sasaran target inflasi tahun ini tiga persen plus minus satu persen," kata dia saat telekonferensi, Rabu, 29 April 2020.l, melansir VivaNews.

Adapun faktor pendorong inflasi pada bulan ini, dikatakannya, berasal dari perkembangan harga bawang merah yang tercatat mengalami inflasi 0,12 persen, emas perhiasan 0,09 persen, jeruk 0,05 persen dan gula pasir 0,02 persen.

Namun, Perry melanjutkan, juga tercatat adanya penurunan harga untuk sejumlah komoditas seperti cabai merah yang mengalami deflasi sebesar 0,11 persen hingga daging ayam sebesar 0,08 persen. Kondisi itu, menurutnya, menunjukkan komitmen pemerintah memasok kebutuhan pokok selama Ramadhan.

Dengan demikian, tekanan harga saat ini dikatakannya bisa dikendalikan dengan baik. Terlebih, di tengah mewabahnya virus corona dan dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan menekan tingkat permintaan terhadap berbagai indikator pembentuk inflasi.

"Dan sesuai perkiraan kami di Ramadhan tahun ini lebih rendah dari pola historisnya karena adanya PSBB di sejumlah wilayah. Tentu menurunkan tingkat permintaan sehingga menjadi bagian dari terkendalinya inflasi," tuturnya.
 
Sumber: Lancangkuning.com