Kasus Positif Di Riau Juga Banyak dari Pegawai Perusahaan Pulang Cuti


https://www.birulangit.id/?m=1

Birulangitid-Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Riau, hari ini langsung meningkat tajam hingga mencapai 352 kasus. Riau masuk dalam 3 besar penyebaran kasus positif Covid-19, setelah DKI Jakarta 1.159 kasus, dan Jawa Barat 446 kasus. Total kasus positif di Riau menembus angka 7.662 kasus. 

Dikutip dari mediacenter.riau.go.id Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menjelaskan, selain dari banyaknya ketidak disiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, penambahan kasus positif juga dari hasil tracing pasien positif sebelumnya. Kemudian, beberapa faktor lainnya, ada yang baru dari pegawai instansi yang pulang cuti. 

“Kasus hari ini berasal dari suspek yang sudah dirawat di Rumah sakit. Ada juga tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit dan Puskesmas, kontak erat pasien positif sebelumnya, peneriksaan MCU masyarakat. Termasuk pemeriksaan pegawai yang pulang cuti, dan menjalani swab, sebagai syarat dari perusahaan untuk kembali masuk kerja,” ungkap Mimi. 

“Termasuk juga karyawan yang akan masuk kerja dengan persyaratan perusahaan terhadap vendor-vendor yang bekerjasama dengan perusahaan, dengan melampirkan hasil swab negatif covid-19. Nah banyak yang saat pemeriksaan swab positif,” jelas Mimi lagi. 

Sebelumnya, Gubernur Riau, Syamsuar, menyampaikan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Karena sejauh ini walaupun kasus pasien positif terus meningkat setiap harinya. Namun, tetap saja banyak dari masyarakat yang abai dan membandel terhadap protokol kesehatan. Tidak memakai masker, tidak menjaga jarak, dan tidak menjaga kebersihan dengan mencuci tangan. 

Kemudian, termasuk pelaksanaan Pembatasan sosial bersakal mikro (PSBM) yang dijalankan oleh Pemko Pekanbaru di Kecamatan Tampan, juga tidak menjadi perhatian masyarakat, walaupun sudah ada penindakan. Tetap saja masyarakat tidak patuh, sehingga menyebabkan kasus positif masih terus meningkat. 

“Kalau menurut saya kemarin malahan sudah dua minggu lebih ini (penerapan PSBM) bukan tak nampak, tapi nampak. Cuman kalau degil dan teking macam mano lah. Artinya saya juga mengikuti perkembangan apa yang telah dikerjakan Satpol PP dengan pihak kepolisian dan juga TNI, tapi juga masih ada masyarakat kita yang tidak ambil peduli maslah itu,” kata Gubri.