Malam Ketiga: Tetap Patuh Walau Tak Ada Polisi India


https://www.birulangit.id/
Tetap Patuh Walau Tak Ada Polisi India




Oleh: Dr. Afrianto Daud.


--
Birulangitid-Apa yang membuat seorang muslim tetap melaksanakan puasa dengan benar, tidak mau melakukan apa yang membatalkan puasa, walaupun hanya sendirian?

Apalagi kalau bukan adanya keyakinan akan keberadaan Allah dan malaikat sebagai pengawas yang maha hebat. Pengawasan yang sempurna, walau tak kasat mata. Keyikanan yang lahir dari keimanan. Keyakinan yang melahirkan 'ma'iyatullah' (rasa kebersamaan dan kedekatan dengan Allah).

Seorang muslim yang berpuasa dengan benar meyakini bahwa mereka beramal seperti mereka langsung menyaksikan Allah. Walau pada faktanya mereka tak bisa melihat Allah, mereka yakin Allah pasti melihat mereka (ihsan).

Sikap mental seperti ini sesungguhnya modal yang luar biasa yang menjadikan seorang pribadi muslim bisa terus mempertahankan kualitas amalannya, baik dalam kesendirian maupun dalam kebersamaan dengan manusia lain.

Tidak hanya kualitas dalam amal-amal ibadah mahdah, seperti sholat, puasa, zakat, dan lainnya. Tapi, juga dalam menjalankan ibadah 'ghairu mahdah' (non-formal), seperti bekerja mencari nafkah, beraktivitas sosial membantu orang lain, belajar menuntut ilmu, melakukan riset untuk pengembangan pengetahuan, dan amal-amal lain yang lebih banyak berdimensi horizontal, hubungan sesama manusia.

Mentalitas 'maiyatullah' sebagai salah satu esensi mentalitas orang berpuasa itu sangat diperlukan saat kita bicara bagaimana membangun peradaban manusia yang lebih baik di bumi.

Mereka yang memiliki mentalitas ini, misalnya, akan tetap menjadi orang yang disiplin di jalan raya, walau tak ada polisi. Mereka akan tetap bekerja dengan baik, walau tak ada bos yang mengawasi. Mereka tak akan korupsi walau tak ada BPK yang memeriksa. Mereka tetap mematuhi protokol physical distancing, walau tak ada ancaman sanksi seperti yang dilakukan polisi India itu.

Mengapa? Karena kebaikan yang mereka lakukan bukan tergantung pada pengawasan makhluk, tetapi keyakinan akan zat yang maha menatap, tak pernah tidur, yang catatannya tak pernah salah.

Dengan demikian, jika kita ingin memperbaiki peradaban kita, kita bisa memulainya dengan memperbaiki kualitas puasa kita. Berpuasa dengan benar, sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Demikian semacam kultum malam ketiga
--
Selamat meneruskan amal-amal Ramadhan kita. Barakallhu fikum!
#semacamkultum