Gizi Hati

https://www.birulangit.id/

========
Birulangitid-Setiap anggota tubuh diciptakan untuk fungsi tertentu, sehingga sakitnya anggota tubuh disebabkan karena dia tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga fungsi itu tidak muncul sama sekali atau muncul tetapi disertai ketidakstabilan.

Sakitnya tangan adalah ketidakmampuan memegang. Sakitnya mata adalah ketidakmampuan untuk melihat. Begitu juga dengan sakitnya hati adalah tidak berjalannya fungsi hati sesuai tujuan penciptaannya yaitu menyerap ilmu, hikmah dan ma'rifah mencintai Allah, beribadah kepadaNya, merasakan kenikmatan mengingatNya, lebih mangutamakan semua itu dari pada semua keinginan lain

Firman Allah QS. Adz Dzaariyat : 56

Setiap anggota tubuh memiliki faedah. Faedah hati adalah hikmah dan ma'rifah. Inilah keistimewaan jiwa manusia yang membedakan antara dirinya dan binatang. Kemampuan hati bukan untuk makan, mengadakan hubungan biologis, melihat dan lain-lain, tetapi mengenal (ma'rifah) segala sesuatu sebagaimana adanya.

Asal dan penciptaan segala sesuatu adalah Allah, jika manusia mengenal segala sesuatu tetapi tidak mengenal Allah, maka seolah-oleh ia tidak mengenal sesuatu itu. Tanda ma'rifah adalah cinta. Siapa yang mengenal Allah maka ia akan cinta kepada Allah. Sedangkan bukti kecintaan kepada Allah adalah mengutamakanNya dari pada dunia dan hal - hal lain yang dicintai selainNya.

Firman Allah QS. At Taubah : 24

Barangsiapa lebih mencintai sesuatu daripada Allah, maka hatinya sedang sakit. Seperti perut yang tidak berselera terhadap roti dan air. Inilah tanda - tanda penyakit hati yang dengannya dapat diketahui bahwa suatu hati menderita sakit kecuali yang dikendaki Allah

Adapun tanda-tanda kepulihan kesehatannya setelah pengobatan adalah memperhatikan penyakit yang diobati itu. Misal jika penyakit yang diobati adalah penyakit bakhil yang dapat membinasakan dan menjauhkan diri dari Allah, maka cara pengobatannya adalah dengan mendermakan harta tersebut.

Rasulullah bersabda:
"Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh juga baik. Jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati”. (HR Muslim, no. 1599)


Beberapa diantara faktor penyebab penyakit hati:

1. Faktor iman : iman yang lemah dan tidak ada usaha untu meningkatkannya
2. Suka mengeluh  Firman Allah  QS. Al Maarij : 19 - 21
3. Kurang bersyukur
4. Banyak berbuat maksiat
5. Syirik
6. Lalai dari dzikrullah
7. Terlali mengejar dunia
8. Bangga dengan amal
9. Meninggalkan shalat
10. Tidak bersedekah

Jika Allah menghendaki  kebaikan bagi seorang hamba, maka ia menjadikan hamba itu melihat berbagai aib dirinya sendiri. Allah akan memberikannya bashirah (penglihatan dengan mata hati) yang tajam, yang mampu melihat aibnya sendiri. Dengan mengetahui aibnya tersebut, maka ia akan dapat mengobatinya. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui aib mereka. Seorang dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya, tetapi tidak melihat anak hewan di matanya sendiri.

Ada 4 cara yang bisa ditempuh seseorang untuk bisa mengetahui aibnya sendiri:

1. Meminta nasehat dari seorang syekh yang mengetahui berbagai aib jiwa dan jeli terhadap berbagai cacat yang teesembunyi serta memberitahukan cara mengobatinya.

2. Mencari teman yang jujur dan kuat agamanya, kemudian menjadikannya sebagai pengawas dirinya agar selalui memperhatikan berbagai keadaan dan perbuatannya.

Hal ini telah dicontohkan oleh khalifah Umar bi  Khattab yang bertanya kepada Salman tentang aib dirinya.  Semakin cerdas dan tinggi kedudukan seseorang, hendaknya semakin sedikit rasa ujubnya dan semakin banyak tuduhan terhadap dirinya.

Tapi hal ini sangat langka. Jarang ada teman yang mau meninggalkan basa basi dan menasehati sahabatnya, begitu pula sebaiknya, seseorang tidak suka jika dinasehati oleh sahabatnya. Seperti kata Ustdz. Salim A. Fillah, sejatinya memang terkadang kawan yang baik itu menyebalkan

3. Memanfaatkan lisan para musuh untuk mengetahui aib diri kita sendiri.
Seorang yang memiliki bashiroh akan mengambil hikmah bahkan dari musuhnya sekalipun. Karena terkadang apa yang disampaikan musuh itu adalah yang paling jujur dibanding dengan temannya sendiri yang terkadang suka berbasa basi dan mengambil muka

4. Berinteraksi dengan masyarakat, jika ada hal tercela yang dilihat di sekitarnya maka sebaiknya seorang menisbatkan hal itu kepada dirinya sendiri dan menuntut dirinua untuk mempertanggungjawabkan hal itu

Terakhir..

Masing-masing orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda twehadap wahyu. Namun, seterbatas apapun pemahaman manusia terhadap bimbingan ilahiah melalui rasul dan wahyu, ia masih punya kesempatan bertanya pada suatu perangkat yang telah Allah install dalam diri seseorang untuk mengenal kebaikan dan memilihnya. Ia adalah nurani.

Tiap kali berhadapan dengan suatu keadaan, yakinlah ada seberkas bisikan dari dalam nurani agar kita melakukan hal yang benar dan lurus, yang menyadarkan kita tanpa kata-kata. Nasehat yang begitu bening dan kita tak kuasa menyangkalnya.  Berayukurlah bagi orang yang seluruh waktunya dipenuhi kemampuan untuk jujur pada nurani dan tulus mendengarkan suara hati.

Hadits Rasulullah:
Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan itu adalah apa- apa yang tentram jiwa padanya dan tentram pula dalam hati. Dan dosa adalah apa-apa yang syak dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati meski orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkanmu (HR. Muslim)